Asam Absisat (ABA)
Hormon ini adalah "penjaga" tumbuhan yang bekerja secara antagonis (berlawanan) dengan Auksin dan Giberelin. Jika Auksin memacu pertumbuhan, Asam Absisat justru berperan dalam menghambatnya untuk melindungi tumbuhan.
🧪 Pertama kali dikenali secara kimia oleh Frederick T. Addicott saat mempelajari gugurnya buah kapas. Hormon ini disintesis pada akar, batang, daun, dan buah hijau.
🌱 Dormansi: Cara Biji Bertahan Hidup
Asam absisat mendorong biji untuk melakukan dormansi (tidur panjang) dengan menghambat perkecambahan saat lingkungan sedang buruk.
🛡️ Mekanisme Pertahanan Tumbuhan
ABA berfungsi mempertahankan tumbuhan dari kekeringan, tanah bergaram, hingga suhu ekstrem. Mari kita lihat aksinya pada kasus kekurangan air:
- Saat air sedikit, kadar ABA pada stomata meningkat.
- Stomata akan menutup secara otomatis.
- Laju penguapan (transpirasi) menurun drastis, sehingga air tetap terjaga di dalam tubuh tumbuhan.
(Ilustrasi Penutupan Stomata)
⚠️ Efek Samping: Menutupnya stomata memang menghemat air, tapi juga menghambat fotosintesis karena pasokan CO₂ jadi terhenti.
KESIMPULAN: FUNGSI ABA
Mengurangi kecepatan pembelahan dan pembesaran sel.
Mencegah biji berkecambah di waktu yang salah.
Menutup pintu penguapan saat air langka.
Memacu gugurnya daun untuk efisiensi air.
Sumber gambar: Pixabay & Dokumentasi Pribadi