/> 100 SOAL LATIHAN DAN PEMBAHASAN SISTEM PEREDARAN DARAH

100 SOAL LATIHAN DAN PEMBAHASAN SISTEM PEREDARAN DARAH

Setiap sel dalam tubuh manusia membutuhkan oksigen dan zat makanan agar dapat melakukan aktivitas dan menghasilkan energi. Selain itu, sel-sel juga menghasilkan sisa metabolisme yang harus segera dikeluarkan agar tidak membahayakan tubuh. Untuk menjalankan semua proses tersebut, tubuh manusia memiliki suatu sistem yang bertugas mengangkut berbagai zat ke seluruh bagian tubuh, yaitu sistem peredaran darah. Sistem peredaran darah berfungsi untuk mengedarkan oksigen, zat makanan, hormon, dan zat-zat penting lainnya ke seluruh jaringan tubuh, sekaligus membawa karbon dioksida dan sisa metabolisme ke organ pengeluaran. Sistem ini bekerja secara terus-menerus melalui kerja sama antara jantung, darah, dan pembuluh darah. Tanpa sistem peredaran darah, sel-sel tubuh tidak akan mendapatkan suplai oksigen dan nutrisi, sehingga organ-organ tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, sistem peredaran darah merupakan salah satu sistem penting yang menjaga kelangsungan hidup manusia.

Mari kita latihan soal SISTEM PEREDARAN DARAH

Soal 1: Dalam dunia medis, tenaga kesehatan sering memperkirakan volume darah pasien sebelum melakukan tindakan seperti transfusi darah atau operasi. Salah satu cara sederhana untuk memperkirakan volume darah seseorang adalah dengan menghitung persentase darah dari berat badan, yang pada orang dewasa rata-rata sekitar 8%. Seorang perempuan memiliki berat badan 60 kg. Jika darah dalam tubuh manusia sekitar 8% dari berat badan, maka perkiraan volume darah perempuan tersebut adalah …

  • A. 2,8 liter
  • B. 3,8 liter
  • C. 4,0 liter
  • D. 4,8 liter
  • E. 5,5 liter

Jawaban: D

Pembahasan:
Volume darah = 8% × berat badan = 0,08 × 60 kg = 4,8 liter. Jadi jawaban yang benar adalah D.

Soal 2: Darah berperan penting dalam menjaga keseimbangan internal tubuh (homeostasis), antara lain melalui fungsi plasma darah yang mengandung air, protein plasma, elektrolit, dan berbagai zat terlarut. Plasma darah berfungsi sebagai medium transportasi zat, menjaga tekanan osmotik, serta mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Perubahan proporsi plasma dan sel darah dapat memengaruhi fungsi-fungsi tersebut. Pada seorang pasien, dilakukan pemeriksaan laboratorium dan ditemukan bahwa komposisi plasma darahnya menurun dari 55% menjadi 40%, sementara komponen sel darah meningkat. Berdasarkan informasi fungsi darah, akibat yang akan terjadi karena perubahan tersebut adalah ….

  • A. Penurunan kemampuan darah mengangkut oksigen
  • B. Meningkatnya volume darah total secara drastis
  • C. Penurunan kemampuan tubuh mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit
  • D. Meningkatnya produksi antibodi secara berlebihan
  • E. Meningkatnya kadar nutrisi dalam aliran darah

Jawaban: C

Pembahasan:
Plasma darah membawa air, protein, hormon, dan elektrolit. Jika persentasenya turun, keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh dapat terganggu.

Soal 3: Seorang pasien yang mengalami kekurangan gizi protein menunjukkan gejala pembengkakan pada bagian kaki dan perut (edema). Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan tekanan osmotik darah pasien tersebut lebih rendah dari normal. Dokter menduga kondisi ini berkaitan dengan penurunan salah satu jenis protein dalam plasma darah yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh. Plasma darah mengandung protein plasma yang berperan penting dalam berbagai fungsi tubuh. Protein plasma yang berfungsi untuk mengatur volume darah, keseimbangan pH, serta menjaga keseimbangan air dalam darah adalah ……

  • A. Fibrinogen
  • B. Globulin
  • C. Albumin
  • D. Hormon
  • E. Enzim

Jawaban: C

Pembahasan:
Albumin menjaga keseimbangan air dan volume darah serta mengatur pH darah.

Soal 4: Seorang pasien mengalami luka cukup dalam akibat kecelakaan. Beberapa saat setelah darah keluar, terlihat bahwa darah tersebut perlahan berhenti mengalir dan membentuk gumpalan yang menutup luka. Proses ini melibatkan berbagai protein plasma darah yang bekerja secara berurutan untuk mencegah kehilangan darah berlebihan, salah satunya adalah fibrinogen. Berdasarkan peristiwa tersebut, fungsi utama fibrinogen dalam darah adalah …

  • A. Mengangkut oksigen
  • B. Menghasilkan antibodi
  • C. Proses pembekuan darah
  • D. Mengatur metabolisme tubuh
  • E. Mengkatalisis reaksi kimia

Jawaban: C

Pembahasan:
Fibrinogen diubah menjadi fibrin untuk membentuk gumpalan darah saat cedera.

Soal 5: Seorang pasien sering mengalami infeksi berulang seperti flu dan radang tenggorokan. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar salah satu protein plasma darahnya berada di bawah normal, yaitu globulin. Protein ini berperan penting dalam pembentukan antibodi untuk melawan patogen. Jika seseorang mengalami kekurangan globulin dalam darah, kemungkinan besar tubuhnya akan mengalami …

  • A. Gangguan pengangkutan oksigen
  • B. Penurunan kemampuan pembekuan darah
  • C. Sistem kekebalan tubuh lemah
  • D. Kelebihan air dalam darah
  • E. Gangguan metabolisme hormon

Jawaban: C

Pembahasan:
Globulin termasuk imunoglobulin yang menghasilkan antibodi dan mengatur lemak, vitamin, serta hormon.

Soal 6: Hasil pengamatan mikroskopis menunjukkan bahwa sel darah merah (eritrosit) manusia berbentuk bikonkaf, yaitu cekung di kedua sisinya. Bentuk ini berbeda dengan sel tubuh lain yang umumnya bulat atau pipih. Struktur khusus tersebut berkaitan erat dengan fungsi utama eritrosit dalam sistem peredaran darah. Berdasarkan informasi tersebut, fungsi bentuk bikonkaf pada sel darah merah adalah…

  • A. Mempercepat proses pembekuan
  • B. Memudahkan transport oksigen dan karbondioksida
  • C. Menyimpan protein plasma
  • D. Menghasilkan antibodi
  • E. Mengatur volume darah

Jawaban: B

Pembahasan:
Bentuk bikonkaf meningkatkan luas permukaan untuk pertukaran gas, sehingga memudahkan transport oksigen dan kakrbondioksida.

Soal 7: Seorang pasien bernama Budi datang ke rumah sakit dengan keluhan mudah lelah, wajah terlihat pucat, dan sering merasa pusing terutama saat berdiri. Ia juga mengeluh jantungnya sering berdebar dan napas terasa lebih pendek saat beraktivitas ringan. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa jumlah sel darah merah Budi hanya 3 juta/mm³ darah, sedangkan jumlah normal sel darah merah berkisar antara 4,5–5,5 juta/mm³ darah. Selain itu, kadar hemoglobinnya juga berada di bawah nilai normal. Berdasarkan data tersebut, kondisi yang paling mungkin dialami pasien adalah …

  • A. Polisitemia
  • B. Anemia
  • C. Leukemia
  • D. Trombositopenia
  • E. Hipertensi

Jawaban: B

Pembahasan:
Jumlah normal sel darah merah laki-laki 4,2–5,4 juta/mm³, perempuan 3,8–4,8 juta/mm³. 3 juta/mm³ tergolong rendah → anemia.

Soal 8: Seorang pasien mengalami anemia hemolitik, yaitu kondisi di mana sel darah merah lebih cepat rusak dari biasanya. Akibatnya, banyak sel darah merah tua dibongkar oleh hati dan limpa. Dalam proses ini, hemoglobin dari sel darah merah akan diuraikan. Bagian zat warna (heme) dari hemoglobin tidak dibuang begitu saja, tetapi diubah menjadi suatu pigmen empedu yang akan diproses di hati. Berdasarkan proses tersebut, zat warna hemoglobin dari sel darah merah yang sudah tua akan diubah menjadi…

  • A. Globulin
  • B. Fibrinogen
  • C. Bilirubin
  • D. Albumin
  • E. Proenzim

Jawaban: C

Pembahasan:
Pada anemia hemolitik, sel darah merah (eritrosit) lebih cepat hancur. Eritrosit yang rusak akan dibongkar oleh limpa dan hati. Di dalam eritrosit terdapat hemoglobin, yang tersusun atas:
Globin → diuraikan menjadi asam amino
Heme → bagian zat warna yang mengandung besi (Fe)
Proses penguraian heme berlangsung sebagai berikut:
Heme → biliverdin
Biliverdin → bilirubin
Bilirubin dibawa ke hati
Di hati, bilirubin diproses dan dikeluarkan melalui empedu

Soal 9: Seorang peneliti sedang meneliti fungsi protein plasma dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh. Ia menggunakan seekor tikus percobaan dan menyuntikkan suatu zat yang menghambat sintesis albumin di hati. Setelah beberapa hari, tikus tersebut mengalami pembengkakan pada kaki dan perut, serta tekanan osmotik darahnya menurun. Seorang peneliti menambahkan zat penghambat sintesis albumin pada hewan percobaan. Efek yang paling mungkin terjadi adalah …

  • A. Darah sulit membeku
  • B. Sistem kekebalan melemah
  • C. Volume darah dan keseimbangan air terganggu
  • D. Oksigen tidak dapat diangkut
  • E. Produksi hormon terganggu

Jawaban: C

Pembahasan:
Albumin mengatur tekanan osmotik dan keseimbangan air darah.

Soal 10: Seorang pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan cepat lelah, pusing, dan sesak napas meskipun tidak melakukan aktivitas berat. Hasil pemeriksaan darah menunjukkan bahwa kadar hemoglobinnya jauh di bawah normal. Hemoglobin berperan penting dalam mengikat dan mengangkut oksigen serta sebagian karbondioksida dalam darah. Jika kadar hemoglobin menurun, maka dampak utama yang terjadi pada tubuh pasien adalah…

  • A. Proses pembekuan darah menjadi lebih lambat
  • B. Jumlah sel darah putih menurun
  • C. Pengangkutan oksigen ke jaringan tubuh terganggu
  • D. Produksi hormon oleh kelenjar endokrin menurun
  • E. Volume plasma darah meningkat drastis

Jawaban: C

Pembahasan:
Hemoglobin berfungsi mengikat dan mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. Jika kadar hemoglobin rendah, kemampuan darah membawa oksigen menurun sehingga jaringan kekurangan oksigen. Akibatnya muncul gejala seperti lelah, pusing, dan sesak napas. Oleh karena itu, dampak utamanya adalah terganggunya pengangkutan oksigen ke jaringan tubuh (C)

Soal 11: Seorang pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan sangat haus, mulut kering, dan jarang buang air kecil setelah mengalami diare berat selama dua hari. Hasil pemeriksaan menunjukkan tanda-tanda dehidrasi berat. Plasma darah terdiri dari 90% air, 8% protein plasma, dan 2% zat terlarut lainnya. Jika seorang pasien mengalami dehidrasi berat, kemungkinan besar kondisi yang terjadi pada darah pasien tersebut adalah …

  • A. Jumlah eritrosit meningkat
  • B. Volume plasma darah menurun
  • C. Hemoglobin meningkat
  • D. Trombosit menurun
  • E. Bilirubin meningkat

Jawaban: B

Pembahasan:
Plasma darah sebagian besar terdiri dari air, sehingga dehidrasi mengurangi volume plasma.

Soal 12: Seorang pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan sering mengalami perdarahan lama berhenti setelah terluka. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa di dalam plasma darahnya terjadi gangguan produksi beberapa enzim dan proenzim yang berperan dalam proses fisiologis tertentu. Berdasarkan kondisi tersebut, dampak yang paling mungkin terjadi pada tubuh pasien adalah …

  • A. Proses metabolisme terganggu
  • B. Pembekuan darah cepat
  • C. Sel darah merah menurun
  • D. Antibodi berlebih
  • E. Oksigen lebih banyak diangkut

Jawaban: A

Pembahasan:
Enzim dan proenzim mengkatalisis reaksi kimia, sehingga gangguan produksinya akan memengaruhi metabolisme.

Soal 13: Seorang pasien datang ke puskesmas dengan keluhan demam tinggi, luka bernanah di kaki, dan hasil pemeriksaan darah menunjukkan peningkatan sel darah putih jenis tertentu. Dokter menyimpulkan bahwa tubuh pasien sedang melawan infeksi bakteri, dan sebagian besar sel yang bekerja aktif adalah leukosit yang mengandung granula di sitoplasmanya. Jenis leukosit tersebut meliputi neutrofil, eosinofil, dan basofil. Neutrofil berperan utama dalam fagositosis bakteri, eosinofil terlibat dalam reaksi alergi dan infeksi parasit, sedangkan basofil mengandung histamin dan heparin yang berperan dalam reaksi peradangan.Manakah pernyataan yang benar mengenai granulosit?

  • A. Granulosit berfungsi utama dalam pembekuan darah
  • B. Neutrofil merupakan granulosit yang paling banyak dan berperan dalam fagositosis bakteri
  • C. Eosinofil berfungsi menghasilkan antibodi terhadap virus
  • D. Basofil berfungsi membawa oksigen ke jaringan
  • E. Granulosit dibentuk di limpa

Jawaban: B

Pembahasan:
Granulosit adalah jenis leukosit yang memiliki granula di sitoplasma, terdiri dari neutrofil, eosinofil, dan basofil. Pada infeksi bakteri, neutrofil merupakan granulosit yang jumlahnya paling banyak dan berperan utama dalam fagositosis bakteri. Eosinofil berperan dalam alergi dan melawan parasit, sedangkan basofil berperan dalam reaksi peradangan melalui histamin dan heparin.

Soal 14: Agranulosit adalah leukosit yang tidak memiliki granula di sitoplasmanya. Jenisnya adalah limfosit dan monosit. Limfosit dibagi menjadi limfosit B yang memproduksi antibodi dan limfosit T yang menyerang sel terinfeksi secara langsung. Limfosit T berbeda dari limfosit B karena?

  • A. Limfosit T tidak memiliki inti sel
  • B. Limfosit T memproduksi antibodi untuk melawan antigen
  • C. Limfosit T menyerang sel yang terinfeksi secara langsung
  • D. Limfosit T adalah granulosit
  • E. Limfosit T mengandung histamin

Jawaban: C

Pembahasan:
Limfosit T menyerang sel terinfeksi secara langsung, sedangkan limfosit B memproduksi antibodi.

Soal 15: Seorang siswa terluka saat bermain bola. Beberapa jam kemudian, area luka tampak merah, bengkak, dan terasa hangat. Di bawah mikroskop, terlihat banyak sel darah putih bergerak keluar dari pembuluh kapiler menuju jaringan yang terluka untuk melawan mikroorganisme penyebab infeksi. Sel darah putih dapat keluar dari pembuluh kapiler untuk menuju jaringan yang terkena antigen. Proses keluarnya sel darah putih dari kapiler seperti pada peristiwa di atas disebut?

  • A. Fagositosis
  • B. Diapedesis
  • C. Hemostasis
  • D. Opsonisasi
  • E. Filtrasi

Jawaban: B

Pembahasan:
Diapedesis adalah gerakan leukosit keluar dari pembuluh darah menuju jaringan yang mengalami infeksi.

Soal 16: Seorang pasien datang ke puskesmas dengan luka bernanah, demam, dan hasil pemeriksaan darah menunjukkan peningkatan leukosit dengan inti sel bersegmen 3–5 lobus. Dokter menyatakan pasien mengalami infeksi bakteri akut. Berdasarkan data klinis dan ciri sel darah putih pada stimulus di atas, jenis leukosit yang paling berperan aktif melawan infeksi tersebut adalah....

  • A. Basofil
  • B. Eosinofil
  • C. Neutrofil
  • D. Limfosit B
  • E. Monosit

Jawaban: C

Pembahasan:
Neutrofil memiliki ciri inti bersegmen 3–5 lobus dan merupakan sel darah putih yang paling cepat dan paling banyak merespons infeksi bakteri, terutama pada infeksi akut seperti luka bernanah.

Soal 17: Seorang pasien sering mengalami gatal, bersin-bersin, mata berair, dan sesak napas setiap kali berada di lingkungan berdebu atau saat musim berbunga. Hasil pemeriksaan darah menunjukkan peningkatan jenis leukosit tertentu yang sensitif terhadap alergen dan mampu berikatan dengan kompleks antigen–antibodi. Dokter mencurigai bahwa reaksi tubuh pasien dipicu oleh aktivitas salah satu jenis sel darah putih yang berperan dalam respons alergi dan hipersensitivitas. Berdasarkan data pada stimulus tersebut, jenis sel darah putih yang paling tepat diidentifikasi sebagai penyebab utama reaksi alergi pasien adalah....

  • A. Neutrofil
  • B. Eosinofil
  • C. Basofil
  • D. Limfosit T
  • E. Monosit

Jawaban: B

Pembahasan:
Eosinofil berperan penting dalam reaksi alergi karena sensitif terhadap alergen dan mampu merespons kompleks antigen–antibodi, serta sering meningkat pada kondisi alergi dan asma.

Soal 18: Seorang peneliti sedang merancang obat anti-alergi baru yang bekerja dengan cara menghambat pelepasan histamin dari basofil. Ia ingin obat tersebut mampu mengurangi pembengkakan, kemerahan, dan rasa gatal yang muncul saat reaksi alergi terjadi. Untuk memastikan mekanisme obatnya tepat, peneliti harus memahami peran utama histamin dalam proses peradangan dan alergi. Jika obat tersebut berhasil menghambat kerja histamin pada basofil, maka efek yang paling logis akan terjadi pada jaringan yang mengalami reaksi alergi adalah...

  • A. Aliran darah ke jaringan meningkat sehingga pembengkakan bertambah
  • B. Pembuluh darah menyempit sehingga reaksi alergi semakin parah
  • C. Permeabilitas kapiler dan aliran darah menurun sehingga bengkak dan kemerahan berkurang
  • D. Aktivitas fagositosis meningkat di jaringan
  • E. Pembekuan darah menjadi lebih cepat di area alergi

Jawaban: C

Pembahasan:
Histamin berfungsi melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan permeabilitas kapiler, sehingga darah dan cairan keluar ke jaringan dan menimbulkan bengkak, kemerahan, dan gatal. Jika histamin dihambat, efek-efek tersebut akan berkurang — inilah prinsip kerja obat anti-alergi (antihistamin).

Soal 19: Seorang pasien melakukan pemeriksaan darah rutin. Hasil laboratorium menunjukkan jumlah leukosit sebesar 8.000 sel/mm³ darah. Dokter membandingkan hasil ini dengan data nilai rujukan leukosit normal, yaitu 5.000–10.000 sel/mm³. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan nilai rujukan tersebut, status jumlah leukosit pasien dapat dianalisis sebagai berikut....

  • A. Di bawah normal
  • B. Normal
  • C. Tinggi
  • D. Sangat rendah
  • E. Tidak mungkin

Jawaban: B

Pembahasan:
Nilai 8.000 sel/mm³ berada di dalam rentang normal 5.000–10.000 sel/mm³, sehingga tidak menunjukkan leukopenia maupun leukositosis.

