A. Tujuan Praktikum
Melalui serangkaian eksperimen ini, siswa diharapkan dapat mengidentifikasi serta membuktikan keberadaan kandungan nutrisi tertentu seperti protein, amilum, lemak, atau glukosa di dalam berbagai sampel bahan makanan secara tepat.
B. Alat dan Bahan
Tabung reaksi (4 buah)
Rak tabung reaksi (1 buah)
Penjepit tabung reaksi (1 buah)
Pipet tetes (5 buah)
Beaker glass (3 buah)
Bunsen / Pembakar spiritus (1 buah)
Spatula laboratorium (1 buah)
Botol sampel + tutup (3 buah)
Korek api (1 kotak)
Kertas sampul cokelat (1 lembar)
Larutan Benedict (30 ml)
Larutan Iodin / Lugol (30 ml)
Larutan Biuret (30 ml)
Larutan Glukosa 5% (30 ml)
Amilum / Kanji (secukupnya)
Putih telur (1 butir)
Minyak goreng (30 ml)
Spiritus pembakar (300 ml)
Aquadest / Air suling (500 ml)
C. Cara Kerja & Analisis Panduan
a. Prosedur Uji Protein
- Siapkan 4 buah tabung reaksi bersih, kemudian beri label nomor 1, 2, 3, dan 4.
- Isi masing-masing tabung secara berurutan: Tabung 1 dengan 10 tetes larutan glukosa, Tabung 2 dengan 10 tetes amilum, Tabung 3 dengan 10 tetes cairan putih telur, dan Tabung 4 dengan 10 tetes minyak goreng.
- Tambahkan masing-masing 4 tetes larutan Biuret ke dalam setiap tabung reaksi tersebut, lalu goyang perlahan secara merata.
💡 Tabung reaksi manakah yang menunjukkan perubahan warna dan apa warnanya?
➔ Tabung reaksi nomor 3 (berisi putih telur) mengalami perubahan warna menjadi UNGU.
💡 Apakah tabung reaksi yang lain menunjukkan adanya perubahan warna? ➔ Tidak, tabung lainnya tidak menunjukkan perubahan warna indikator protein.
💡 Kesimpulan: Jenis nutrien apakah yang diidentifikasi oleh larutan Biuret? ➔ REAGEN BIURET digunakan khusus untuk mengidentifikasi kandungan PROTEIN.
💡 Apakah tabung reaksi yang lain menunjukkan adanya perubahan warna? ➔ Tidak, tabung lainnya tidak menunjukkan perubahan warna indikator protein.
💡 Kesimpulan: Jenis nutrien apakah yang diidentifikasi oleh larutan Biuret? ➔ REAGEN BIURET digunakan khusus untuk mengidentifikasi kandungan PROTEIN.
b. Prosedur Uji Amilum
- Cucilah seluruh tabung reaksi yang telah digunakan pada percobaan sebelumnya hingga benar-benar bersih dan steril.
- Siapkan kembali 4 jenis bahan uji ke dalam tabung reaksi dengan komposisi takaran yang sama seperti prosedur awal.
- Tambahkan masing-masing 5 tetes larutan Iodin/Lugol ke dalam tiap-tiap tabung reaksi.
💡 Tabung reaksi manakah yang menunjukkan perubahan warna dan apa warnanya?
➔ Tabung reaksi nomor 2 (berisi amilum/kanji) mengalami perubahan warna menjadi BIRU KEHITAMAN.
💡 Apakah tabung reaksi yang lain menunjukkan adanya perubahan warna? ➔ Tidak ada perubahan warna yang berarti pada tabung reaksi lainnya.
💡 Kesimpulan: Jenis nutrien apakah yang diidentifikasi oleh larutan Iodin? ➔ REAGEN IODIN digunakan khusus untuk mengidentifikasi kandungan AMILUM / KARBOHIDRAT.
💡 Apakah tabung reaksi yang lain menunjukkan adanya perubahan warna? ➔ Tidak ada perubahan warna yang berarti pada tabung reaksi lainnya.
💡 Kesimpulan: Jenis nutrien apakah yang diidentifikasi oleh larutan Iodin? ➔ REAGEN IODIN digunakan khusus untuk mengidentifikasi kandungan AMILUM / KARBOHIDRAT.
c. Prosedur Uji Glukosa
- Bersihkan kembali seluruh tabung reaksi dari sisa pengujian sebelumnya.
- Masukkan kembali 4 jenis bahan uji ke dalam masing-masing tabung reaksi secara presisi.
- Tambahkan masing-masing 5 tetes larutan Benedict ke dalam tiap tabung reaksi.
- Nyalakan pembakar bunsen, jepit tabung reaksi, lalu panaskan setiap tabung di atas nyala api secara hati-hati selama beberapa menit.
💡 Tabung reaksi manakah yang menunjukkan perubahan warna setelah dipanaskan?
➔ Tabung reaksi nomor 1 (berisi larutan glukosa) mengalami perubahan warna secara dramatis.
💡 Apakah warna akhir dari perubahan tersebut dan bagaimana tabung lainnya? ➔ Larutan berubah menjadi MERAH BATA, sedangkan tabung reaksi yang lain tidak mengalami perubahan.
💡 Kesimpulan: Jenis nutrien apakah yang diidentifikasi oleh larutan Benedict? ➔ REAGEN BENEDICT digunakan khusus untuk mengidentifikasi kandungan GLUKOSA (Gula Pereduksi).
💡 Apakah warna akhir dari perubahan tersebut dan bagaimana tabung lainnya? ➔ Larutan berubah menjadi MERAH BATA, sedangkan tabung reaksi yang lain tidak mengalami perubahan.
💡 Kesimpulan: Jenis nutrien apakah yang diidentifikasi oleh larutan Benedict? ➔ REAGEN BENEDICT digunakan khusus untuk mengidentifikasi kandungan GLUKOSA (Gula Pereduksi).
d. Prosedur Uji Lemak
- Siapkan selembar kertas sampul cokelat datar yang bersih.
- Oleskan atau teteskan sedikit masing-masing bahan uji pada area permukaan kertas sampul cokelat yang berbeda.
- Beri label nama bahan pada setiap titik uji, kemudian biarkan lembaran kertas hingga mengering secara alami.
- Angkat dan arahkan kertas ke sumber cahaya datang (terawang), amati noda yang terbentuk pada area bekas bahan uji.
💡 Bahan uji manakah yang meninggalkan bekas noda transparan dan tidak tampak mengering?
➔ Sampel MINYAK GORENG meninggalkan bekas noda transparan menetap pada kertas cokelat.
💡 Kesimpulan: Karakteristik zat apa yang dapat dianalisis menggunakan media kertas cokelat ini? ➔ KERTAS COKELAT digunakan sebagai indikator sederhana untuk mengetahui keberadaan kandungan LEMAK / LIPID.
💡 Kesimpulan: Karakteristik zat apa yang dapat dianalisis menggunakan media kertas cokelat ini? ➔ KERTAS COKELAT digunakan sebagai indikator sederhana untuk mengetahui keberadaan kandungan LEMAK / LIPID.
D. Tabel Hasil Pengamatan
Panduan Pengisian Lembar Kerja: Untuk hasil uji eksperimen ke-1 hingga ke-3, cantumkan tanda positif (+) jika terjadi perubahan warna indikator secara signifikan atau tanda negatif (-) jika tidak berubah. Pada uji ke-4 (Lemak), bubuhkan tanda (+) apabila bagian kertas tampak transparan/tidak mengering, serta tanda (-) jika mengering sempurna.
Tags
PRAKTIKUM