Mengenal Kromosom
Di dalam inti sel (*nukleus*) makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan, terdapat struktur padat seperti benang-benang halus yang disebut Kromosom. Kromosom bertindak sebagai unit pembawa sifat atau materi genetik yang akan diturunkan dari induk kepada generasi penerusnya.
Bagaimana Struktur Raksasa DNA Dikemas?
Kromosom merupakan molekul nukleoprotein, artinya komponen utamanya tersusun atas kombinasi **Asam Nukleat (DNA)** dan **Protein**.
Protein Histon
Protein khusus yang berfungsi sebagai "kumparan/gelendong" tempat melilitnya benang DNA. Dalam satu kompleks, DNA digulung kurang lebih dua kali mengitari histon.
Nukleosom
Satu kesatuan unit kompleks yang terdiri dari untai DNA yang melilit protein histon. Antar nukleosom dihubungkan oleh DNA Penghubung (linker) sepanjang 8-114 pasangan basa.
Selain protein histon, terdapat juga protein non-histon. Protein non-histon ini mengemban tugas krusial untuk replikasi DNA, regulasi ekspresi gen, serta menjaga agar struktur fisik kromosom tetap stabil.
Kariotipedan Tipe Kromosom Manusia
Setiap sel tubuh manusia normal mengandung total 46 kromosom. Gambaran atau peta susunan kromosom lengkap seseorang disebut sebagai Kariotipe. Di dalam kariotipe, setiap kromosom berpasangan dengan kembarannya yang memiliki bentuk dan ukuran yang persis sama, pasangan ini dinamakan Kromosom Homolog.
Berdasarkan fungsinya, 46 kromosom manusia dibagi menjadi dua kelompok utama:
Panduan Penulisan Rumus Kromosom Manusia
Berikut adalah aturan standar penulisan simbol/rumus materi kromosom sel tubuh (*somatis*) dan sel kelamin (*gamet*) pada manusia:
Sel Tubuh Laki-Laki (Pria Somatis)
Disimbolkan dengan 22AA + XY atau 44A + XY.
Artinya: Memiliki 22 pasang (44 buah) Autosom tubuh dan sepasang Gonosom kelamin berupa kromosom X dan Y.Sel Sperma Laki-Laki (Gamet)
Disimbolkan dengan 22A + X atau 22A + Y.
Artinya: Sel sperma bersifat haploid, hanya membawa *separuh* dari kromosom induk (22 buah autosom ditambah 1 buah kromosom kelamin X atau Y).Sel Tubuh Perempuan (Wanita Somatis)
Disimbolkan dengan 22AA + XX atau 44A + XX.
Artinya: Memiliki 22 pasang (44 buah) Autosom tubuh dan sepasang Gonosom kelamin berupa kromosom X dan X.Sel Telur Perempuan (Ovum)
Disimbolkan dengan 22A + X.
Artinya: Sel telur wanita selalu membawa jumlah haploid konstan yaitu 22 buah autosom tubuh dan 1 buah kromosom kelamin X.Bagian-Bagian Struktur Kromosom
Secara mikroskopis, struktur satu buah kromosom utuh dapat dibagi menjadi beberapa bagian fungsional yang spesifik:
Sumber gambar: www.easybiologiclass.com
Teknik Pewarnaan Giemsa (Eukromatin vs Heterokromatin)
Kromosom dapat diamati dengan jelas di bawah mikroskop menggunakan teknik pewarnaan khusus, salah satunya menggunakan Zat Warna Giemsa. Perbedaan tingkat kerapatan gulungan DNA menghasilkan pita-pita warna yang khas:
1. Eukromatin
Bagian kromosom yang pengemasannya kurang rapat/longgar, sehingga menyerap sedikit zat warna Giemsa dan tampak lebih terang. Bagian inilah yang aktif melakukan transkripsi dari DNA ke RNA dan mencakup sekitar 90% dari seluruh genom manusia.
2. Heterokromatin
Bagian kromosom yang tergulung sangat rapat/padat, sehingga mengikat kuat zat warna Giemsa dan tampak sebagai pita-pita gelap. Bagian ini umumnya tidak aktif secara genetik (jarang melakukan transkripsi).
Klasifikasi Berdasarkan Jumlah Sentromer
Setiap kromosom memiliki karakteristik unik tersendirei berdasarkan keberadaan pusat pelekukannya:
4 Macam Bentuk Kromosom (Letak Sentromer)
Berdasarkan posisi atau letak sentromernya terhadap lengan kromosom, kromosom dikelompokkan menjadi 4 bentuk standar:
Sumber diagram bentuk: www.uvm.edu
Jumlah Kromosom Organisme
Setiap spesies memiliki jumlah kromosom yang konstan dan spesifik. Menariknya, jumlah kromosom tidak menentukan tingkatan perkembangan evolusi suatu makhluk hidup. Sebagai contoh, manusia yang memiliki sistem organ kompleks hanya memiliki 46 kromosom, sementara Ikan Mas (*Carassius auratus*) yang tingkatannya lebih rendah memiliki hingga 94–100 buah kromosom.
Tabel 3.1. Perbandingan Jumlah Kromosom Spesies