Soal 20: Seorang pasien penderita kanker menjalani kemoterapi intensif yang menyebabkan kerusakan pada sumsum tulang merah. Beberapa minggu kemudian, hasil pemeriksaan darah menunjukkan pasien menjadi mudah terkena infeksi dan proses penyembuhan lukanya sangat lambat. Dokter menduga gangguan ini berkaitan dengan produksi sel darah putih di dalam tubuh. Berdasarkan kondisi pasien pada stimulus di atas, kesimpulan yang paling tepat mengenai produksi leukosit adalah....

  • A. Meningkat drastis
  • B. Tetap normal
  • C. Menurun
  • D. Tidak terpengaruh
  • E. Berubah menjadi eritrosit

Jawaban: C

Pembahasan:
Leukosit dibentuk di sumsum tulang merah. Jika jaringan ini rusak akibat kemoterapi, maka pembentukan leukosit terganggu, sehingga daya tahan tubuh menurun dan pasien mudah terkena infeksi..

Soal 21: Seorang peneliti sedang mengembangkan terapi penyembuhan luka dengan cara meningkatkan aktivitas sel fagosit di jaringan. Ia mengamati bahwa setelah sel darah putih tertentu keluar dari pembuluh darah dan masuk ke jaringan yang rusak, sel tersebut berubah bentuk dan fungsi menjadi sel pemakan kuman dan sel mati yang lebih aktif. Untuk merancang terapi tersebut, peneliti harus menentukan jenis sel hasil diferensiasi monosit di jaringan. Jika terapi tersebut berhasil meningkatkan perubahan monosit setelah masuk ke jaringan, maka jenis sel yang paling tepat akan terbentuk adalah:

  • A. Neutrofil
  • B. Makrofag
  • C. Limfosit B
  • D. Eosinofil
  • E. Basofil

Jawaban: B

Pembahasan:
Monosit yang keluar dari darah dan masuk ke jaringan akan berdiferensiasi menjadi makrofag, yaitu sel fagosit besar yang berfungsi menelan patogen dan sisa sel serta memicu respons imun lanjutan.

Soal 22: Seorang ilmuwan sedang melakukan pengamatan preparat darah menggunakan mikroskop untuk mengidentifikasi jenis leukosit berdasarkan ada atau tidaknya granula di dalam sitoplasmanya. Berdasarkan konsep granulosit dan agranulosit, jika ia ingin meneliti sel darah putih yang memiliki granula, maka ia seharusnya memilih:

  • A. Limfosit B
  • B. Monosit
  • C. Neutrofil
  • D. Limfosit B
  • E. Sel plasma

Jawaban: C

Pembahasan:
Neutrofil termasuk granulosit, yaitu sel darah putih yang memiliki granula di dalam sitoplasma, sedangkan limfosit dan monosit termasuk agranulosit.

Soal 23: Seorang pasien menjalani terapi obat tertentu yang menyebabkan penurunan tajam jumlah monosit dalam darah. Beberapa minggu kemudian, pasien menjadi lebih sering mengalami infeksi dan proses pembersihan jaringan dari sisa sel mati berjalan lambat. Berdasarkan fungsi monosit sebagai sel fagosit dan data pada stimulus, akibat paling logis dari penurunan jumlah monosit tersebut adalah...

  • A. Terjadi gangguan pembekuan darah
  • B. Tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan pembersihan patogen serta sel mati menjadi kurang efektif
  • C. Jumlah sel darah merah meningkat
  • D. Trombosit mengalami aktivasi berlebihan
  • E. Produksi antibodi meningkat

Jawaban: B

Pembahasan:
Monosit adalah jenis leukosit yang berfungsi sebagai sel fagosit dan akan berkembang menjadi makrofag di jaringan. Tugas utamanya adalah menelan dan menghancurkan mikroorganisme, serta membersihkan sisa-sisa sel mati dan jaringan rusak. Jika jumlah monosit menurun, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan membersihkan patogen serta sel mati menjadi berkurang. Akibatnya, pasien menjadi lebih mudah terkena infeksi dan proses penyembuhan jaringan berjalan lebih lambat.

Soal 24: Perhatikan bagan pembekuan darah berikut ini!

Seorang pasien mengalami perdarahan yang lama berhenti. Hasil pemeriksaan menunjukkan: jumlah trombosit rendah dan kadar protrombin dan fibrinogen normal. Berdasarkan data laboratorium dan bagan pembekuan darah di atas, tahap pembekuan yang paling terganggu pada pasien tersebut adalah…

  • A. Perubahan fibrinogen menjadi fibrin
  • B. Aktivasi protrombin menjadi trombin
  • C. Pelepasan tromboplastin dari trombosit
  • D. Pembentukan jaring fibrin
  • E. Kerja vitamin K dalam plasma

Jawaban: C

Pembahasan:
Walaupun protrombin dan fibrinogen normal, trombosit rendah menyebabkan tromboplastin tidak cukup dilepaskan, sehingga reaksi berantai pembekuan tidak dapat dimulai secara optimal.

Soal 25: Seorang pasien menjalani pemeriksaan darah rutin. Hasil laboratorium menunjukkan: Monosit = 5% dari total leukosit, Trombosit = 200.000/mm³ darah. Dokter ingin mengetahui apakah kemampuan tubuh pasien dalam melakukan fagositosis dan pembekuan darah masih berada dalam kondisi normal. Berdasarkan data pemeriksaan darah pada stimulus di atas, analisis yang paling tepat adalah:

  • A. Monosit cukup untuk fagositosis partikel besar dan trombosit cukup untuk pembekuan
  • B. Monosit berlebihan sehingga mengganggu pembekuan darah
  • C. Trombosit terlalu tinggi → risiko infeksi meningkat
  • D. Monosit terlalu sedikit → trombosit tidak berfungsi
  • E. Kedua jenis sel tidak berperan pada sistem imun

Jawaban: A

Pembahasan:
Nilai monosit 5% masih dalam kisaran normal (±2–8%) sehingga cukup untuk fagositosis, dan trombosit 200.000/mm³ berada dalam batas normal (150.000–400.000/mm³) sehingga pembekuan darah berjalan baik.

Soal 26: Seorang ilmuwan sedang mengamati preparat darah menggunakan mikroskop. Ia menemukan dua jenis sel yang berbeda:
Sel X berukuran besar dan memiliki inti berbentuk ginjal
Sel Y berukuran sangat kecil, berbentuk fragmen sel, dan tidak memiliki inti
Ilmuwan ingin memastikan mana yang merupakan monosit dan mana yang trombosit. Berdasarkan ciri tersebut, pasangan gambar yang paling tepat menunjukkan monosit dan trombosit secara berurutan adalah:

Jawaban: E

Pembahasan:
Monosit adalah sel darah putih besar dengan inti berbentuk ginjal, sedangkan trombosit adalah fragmen kecil tanpa inti

Soal 27: Dua orang pasien mengalami luka yang sama pada tangan dan mengalami perdarahan yang sulit berhenti

Dokter menyatakan bahwa penyebab perdarahan pada kedua pasien berbeda. Berdasarkan data tersebut, manakah kesimpulan yang paling tepat mengenai penyebab gangguan pembekuan darah pada Pasien A?
  • A. Pasien A mengalami anemia karena kekurangan eritrosit
  • B. Pasien A mengalami gangguan faktor pembekuan darah
  • C. Pasien A mengalami kekurangan trombosit
  • D. Pasien A mengalami penyempitan pembuluh darah
  • E. Pasien A mengalami infeksi berat

Jawaban: B

Pembahasan:
Pasien A memiliki jumlah trombosit normal, sehingga masalah bukan pada pembentukan sumbat luka. Namun, waktu pembekuan lama, berarti pembentukan fibrin terganggu. Ini menunjukkan adanya gangguan faktor pembekuan darah, seperti pada penderita hemofilia.

Soal 28: Ketika seseorang terluka, pembuluh darah yang robek akan mengeluarkan darah. Dalam beberapa detik, trombosit yang terbawa aliran darah segera bergerak menuju area yang rusak. Saat menyentuh jaringan pembuluh darah yang terbuka, trombosit mengalami perubahan bentuk dan menjadi lebih lengket sehingga dapat menempel satu sama lain dan pada dinding pembuluh darah. Proses awal yang terjadi ketika trombosit menyentuh area luka adalah…

  • A. Pembentukan fibrin
  • B. Agregasi trombosit
  • C. Adhesi trombosit
  • D. Aktivasi prtotombin
  • E. pembentukan eritrosit

Jawaban: C

Pembahasan:
Adhesi trombosit yaitu tahap awal saat trombosit menempel pada dinding pembuluh darah yang rusak.

Soal 29: Dalam suatu percobaan laboratorium, dua sampel darah diperlakukan berbeda. Sampel I diberi zat pengikat ion kalsium (Ca²⁺) Sampel II dibiarkan normal Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada Sampel I, proses pembekuan darah berlangsung jauh lebih lambat dibandingkan Sampel II.

  • A. Ion Ca²⁺ mempercepat perubahan protrombin menjadi trombin
  • B. Ion Ca²⁺ mengubah fibrinogen langsung menjadi fibrin
  • C. Ion Ca²⁺ menutup luka secara mekanis
  • D. Ion Ca²⁺ menghancurkan trombosit yang rusak
  • E. Ion Ca²⁺ menggantikan fungsi vitamin K

Jawaban: A

Pembahasan:
Ion Ca²⁺ mempercepat perubahan protrombin menjadi trombin

Soal 30: Dalam suatu pengamatan proses pembekuan darah, diperoleh tiga tahap berikut: Tahap I: Trombosit yang rusak melepaskan trombokinase. Tahap II: Protrombin diubah menjadi trombin dengan bantuan ion Ca²⁺ dan vitamin K. Tahap III: Terbentuk benang-benang yang menutup dan menjerat sel-sel darah sehingga luka tertutup rapat. Seorang siswa menyatakan bahwa tahap III adalah tahap paling menentukan dalam menghentikan perdarahan. Berdasarkan urutan proses tersebut, pernyataan siswa tersebut paling tepat didukung oleh peristiwa…

  • A. Trombokinase dilepaskan oleh trombosit
  • B. Protrombin berubah menjadi trombin
  • C. Fibrinogen diubah menjadi fibrin
  • D. Vitamin K dipecah dalam darah
  • E. Darah keluar dari pembuluh

Jawaban: C

Pembahasan:
Tahap akhir pembekuan darah ditandai oleh terbentuknya fibrin dari fibrinogen. Fibrin membentuk jaring yang menutup luka dan menghentikan aliran darah, sehingga tahap inilah yang benar-benar menghentikan perdarahan.

