/> FOTOPERIODISME

FOTOPERIODISME

Pertumbuhan tumbuhan dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti air, suhu, pH, dan terutama cahaya matahari. Tumbuhan memerlukan cahaya untuk fotosintesis. Perbedaan geografis menyebabkan perbedaan lama penyinaran di berbagai daerah.

Di negara 4 musim, panjang siang dapat mencapai 16–20 jam. Lama penyinaran ini sangat memengaruhi pertumbuhan dan terutama proses perbungaan.

Respon tumbuhan terhadap lama penyinaran disebut fotoperiodisme. Istilah ini berasal dari “photo” (cahaya) dan “period” (jangka waktu).

Fotoperiodisme ditemukan oleh W.W. Garner dan H.A. Allard. Mereka mengamati bahwa pembungaan pada kedelai Biloxi dan tembakau Maryland Mammoth dipengaruhi oleh panjang hari.

Proses ini dikendalikan oleh fitokrom yang ditemukan oleh Sterling B. Hendricks.

Berdasarkan penelitian, yang paling berpengaruh terhadap pembungaan bukan hanya lamanya cahaya, tetapi justru lamanya periode gelap yang diterima tumbuhan.

🌿 Tumbuhan Berhari Panjang

Tumbuhan yang berbunga jika periode gelap lebih pendek dari nilai kritis. Jika gelap diperpanjang, tanaman tidak berbunga.

Contoh: kentang (Solanum tuberosum), bit, bayam, gandum, oat, kubis, selada.

🌸 Tumbuhan Berhari Pendek

Tumbuhan yang berbunga jika periode gelap lebih panjang dari nilai kritis.

Contoh: dahlia, stroberi, krisan, kedelai, tembakau, aster.

☀️ Tumbuhan Berhari Netral

Tumbuhan yang tidak dipengaruhi panjang hari. Pembungaan terjadi saat sudah mencapai fase dewasa.

Contoh: mawar, bunga matahari, jagung, padi, mentimun, pepaya, kapas.

Nilai kritis tiap tanaman berbeda-beda, tetapi umumnya berkisar antara 12–14 jam.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama