Apa itu Sifat Antiparalel?
DNA untai ganda (double helix) disebut sebagai molekul yang bersifat antiparalel. Artinya, DNA terdiri dari dua untai polinukleotida yang berjalan berdampingan secara sejajar, tetapi memiliki arah hidrasi molekul yang saling berlawanan.
Arah orientasi ini digambarkan menggunakan istilah Ujung 5' (lima aksen) dan Ujung 3' (tiga aksen). Angka-angka tersebut bukan sekadar label, melainkan representasi langsung dari posisi atom karbon pada molekul gula penyusun DNA.
Memahami Penomoran Karbon Gula (Ujung 5' dan 3')
Untuk memahami dari mana asal penamaan ujung 5' dan 3', mari kita bedah kembali struktur biokimia sebuah nukleotida:
Gula deoksiribosa memiliki struktur cincin yang tersusun atas 5 atom karbon, yang diberi nomor urut 1 sampai 5 (C1 hingga C5):
- C1 Karbon 1: Tempat terikatnya komponen Basa Nitrogen (Adenin, Timin, Guanin, Sitosin).
- C3 Karbon 3: Memiliki gugus hidroksil (—OH bebas) yang akan mengikat fosfat nukleotida berikutnya.
- C5 Karbon 5: Tempat melekatnya komponen Gugus Fosfat utama dari nukleotida itu sendiri.
Ketika nukleotida-nukleotida ini berikatan membentuk rantai polimer panjang, gugus fosfat pada Karbon 5 dari satu nukleotida akan mengikat Karbon 3 dari gula nukleotida di bawahnya. Hal ini menyisakan dua kondisi ujung rantai yang mencolok:
Ujung 5' (Five Prime)
Bagian ujung paling atas rantai di mana terdapat gugus fosfat bebas yang terikat pada atom Karbon nomor 5.
Ujung 3' (Three Prime)
Bagian ujung paling bawah rantai di mana terdapat gugus —OH bebas pada atom Karbon nomor 3.