Soal 31: Vitamin K diperlukan tubuh untuk membantu pembentukan protrombin di hati. Protrombin kemudian berperan dalam proses pembekuan darah. Jika kadar vitamin K dalam tubuh terganggu, maka salah satu tahap penting dalam mekanisme pembekuan darah tidak dapat berlangsung secara normal. Seorang pasien diketahui mengalami gangguan vitamin K. Berdasarkan peran vitamin K dalam mekanisme pembekuan darah, dampak paling langsung yang akan terjadi adalah…

  • A. Luka cepat tertutup
  • B. Trombosit tidak menempel pada luka
  • C. Perubahan protrombin menjadi trombin terganggu
  • D. Fibrinogen tidak terbentuk
  • E. Ion kalsium tidak aktif

Jawaban: C

Pembahasan:
Vitamin K diperlukan untuk membantu konversi protrombin menjadi trombin; kekurangannya menghambat proses ini.

Soal 32: Hasil pemeriksaan laboratorium sesorang menunjukkan jumlah trombosit pasien jauh di bawah normal. Dokter menjelaskan bahwa trombosit berperan penting dalam memulai rangkaian reaksi pembekuan darah. Berdasarkan kondisi tersebut, langkah pembekuan darah yang paling terganggu pada pasien tersebut adalah…

  • A. Produksi ion kalsium
  • B. Aktivasi trombokinase
  • C. Perubahan fibrinogen menjadi fibrin
  • D. Aktivitas vitamin K
  • E. Sintesis sel darah merah

Jawaban: B

Pembahasan:
Trombosit berfungsi melepaskan trombokinase (tromboplastin), yang memicu perubahan protrombin menjadi trombin. Jika trombosit rendah, maka aktivasi trombokinase terganggu, sehingga seluruh proses koagulasi melambat

Soal 33: Seorang pasien mengalami perdarahan hebat akibat kecelakaan lalu lintas dan membutuhkan transfusi darah segera. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien memiliki golongan darah B. Untuk mencegah terjadinya reaksi aglutinasi yang berbahaya, dokter harus memilih darah donor yang paling kompatibel dengan pasien tersebut. Berdasarkan prinsip kecocokan antigen–antibodi pada sistem golongan darah ABO, darah donor yang paling aman diberikan kepada pasien tersebut adalah golongan…

  • A. A
  • B. B
  • C. AB
  • D. O
  • E. Semua golongan bisa

Jawaban: B

Pembahasan:
Golongan darah B memiliki:
Antigen B pada eritrosit
Antibodi anti-A dalam plasma
Darah donor yang aman harus tidak mengandung antigen A, sehingga yang cocok adalah:
B (punya antigen B saja)
O (tidak punya antigen A maupun B)
Namun karena ditanya paling aman, maka yang paling ideal adalah golongan B sendiri.

Soal 34: Seorang pasien mengalami anemia berat sehingga memerlukan transfusi darah. Pemeriksaan menunjukkan pasien tersebut memiliki golongan darah AB. Di ruang donor, tersedia darah dari beberapa golongan, termasuk golongan O. Dalam sistem golongan darah ABO, sel darah merah membawa antigen tertentu, sedangkan plasma darah mengandung antibodi yang dapat bereaksi terhadap antigen asing. Reaksi yang tidak sesuai dapat menyebabkan penggumpalan (aglutinasi) yang berbahaya bagi pasien. Jika seseorang bergolongan darah AB menerima darah dari golongan O, apa yang akan terjadi pada interaksi antigen dan antibodi?

  • A. Terjadi aglutinasi karena antigen O bereaksi dengan aglutinin plasma
  • B. Tidak terjadi aglutinasi karena plasma AB tidak mengandung aglutinin
  • C. Terjadi aglutinasi karena antigen A dan B bertemu dengan antibodi O
  • D. Tidak terjadi reaksi karena semua golongan darah kompatibel
  • E. Terjadi penggumpalan karena aglutinin α dan β bertemu antigen O

Jawaban: B

Pembahasan:
Golongan darah AB tidak memiliki aglutinin di plasma, sehingga darah O dapat diterima tanpa aglutinasi.

Soal 35: Seorang ibu yang sedang memeriksakan data kesehatan keluarganya diketahui memiliki golongan darah A (IAIO). Ia memiliki seorang anak dengan golongan darah O. Dalam sistem golongan darah ABO, golongan darah ditentukan oleh kombinasi alel yang diwariskan dari ayah dan ibu. Golongan darah O hanya muncul jika seseorang mewarisi alel resesif dari kedua orang tuanya. Berdasarkan informasi tersebut, golongan darah ayah yang mungkin dimiliki anak tersebut adalah…

  • A. A (IAIA)
  • B. B (IBIB)
  • C. AB (IAIB)
  • D. O (IOIO)
  • E. Tidak dapat ditentukan

Jawaban: D

Pembahasan:
Anak O berarti kedua orangtua menyumbang alel O. Jika ibu A (genotipe IAIO), maka ayah harus memiliki alel O, yaitu golongan O (IOIO).

Soal 36: Seorang pasien memiliki golongan darah O. Dokter membutuhkan donor yang paling aman untuk transfusi. Alasan di balik pemilihan donor yang tepat adalah…

  • A. Donor O, karena tidak memiliki aglutinogen dan memiliki aglutinin α dan β
  • B. Donor AB, karena memiliki semua antigen dan tidak menimbulkan reaksi
  • C. Donor A, karena hanya memiliki aglutinogen A
  • D. Donor B, karena memiliki aglutinogen B
  • E. Semua golongan darah bisa diterima

Jawaban: A

Pembahasan:
Golongan darah O aman sebagai donor untuk O karena tidak memiliki antigen sehingga tidak bereaksi dengan aglutinin penerima.

Soal 37: Jika seseorang dengan golongan darah A+ (Rh+) menerima darah dari donor A– (Rh–), apa yang mungkin terjadi pada jangka panjang jika transfusi diulang beberapa kali tanpa pemeriksaan Rh?

  • A. Tidak ada efek karena ABO sama
  • B. Terjadi aglutinasi akut pada transfusi pertama
  • C. Terjadi pembentukan antibodi anti-Rh, risiko hemolisis pada transfusi berikutnya
  • D. Terjadi anemia permanen karena ABO berbeda
  • E. Tidak perlu khawatir karena Rh tidak berpengaruh

Jawaban: C

Pembahasan:
Golongan A+ memiliki antigen Rh. Menerima darah A– tidak menyebabkan aglutinasi pertama, tapi tubuh dapat membentuk antibodi anti-Rh, sehingga transfusi berikutnya berisiko hemolisis.

Soal 38: Seorang ibu bergolongan darah Rh- menikah dengan ayah Rh+. Anak pertama mereka lahir dengan Rh+. Mengapa pada kehamilan pertama biasanya bayi selamat dari eritroblastosis fetalis?

  • A. Ibu belum membentuk antibodi anti-Rh karena sel darah janin belum masuk ke peredaran ibu secara signifikan
  • B. Bayi memiliki sistem imun yang kuat sehingga antibodi ibu tidak memengaruhi
  • C. Rh+ bersifat resesif sehingga tidak menimbulkan masalah
  • D. Eritroblastosis fetalis hanya terjadi jika bayi Rh-
  • E. Plasenta sepenuhnya memisahkan darah ibu dan bayi sehingga tidak ada interaksi

Jawaban: A

Pembahasan:
Pada kehamilan pertama, jumlah sel darah janin yang masuk ke peredaran ibu biasanya sedikit, sehingga antibodi anti-Rh belum terbentuk dalam jumlah signifikan. Risiko muncul pada kehamilan berikutnya.

Soal 39: Seorang wanita bergolongan darah Rh- menikah dengan pria Rh+. Anak pertama mereka lahir dengan Rh+, dan bayi lahir dalam keadaan sehat. Namun, pada kehamilan kedua, bayi yang dikandung juga Rh+ menunjukkan gejala anemia berat, kulit kuning (ikterus), dan pembesaran hati serta limpa. Dokter menduga bayi mengalami eritroblastosis fetalis. Berdasarkan stimulus di atas, bagaimana mekanisme yang menyebabkan eritroblastosis fetalis pada anak kedua?

  • A. Antibodi anti-Rh dari ibu menyerang sel darah merah bayi Rh+ sehingga terjadi hemolisis
  • B. Sel darah bayi Rh+ menyerang sistem imun ibu
  • C. Kekurangan vitamin K menyebabkan pecahnya sel darah merah bayi
  • D. Eritroblastosis fetalis terjadi karena golongan darah ABO berbeda
  • E. Bayi Rh+ memiliki antibodi yang menyerang ibu

Jawaban: A

Pembahasan:
Setelah kehamilan pertama, ibu Rh- membentuk antibodi anti-Rh. Pada kehamilan kedua, antibodi ini melewati plasenta dan menyerang sel darah merah bayi Rh+, menyebabkan hemolisis.

Soal 40: Seorang wanita bergolongan darah Rh- baru saja melahirkan bayi pertama yang bergolongan darah Rh+. Dokter menyarankan pemberian suntikan anti-Rh (imunoglobulin Rh) setelah persalinan untuk mencegah komplikasi pada kehamilan berikutnya. Salah satu cara mencegah eritroblastosis fetalis adalah pemberian suntikan setelah kehamilan pada ibu Rh-. Apa fungsi utama dari suntikan tersebut?

  • A. Menghancurkan antibodi anti-Rh yang terbentuk dalam darah ibu
  • B. Menambah jumlah sel darah merah bayi
  • C. Meningkatkan produksi RhD dalam tubuh ibu
  • D. Mengubah golongan darah bayi menjadi Rh-
  • E. Menghentikan produksi sel darah janin

Jawaban: A

Pembahasan:
Suntikan ini mengandung anti-Rh imunoglobulin yang menghancurkan sel darah janin Rh+ yang masuk ke peredaran ibu, mencegah pembentukan antibodi.

Soal 41: Jika seorang pria Rh+ (Rhrh) menikah dengan wanita Rh-(rhrh), kemungkinan golongan darah Rh anak yang dominan adalah...

  • A. 50% Rh+ dan 50% Rh-
  • B. Semua Rh-
  • C. Semua Rh+
  • D. 75% Rh+ dan 25% Rh-
  • E. 25% Rh+ dan 75% Rh-

Jawaban: A

Pembahasan:
Rh+ bersifat dominan. Jika ayah heterozigot (Rh+/Rh-) dan ibu Rh-, probabilitas anak Rh+ 50%, Rh- 50%.

Soal 42: Seorang pasien membutuhkan transfusi darah. Dokter sedang memeriksa golongan darah pasien sebelum transfusi. Pasien tersebut bergolongan darah Rh- (rhesus negatif). Berdasarkan informasi di atas, pasien tersebut tidak boleh menerima darah Rh+. Hal ini terjadi karena....

  • A. Rh- yang menerima Rh+ akan membentuk antibodi anti-Rh sehingga terjadi aglutinasi
  • B. Darah Rh+ terlalu kental untuk Rh-
  • C. Rh+ dan Rh- memiliki golongan ABO berbeda
  • D. Rh+ menyebabkan gagal ginjal pada Rh-
  • E. Darah Rh+ tidak mengandung hemoglobin

Jawaban: A

Pembahasan:
Rh- yang menerima Rh+ akan membentuk antibodi anti-Rh, menyebabkan penggumpalan (aglutinasi) darah.

Soal 43: Seorang wanita dengan golongan darah Rh- (Rh negatif) hamil dan mengandung bayi dengan Rh+ (Rh positif). Saat persalinan pertama, sebagian darah bayi dapat masuk ke dalam peredaran darah ibu. Hal ini dapat merangsang sistem imun ibu untuk membentuk antibodi anti-Rh. Untuk mencegah terbentuknya antibodi tersebut, dokter memberikan suntikan anti-Rh (Rh immunoglobulin) setelah persalinan pertama. Bagaimana dampaknya jika suntikan anti-Rh tersebut tidak diberikan kepada ibu setelah persalinan pertama?

  • A. Ibu akan membentuk antibodi anti-Rh, risiko eritroblastosis fetalis meningkat pada kehamilan berikutnya
  • B. Bayi pertama akan langsung mengalami hemolisis
  • C. Golongan darah bayi akan berubah menjadi Rh-
  • D. Ibu tidak akan terpengaruh sama sekali
  • E. Bayi kedua pasti lahir Rh-

Jawaban: A

Pembahasan:
Tanpa suntikan anti-Rh, antibodi ibu terbentuk dan menyerang bayi Rh+ pada kehamilan berikutnya.

Soal 44: Seorang ibu memiliki golongan darah Rh− dan melahirkan bayi pertama dengan Rh+. Setelah persalinan pertama, sebagian sel darah bayi masuk ke dalam peredaran darah ibu sehingga sistem imun ibu membentuk antibodi anti-Rh. Namun, ibu tersebut tidak mendapatkan suntikan anti-Rh (Rho(D) immunoglobulin). Pada kehamilan berikutnya, ibu kembali mengandung bayi dengan golongan darah Rh+. Antibodi anti-Rh yang sudah terbentuk sebelumnya dapat menembus plasenta dan menyerang sel darah merah janin. Jika anak kedua juga bergolongan darah Rh+ dan ibu tidak menerima suntikan anti-Rh, kemungkinan komplikasi yang terjadi pada anak kedua adalah…

  • A. Hemolisis berat dan anemia akibat eritroblastosis fetalis
  • B. Kekurangan sel darah putih
  • C. Kekurangan vitamin K
  • D. Hipertensi neonatal
  • E. Hipoglikemia

Jawaban: A

Pembahasan:
Antibodi anti-Rh dari ibu menyerang sel darah merah bayi Rh+, menyebabkan hemolisis dan anemia.

Soal 45: Seorang pasien mengalami kecelakaan dan membutuhkan transfusi darah dengan segera. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien tersebut memiliki golongan darah A, sementara darah yang tersedia di bank darah adalah dari donor bergolongan darah B. Dalam sistem golongan darah ABO, setiap golongan darah memiliki antigen pada permukaan sel darah merah dan antibodi di dalam plasma yang dapat bereaksi terhadap antigen asing. Ketidaksesuaian antara antigen dan antibodi dapat menimbulkan reaksi transfusi yang berbahaya. Seorang pasien bergolongan darah A menerima transfusi darah dari donor bergolongan darah B. Apa yang kemungkinan besar terjadi pada transfusi tersebut?

  • A. Darah akan diterima dengan baik karena A dan B kompatibel
  • B. Terjadi aglutinasi karena antigen B bertemu aglutinin α dalam plasma pasien
  • C. Terjadi penggumpalan karena antigen A bertemu aglutinin β dalam donor
  • D. Tidak terjadi reaksi karena golongan darah O tidak terlibat
  • E. Transfusi gagal hanya jika donor rhesus negatif

Jawaban: B

Pembahasan:
Pasien bergolongan darah A memiliki aglutinin α, sedangkan darah donor B memiliki antigen B. Bertemunya antigen B dan aglutinin α menyebabkan aglutinasi.

Soal 46: Seorang pasien mengalami kecelakaan dan membutuhkan transfusi darah segera. Pemeriksaan menunjukkan pasien memiliki golongan darah O dengan faktor rhesus negatif (O−). Di ruang bank darah, tersedia darah donor dengan golongan AB dan rhesus positif (AB⁺). Dalam transfusi darah, kesesuaian sistem ABO dan faktor Rhesus sangat penting. Ketidaksesuaian dapat menyebabkan reaksi imun berupa penggumpalan sel darah merah (aglutinasi) dan penghancuran eritrosit (hemolisis) yang berbahaya bagi pasien. Jika seseorang bergolongan darah O− menerima darah dari donor AB⁺, kemungkinan yang akan terjadi adalah…

  • A. Tidak terjadi aglutinasi karena O resipien universal
  • B. Terjadi aglutinasi karena AB memiliki aglutinogen A dan B
  • C. Darah diterima dengan aman karena rhesus tidak mempengaruhi
  • D. Terjadi penggumpalan karena O memiliki aglutinin α dan β, dan donor Rh+ memicu antibodi Rh
  • E. Tidak terjadi reaksi karena AB resipien universal

Jawaban: D

Pembahasan:
Golongan darah O memiliki aglutinin α dan β, sehingga darah AB menyebabkan aglutinasi. Selain itu, donor Rh+ dapat menimbulkan reaksi pada resipien Rh–.

Soal 47: Seorang pasien mengalami perdarahan hebat sehingga membutuhkan transfusi darah. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien tersebut memiliki golongan darah AB dengan rhesus negatif (AB–). Di bank darah tersedia darah donor A dengan rhesus positif (A+). Dalam sistem transfusi darah, kecocokan tidak hanya ditentukan oleh sistem ABO, tetapi juga oleh faktor Rhesus (Rh). Ketidaksesuaian salah satu sistem tersebut dapat memicu reaksi imun yang berbahaya, seperti aglutinasi dan hemolisis. Bagaimana analisis keamanan transfusi darah A rhesus positif pada pasien AB rhesus negatif tersebut?

  • A. Aman karena AB resipien universal
  • B. Berisiko terjadi aglutinasi karena perbedaan rhesus
  • C. Terjadi aglutinasi karena donor A memiliki antigen B
  • D. Aman karena rhesus hanya penting untuk golongan darah O
  • E. Tidak bisa dianalisis tanpa mengetahui usia donor

Jawaban: B

Pembahasan:
AB resipien universal untuk golongan darah, tetapi karena donor Rh+ dan resipien Rh–, ada risiko aglutinasi akibat antibodi rhesus.

Soal 48: Seorang pasien mengalami kehilangan darah akibat operasi dan memerlukan transfusi segera. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien tersebut memiliki golongan darah B dengan faktor rhesus negatif (B–). Dokter harus memilih darah donor yang tidak hanya sesuai sistem ABO, tetapi juga sesuai faktor rhesus, karena ketidaksesuaian rhesus dapat memicu reaksi imun yang berbahaya, seperti penggumpalan darah dan penghancuran sel darah merah. Berdasarkan sistem golongan darah ABO dan faktor rhesus, donor darah yang paling aman untuk pasien tersebut adalah…

  • A. O rhesus positif
  • B. AB rhesus negatif
  • C. B rhesus negatif
  • D. A rhesus negatif
  • E. O rhesus negatif

Jawaban: C

Pembahasan:
Pasien B– aman menerima darah dari B– karena antigen dan rhesus kompatibel. O– juga aman, tetapi B– lebih ideal.

Soal 49: Dalam suatu rumah sakit terjadi keadaan darurat dengan banyak pasien yang membutuhkan transfusi darah segera. Karena tidak semua golongan darah pasien diketahui dengan cepat, petugas medis sering menggunakan darah golongan O sebagai pilihan awal. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya reaksi penolakan atau penggumpalan darah yang dapat membahayakan pasien. Pada sistem golongan darah ABO, setiap jenis darah memiliki antigen dan antibodi yang berbeda, sehingga tidak semua darah dapat saling ditransfusikan dengan aman. Mengapa golongan darah O disebut donor universal?

  • A. Karena memiliki aglutinin α dan β
  • B. Karena memiliki aglutinogen A dan B
  • C. Karena tidak memiliki aglutinogen A maupun B sehingga tidak menimbulkan aglutinasi
  • D. Karena dapat menerima darah dari semua golongan
  • E. Karena memiliki rhesus positif

Jawaban: C

Pembahasan:
Darah O tidak memiliki antigen A dan B sehingga tidak bereaksi dengan antibodi resipien.

Soal 50: Seorang pasien AB rhesus positif membutuhkan transfusi. Dari golongan berikut, donor mana yang paling aman?

  • A. A rhesus negatif
  • B. B rhesus positif
  • C. O rhesus positif
  • D. AB rhesus negatif
  • E. Semua golongan aman

Jawaban: E

Pembahasan:
AB+ adalah resipien universal, bisa menerima darah dari semua golongan dan rhesus.

Soal 51: Jika darah B– ditransfusikan ke resipien O+, apa yang akan terjadi?

  • A. Aman karena rhesus positif
  • B. Terjadi aglutinasi karena resipien memiliki aglutinin α dan β
  • C. Aman jika volume transfusi sedikit
  • D. Tidak terjadi reaksi karena B– memiliki aglutinin β
  • E. Tidak bisa diterima karena golongan darah O resipien universal

Jawaban: B

Pembahasan:
Resipien O memiliki antibodi α dan β sehingga darah B akan menyebabkan aglutinasi.

Soal 52: Analisis transfusi berikut: donor O+ ke pasien A–. Resiko apa yang mungkin terjadi?

  • A. Aman, karena golongan O donor universal
  • B. Terjadi aglutinasi karena rhesus positif pada donor dan negatif pada resipien
  • C. Darah ditolak karena O memiliki aglutinin
  • D. Aman karena resipien memiliki aglutinin α
  • E. Terjadi penggumpalan karena resipien A– memiliki aglutinogen B

Jawaban: B

Pembahasan:
Walaupun O donor universal, perbedaan rhesus (+ ke –) dapat memicu aglutinasi.

Soal 53: Mengapa AB tidak memiliki aglutinin α maupun β?

  • A. Karena memiliki antigen A dan B yang netral terhadap antibodi
  • B. Karena golongan darah AB hanya ada pada rhesus positif
  • C. Karena AB adalah donor universal
  • D. Karena antibodi dihancurkan di plasma
  • E. Karena O memproduksi aglutinogen

Jawaban: A

Pembahasan:
AB memiliki antigen A dan B sehingga sistem kekebalan tidak memproduksi antibodi α maupun β untuk menghindari aglutinasi sendiri.

Soal 54: Seorang pasien mengalami perdarahan hebat akibat kecelakaan dan membutuhkan transfusi darah dalam jumlah besar. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien memiliki golongan darah rhesus negatif (Rh–). Karena keterbatasan stok, pasien tersebut menerima 500 mL darah rhesus positif (Rh+). Dokter menjelaskan bahwa sistem rhesus berbeda dengan sistem ABO karena antibodi terhadap antigen D tidak terbentuk secara alami, tetapi baru akan terbentuk setelah tubuh terpapar darah Rh+. Berdasarkan kondisi tersebut, efek yang paling mungkin terjadi pada pasien adalah …

  • A. Terjadi aglutinasi dan hemolisis segera setelah transfusi
  • B. Tidak terjadi reaksi langsung, tetapi pasien akan membentuk antibodi anti-Rh
  • C. Transfusi aman karena volume darah kecil
  • D. Darah Rh+ selalu aman bagi penerima Rh–
  • E. Tidak akan terjadi sensitisasi pada sistem imun

Jawaban: B

Pembahasan:
Individu Rh– tidak memiliki antibodi anti-Rh secara alami. Saat darah Rh+ pertama kali masuk ke tubuhnya, sistem imun akan mengenali antigen D sebagai benda asing dan mulai membentuk antibodi anti-Rh (terjadi sensitisasi). Reaksi aglutinasi dan hemolisis biasanya baru terjadi pada transfusi Rh+ berikutnya, bukan pada paparan pertama.

Soal 55: Perhatikan gambar berikut ini!

Berdasarkan gambar jantung di atas, perbedaan ketebalan dinding ventrikel kiri dan kanan disebabkan...

  • A. Ventrikel kiri memompa darah ke paru-paru, sedangkan ventrikel kanan memompa ke seluruh tubuh.
  • B. Ventrikel kanan memompa darah ke seluruh tubuh, sedangkan ventrikel kiri memompa ke paru-paru.
  • C. Ventrikel kiri memompa darah ke seluruh tubuh, sedangkan ventrikel kanan hanya ke paru-paru.
  • D. Kedua ventrikel sama-sama memompa darah ke seluruh tubuh sehingga ketebalannya sama.
  • E. Ketebalan dinding ventrikel tidak terkait dengan fungsi pemompaan darah.

Jawaban: C

Pembahasan:
Ventrikel kiri harus bekerja lebih kuat untuk memompa darah ke seluruh tubuh sehingga dindingnya lebih tebal dibandingkan ventrikel kanan yang hanya memompa ke paru-paru.

Soal 56: Seorang pasien lahir prematur dan masih memiliki foramen ovale yang belum menutup sepenuhnya. Hal ini dapat menyebabkan...

  • A. Darah dari ventrikel kiri masuk ke ventrikel kanan.
  • B. Darah dari atrium kiri masuk ke atrium kanan.
  • C. Aliran darah dari aorta ke arteri pulmonalis meningkat.
  • D. Katup trikuspid tidak dapat menutup sempurna.
  • E. Tekanan di ventrikel kanan menurun drastis.

Jawaban: B

Pembahasan:
Foramen ovale adalah lubang pada septum antara atrium kiri dan kanan janin. Jika belum menutup, darah dapat mengalir dari atrium kiri ke atrium kanan.

Soal 57: Jika katup AV sebelah kiri (bikuspid/mitral) mengalami kerusakan sehingga tidak menutup dengan sempurna, kemungkinan efek fisiologis yang terjadi adalah...

  • A. Aliran darah dari ventrikel kiri kembali ke atrium kiri saat kontraksi ventrikel.
  • B. Aliran darah dari atrium kanan kembali ke ventrikel kanan saat relaksasi.
  • C. Tekanan di aorta menurun drastis saat sistol.
  • D. Darah dari ventrikel kanan kembali ke atrium kanan saat diastol.
  • E. Ventrikel kiri berhenti memompa darah ke seluruh tubuh.

Jawaban: A

Pembahasan:
Katup mitral mencegah aliran balik darah dari ventrikel kiri ke atrium kiri. Kerusakan menyebabkan regurgitasi (aliran balik) saat ventrikel kontraksi.

Soal 58: Katup semilunaris terdapat pada pangkal arteri pulmonalis dan aorta. Fungsi utama katup ini adalah...

  • A. Membantu atrium memompa darah ke ventrikel.
  • B. Mencegah aliran darah kembali ke ventrikel setelah sistol.
  • C. Mengatur jumlah darah yang masuk ke atrium.
  • D. Menyaring darah sebelum masuk ke paru-paru.
  • E. Menyimpan cadangan darah saat ventrikel relaksasi.

Jawaban: B

Pembahasan:
Katup semilunaris mencegah darah kembali ke ventrikel saat ventrikel relaksasi setelah memompa darah ke aorta dan arteri pulmonalis.

Soal 59: Seorang ilmuwan mencatat denyut jantung rata-rata 72 kali per menit dan volume darah 5 liter per menit pada orang dewasa saat istirahat. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa....

  • A. Setiap denyut jantung memompa sekitar 69,4 mL darah.
  • B. Setiap denyut jantung memompa sekitar 72 mL darah.
  • C. Setiap denyut jantung memompa sekitar 500 mL darah.
  • D. Setiap denyut jantung memompa sekitar 1 liter darah.
  • E. Data ini tidak cukup untuk menghitung volume darah per denyut.

Jawaban: A

Pembahasan:
Volume darah per denyut = 5000 mL / 72 ≈ 69,4 mL per denyut. Ini disebut stroke volume.

Soal 60: Pada pelajaran anatomi jantung, siswa mempelajari bahwa setiap bagian jantung memiliki ketebalan dinding yang berbeda. Guru menunjukkan model jantung dan menjelaskan bahwa ventrikel kiri harus memompa darah ke seluruh tubuh melalui aorta, sedangkan ventrikel kanan hanya memompa darah menuju paru-paru. Ketika siswa membandingkan kedua dinding ventrikel, mereka menemukan bahwa dinding ventrikel kiri terlihat lebih tebal dan kuat. Dinding ventrikel kiri lebih tebal daripada ventrikel kanan. Faktor paling langsung yang menyebabkan kondisi ini adalah…

  • A. Perbedaan tekanan darah dalam atrium kanan
  • B. Besarnya resistensi pembuluh sistemik yang harus dilawan
  • C. Tekanan balik yang diterima dari vena cava
  • D. Banyaknya oksigen dalam darah arteri
  • E. Gaya gravitasi terhadap pemompaan darah

Jawaban: B

Pembahasan:
Ventrikel kiri harus memompa darah melalui sirkulasi sistemik yang memiliki resistensi tinggi, sehingga dindingnya menjadi lebih tebal.

Soal 61: Seorang pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan mudah lelah dan sesak saat menaiki tangga. Dokter menemukan adanya murmur pada sisi kiri dada. Ekokardiografi menunjukkan bahwa katup bikuspid/mitral tidak dapat menutup sempurna, sehingga sebagian darah kembali ke atrium kiri saat ventrikel berkontraksi. Jika katup bikuspid mengalami kerusakan sehingga tidak dapat menutup sempurna, akibat langsung yang terjadi adalah…

  • A. Darah kembali ke ventrikel kanan
  • B. Aliran darah dari ventrikel kiri menuju aorta terhambat
  • C. Darah mengalir balik dari ventrikel kiri ke atrium kiri
  • D. Tekanan di arteri pulmonalis meningkat
  • E. Septum interatrial mengalami penebalan

Jawaban: C

Pembahasan:
Kerusakan katup mitral menyebabkan regurgitasi, yaitu aliran balik darah ke atrium kiri saat ventrikel kiri berkontraksi.

Soal 62: Endokardium adalah lapisan yang melapisi bagian dalam atrium dan ventrikel. Dalam kondisi patologis, lapisan ini dapat menebal dan memengaruhi kapasitas ruang jantung. Endokardium berfungsi membatasi ruangan jantung. Apabila lapisan ini mengalami penebalan abnormal, efek utama yang paling mungkin terjadi adalah…

  • A. Penurunan elastisitas perikardium
  • B. Gangguan hantaran impuls saraf pada miokardium
  • C. Sempitnya ruang atrium atau ventrikel sehingga volume darah berkurang
  • D. Kerusakan katup aorta
  • E. Penurunan jumlah jaringan ikat pada dinding jantung

Jawaban: C

Pembahasan:
Penebalan endokardium mempersempit ruang jantung sehingga mengurangi volume darah yang dapat ditampung dan dipompa.

Soal 63: Seorang bayi berusia dua minggu menunjukkan gejala sianosis dan cepat lelah ketika menyusu. Pemeriksaan menunjukkan bahwa foramen ovale belum menutup sempurna sehingga darah dari kedua atrium bercampur. Akibat yang ditimbulkan karena kondisi tersebut adalah...

  • A. Tekanan aorta turun drastis
  • B. Oksigenasi darah berkurang karena darah bercampur antar atrium
  • C. Aliran darah ke paru-paru terhenti
  • D. Ventrikel kiri menerima darah berlebihan
  • E. Darah vena mengalir langsung ke aorta

Jawaban: B

Pembahasan:
Campurnya darah vena dan arteri menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam darah sistemik.

Soal 64: USG jantung seorang remaja menunjukkan adanya defek pada septum interventrikular sehingga darah dari ventrikel kiri mengalir ke ventrikel kanan. Apa dampak utama dari kerusakan septum interventrikular tersebut?

  • A. Campurnya darah kaya oksigen dan miskin oksigen di tingkat ventrikel
  • B. Peningkatan resistensi pada sistem pulmonal
  • C. Penebalan endokardium secara progresif
  • D. Pompa ventrikel kanan menjadi lebih kuat
  • E. Tekanan atrium kiri meningkat

Jawaban: A

Pembahasan:
Darah kaya oksigen dari ventrikel kiri bercampur dengan darah miskin oksigen dari ventrikel kanan.

Soal 65: Pemeriksaan doppler menunjukkan bahwa katup aorta seorang pria tidak menutup sempurna sehingga terjadi aliran balik darah saat jantung relaksasi. Dampak yang timbuk akibat gangguan fungsi katup aorta tersebut adalah....

  • A. Ventrikel kanan menerima darah berlebih
  • B. Darah dari aorta kembali ke ventrikel kiri saat relaksasi
  • C. Tekanan di atrium kanan meningkat
  • D. Otot miokardium menipis
  • E. Foramen ovale terbuka kembali

Jawaban: B

Pembahasan:
Katup aorta yang bocor menyebabkan regurgitasi darah ke ventrikel kiri saat diastole.

Soal 66: Seorang pasien pasca serangan jantung mengalami kerusakan pada miokardium ventrikel kiri yang menyebabkan penurunan ejection fraction (persentase darah yang berhasil dipompa keluar oleh jantung setiap kali jantung berkontraksi). Akibat dari keadaan pasien tersebut yang mengalami kerusakan miokardium ventrikel kiri adalah....

  • A. Jantung tidak dapat menerima darah dari paru-paru
  • B. Penurunan kemampuan memompa darah ke seluruh tubuh
  • C. Tekanan vena cava meningkat sehingga terjadi edema paru
  • D. Peningkatan frekuensi denyut jantung
  • E. Perikardium mengambil alih fungsi pemompaan

Jawaban: B

Pembahasan:
Kerusakan otot ventrikel kiri menurunkan kemampuan jantung memompa darah ke jaringan tubuh.

Soal 67: Seorang pasien berusia 55 tahun menderita hipertensi pulmonal kronis akibat penyakit paru yang sudah lama. Pemeriksaan ekokardiografi menunjukkan bahwa ventrikel kanan mengalami penebalan dinding (hipertrofi) karena harus memompa darah melawan tekanan tinggi di pembuluh darah paru-paru. Kondisi ini juga menyebabkan peningkatan tekanan balik ke arah atrium kanan, sehingga memengaruhi struktur yang mengatur aliran darah dari atrium kanan menuju ventrikel kanan. Berdasarkan kondisi tersebut, struktur pada jalur aliran darah dari atrium kanan ke ventrikel kanan yang paling terdampak oleh peningkatan tekanan ventrikel kanan adalah …

  • A. Katup mitral
  • B. Orifisium atrioventrikuler kiri
  • C. Katup trikuspid
  • D. Katup bikuspid
  • E. Katup aorta

Jawaban: C

Pembahasan:
Katup trikuspid berada di antara atrium kanan dan ventrikel kanan sehingga langsung terdampak oleh peningkatan tekanan ventrikel kanan.

Soal 68: Jantung wanita normal memiliki berat 250–300 gram. Peningkatan berat jantung dapat menandakan hipertrofi miokard akibat peningkatan beban kerja. Jika seorang wanita memiliki jantung dengan berat 350 gram, maka kemungkinan besar…

  • A. Terjadi hipertrofi miokard karena beban kerja meningkat
  • B. Endokardium menipis sehingga volume darah meningkat
  • C. Perikardium melebar secara tidak normal
  • D. Katup semilunaris tidak bekerja efisien
  • E. Tekanan dalam atrium kiri sangat rendah

Jawaban: A

Pembahasan:
Berat jantung yang meningkat menunjukkan hipertrofi otot jantung akibat beban kerja berlebih.

Soal 69: Pemeriksaan menunjukkan bahwa jantung seorang wanita memiliki berat 350 gram, lebih besar dari normal. Pembesaran ini terjadi karena hipertrofi otot jantung akibat beban kerja yang meningkat. Jika orifisium atrioventrikuler (lubang yang menghubungkan serambi dengan bilik jantung.) kanan menyempit (stenosis), maka keadaan itu akan menyebabkan…

  • A. Atrium kanan harus bekerja lebih kuat sehingga menjadi membesar
  • B. Darah sulit keluar menuju aorta
  • C. Tekanan darah sistemik menurun
  • D. Ventrikel kiri mengalami hipertrofi
  • E. Aliran darah ke paru-paru meningkat

Jawaban: A

Pembahasan:
Stenosis katup AV kanan menambah beban atrium kanan sehingga atrium harus memompa lebih kuat dan dapat mengalami pembesaran.

Soal 70: Seorang pasien mengalami luka robek cukup dalam di bagian lengan. Darah keluar memancar kuat dan berwarna merah terang. Berdasarkan ciri tersebut, jenis pembuluh darah yang mengalami kerusakan adalah…

  • A. Vena karena membawa darah ke jantung
  • B. Arteri karena membawa darah keluar dari jantung dengan tekanan tinggi
  • C. Kapiler karena berdinding tipis
  • D. Arteriole karena berdiameter kecil
  • E. Vena pulmonalis karena membawa darah kaya oksigen

Jawaban: B

Pembahasan:
Darah yang memancar kuat dan berwarna merah terang menunjukkan tekanan tinggi dan kaya O₂, yang merupakan ciri khas pembuluh darah arteri.

Soal 71: Seorang siswa menyimpulkan bahwa “Arteri pulmonalis seharusnya membawa darah kaya oksigen karena termasuk arteri.” Evaluasilah pernyataan siswa tersebut!

  • A. Benar, karena semua arteri selalu membawa oksigen
  • B. Salah, karena arteri pulmonalis membawa darah kaya CO₂ menuju paru-paru
  • C. Benar, karena arteri selalu berasal dari ventrikel kiri
  • D. Salah, karena arteri pulmonalis tidak termasuk pembuluh arteri
  • E. Benar, karena darah di paru-paru selalu kaya oksigen

Jawaban: B

Pembahasan:
Arteri pulmonalis merupakan pengecualian: disebut arteri karena membawa darah keluar dari jantung, tetapi darah yang dibawanya kaya CO₂ menuju paru-paru.

Soal 72: Seorang peneliti ingin merancang pembuluh darah buatan yang berfungsi seperti arteri. Agar dapat menahan tekanan tinggi dari jantung dan aliran darah tetap lancar, kombinasi lapisan yang paling tepat untuk ditiru adalah…

  • A. Tunica intima tipis dan tunica adventitia lunak
  • B. Tunica media tebal dan tunica intima licin
  • C. Tunica adventitia tipis dan tanpa tunica media
  • D. Hanya tunica intima tanpa lapisan lain
  • E. Tunica media tanpa jaringan elastis

Jawaban: B

Pembahasan:
Tunica media yang tebal dan elastis mampu menahan tekanan darah tinggi, sedangkan tunica intima yang licin menjaga aliran darah tetap lancar tanpa hambatan.

Soal 73: Seorang pasien mengalami luka sayat kecil pada bagian punggung tangan. Darah yang keluar tidak memancar, hanya mengalir perlahan dan berwarna agak gelap. Berdasarkan ciri tersebut, pembuluh darah yang paling mungkin terluka adalah…

  • A. Arteri karena membawa darah bertekanan tinggi
  • B. Vena karena letaknya dekat permukaan kulit dan tekanannya rendah
  • C. Kapiler karena berdinding sangat tipis
  • D. Arteriola karena berdiameter kecil
  • E. Vena pulmonalis karena membawa darah kaya oksigen

Jawaban: B

Pembahasan:
Darah vena bertekanan rendah, tidak memancar, dan vena terletak dekat permukaan kulit sehingga mudah terluka.

Soal 74: Seorang pasien mengalami kerusakan pada katup di pembuluh vena kakinya. Akibatnya, darah sulit mengalir kembali ke jantung dan sering terjadi pembengkakan pada kaki. Kesimpulan paling tepat tentang fungsi katup vena berdasarkan kasus tersebut adalah…

  • A. Katup vena berfungsi meningkatkan tekanan darah agar lebih kuat
  • B. Katup vena berfungsi mencegah darah kembali ke jantung
  • C. Katup vena berfungsi menjaga aliran darah tetap satu arah menuju jantung
  • D. Katup vena berfungsi membawa darah kaya oksigen
  • E. Katup vena berfungsi mempercepat denyut jantung

Jawaban: C

Pembahasan:
Katup pada vena mencegah aliran balik darah sehingga darah tetap bergerak satu arah menuju jantung, terutama melawan gaya gravitasi dari kaki.

Soal 75: Perhatikan gambar berikut!

Gambar di atas menunjukan sistem peredaran darah besar. Nomor (1), (4), dan (10) berturut-turut menunjukkan…

  • A. Vena pulmonalis – bilik kanan – vena pulmonalis
  • B. Vena kava – bilik kiri – aorta
  • C. Serambi kanan – bilik kiri – arteri pulmonalis
  • D. Vena kava – serambi kiri – aorta
  • E. Serambi kiri – bilik kanan – aorta

Jawaban: C

Pembahasan:
Darah dari tubuh masuk ke atrium kanan melalui vena kava, lalu ke ventrikel kanan lewat katup trikuspid, kemudian dipompa ke paru-paru melalui arteri pulmonalis.

Soal 76: Perhatikan gambar katup jantung berikut!

Jika katup bikuspid pada gambar mengalami kebocoran, maka dampak yang paling tepat adalah…

  • A. Darah dari ventrikel kiri mengalir kembali ke atrium kiri
  • B. Darah dari aorta masuk ke ventrikel kiri
  • C. Darah kaya CO₂ masuk ke atrium kanan
  • D. Darah tidak bisa masuk ke paru-paru
  • E. Tekanan darah di vena kava meningkat

Jawaban: A

Pembahasan:
Katup bikuspid berfungsi mencegah aliran balik dari ventrikel kiri ke atrium kiri. Jika bocor, darah akan mengalir kembali ke atrium kiri saat ventrikel berkontraksi.

Soal 77: Perhatikan skema berikut!
Ventrikel Kiri → Aorta → Arteri Koroner → Kapiler Jantung → Vena Koroner → Atrium Kanan.
Seorang pasien mengalami penyumbatan pada arteri koronaria. Dampak paling berbahaya yang dapat terjadi berdasarkan alur di atas adalah…

  • A. Paru-paru kekurangan oksigen
  • B. Otot jantung kekurangan oksigen dan nutrisi
  • C. Darah tidak dapat masuk ke atrium kiri
  • D. Ventrikel kanan berhenti memompa
  • E. Tekanan darah di vena pulmonalis meningkat

Jawaban: B

Pembahasan:
Arteri koronaria bertugas memberi oksigen dan nutrisi ke sel-sel jantung. Jika tersumbat, sel jantung kekurangan oksigen dan dapat menyebabkan serangan jantung.

Soal 78: Seorang bayi baru lahir mengalami infeksi pada tenggorokan dan mulut. Dokter menjelaskan bahwa kelenjar limfe yang berada di garis depan pertahanan tubuh bayi ini bekerja untuk melawan infeksi tersebut. Kelenjar limfe manakah yang paling terlibat dalam kasus ini?

  • A. Nodus limfatik di leher
  • B. Tonsil
  • C. Limpa (spleen)
  • D. Timus
  • E. Kapiler limfatik

Jawaban: B

Pembahasan:
Tonsil terletak di rongga mulut dan faring, berfungsi sebagai garis depan pertahanan terhadap benda asing yang masuk melalui saluran pernapasan dan pencernaan. Pada kasus infeksi tenggorokan dan mulut, tonsil berperan aktif dalam menghancurkan mikroorganisme.

Soal 79: Perhatikan skema aliran limfa berikut:


Cairan limfa dari tangan kanan dan kepala kanan akan mengalir melalui pembuluh manakah sebelum masuk ke pembuluh vena di bawah tulang selangka?

  • A. Ductus toraksikus (sinister)
  • B. Ductus limfaticus dekster
  • C. Kapiler limfatik
  • D. Vena kava superior
  • E. Nodus limfatik servikal

Jawaban: B

Pembahasan:
Ductus limfaticus dekster mengalirkan limfa dari kepala kanan, leher kanan, dada kanan, dan tangan kanan menuju pembuluh vena di bawah tulang selangka kanan. Sedangkan ductus toraksikus (sinister) mengalirkan limfa dari sisi kiri tubuh dan anggota gerak bawah.

Soal 80: Seorang pasien mengalami penyumbatan pada arteri kecil yang memasok limpa. Akibatnya, limpa tidak dapat menyaring darah dengan baik. Fungsi utama limpa yang terganggu pada kasus ini adalah…

  • A. Menghasilkan antibodi dan limfosit
  • B. Mengembalikan cairan interstitial ke darah
  • C. Menyaring benda asing dari darah dan memisahkan eritrosit mati
  • D. Menghancurkan benda asing pada saluran pernapasan atas
  • E. Mengangkut limfosit dari kelenjar limfa ke sirkulasi darah

Jawaban: C

Pembahasan:
Limpa berfungsi menyaring benda asing dari darah, menghasilkan limfosit, menyimpan sel darah merah, dan memisahkan eritrosit mati. Jika suplai darah ke limpa terganggu, proses penyaringan darah dan pemisahan sel darah mati tidak optimal.

Soal 81: Seorang pasien datang ke puskesmas dengan keluhan cepat lelah, sering pusing, wajah tampak pucat, dan sesak saat beraktivitas ringan. Dari hasil pemeriksaan laboratorium, diketahui kadar hemoglobin dan jumlah eritrositnya berada jauh di bawah nilai normal. Akibatnya, kemampuan darah dalam mengangkut oksigen ke jaringan tubuh menjadi menurun. Berdasarkan informasi tersebut, diagnosis yang paling tepat untuk kondisi pasien adalah …

  • A. Polisetemia
  • B. Anemia
  • C. Leukemia
  • D. Hemofilia
  • E. Thalasemia

Jawaban: B

Pembahasan:
Anemia ditandai dengan berkurangnya jumlah eritrosit sehingga pasien mudah lelah, pucat, dan sakit kepala.

Soal 82: Perhatikan gambar darah berikut ini:


Pasien ini memiliki eritrosit berbentuk bulan sabit. Dampak utama dari bentuk eritrosit ini terhadap tubuh adalah…

  • A. Meningkatkan transport oksigen ke seluruh tubuh
  • B. Menyebabkan darah lebih encer dan mudah mengalir
  • C. Menyumbat pembuluh darah dan mengurangi daya ikat oksigen
  • D. Mempercepat pembentukan eritrosit baru
  • E. Menyebabkan sel darah putih meningkat drastis

Jawaban: C

Pembahasan:
Sickle Cell Anemia ditandai oleh eritrosit berbentuk bulan sabit, menyebabkan penyumbatan pembuluh darah dan menurunkan kemampuan mengikat oksigen.

Soal 83: Seorang pasien mengalami pendarahan yang sulit berhenti setelah luka kecil. Riwayat keluarga menunjukkan beberapa anggota menderita penyakit serupa. Faktor pembekuan darah mana yang kemungkinan paling rendah dalam kasus ini?

  • A. Faktor pembekuan darah normal
  • B. Faktor pembekuan genetik tertentu
  • C. Vitamin K berlebih
  • D. Platelet meningkat
  • E. Faktor fibrinogen berlebih

Jawaban: B

Pembahasan:
Hemofilia adalah penyakit genetik yang ditandai dengan pendarahan sulit berhenti karena kekurangan faktor pembekuan darah tertentu.

Soal 84: Seorang pasien berusia 55 tahun mengalami nyeri dada saat aktivitas berat. Pemeriksaan angiografi menunjukkan adanya penyumbatan pada arteri koronaria. Dampak paling serius dari kondisi ini adalah…

  • A. Kekurangan oksigen pada paru-paru
  • B. Otot jantung kekurangan oksigen dan nutrisi
  • C. Pembuluh darah vena melebar
  • D. Peningkatan jumlah eritrosit
  • E. Tekanan darah menurun drastis

Jawaban: B

Pembahasan:
Jantung koroner disebabkan penyumbatan arteri koronaria, mengurangi suplai oksigen dan nutrisi ke otot jantung sehingga bisa menyebabkan serangan jantung.

Soal 85: Seorang bayi lahir dengan kulit pucat dan hasil pemeriksaan menunjukkan sel darah merahnya cepat rusak (umur hanya 20–25 hari). Kondisi ini kemungkinan besar adalah…

  • A. Thalasemia
  • B. Anemia sel sabit
  • C. Leukemia
  • D. Polisetemia
  • E. Hemofilia

Jawaban: A

Pembahasan:
Thalasemia adalah kelainan keturunan di mana eritrosit mudah rusak, umur sel darah merah lebih pendek sehingga bayi tampak pucat dan lemah.

Soal 86: Seorang pria berusia 52 tahun bekerja sebagai kasir dan harus berdiri selama lebih dari 8 jam setiap hari. Sejak beberapa bulan terakhir, ia mengeluh kakinya sering terasa berat dan nyeri, terutama pada sore hari. Saat diperiksa, terlihat pembuluh vena di betis dan paha tampak menonjol, berkelok-kelok, dan kaki mengalami pembengkakan ringan. Keluhan berkurang jika kaki diangkat lebih tinggi saat beristirahat. Berdasarkan kondisi tersebut, dokter menduga adanya gangguan pada sistem peredaran darah balik (vena). Seorang pasien mengalami pembengkakan pada kaki dan terlihat pembuluh vena membesar di permukaan kulit. Kondisi ini merupakan gejala dari…

  • A. Trombus
  • B. Embolus
  • C. Varises
  • D. Hemoroid
  • E. Sklerosis

Jawaban: C

Pembahasan:
Varises adalah pelebaran pembuluh vena, biasanya terjadi di kaki karena aliran balik darah terganggu atau tekanan darah di vena meningkat.

Soal 87: Seorang pasien menderita tekanan darah tinggi kronis dengan bacaan 150/95 mmHg. Risiko jangka panjang dari kondisi ini jika tidak ditangani adalah…

  • A. Hemofilia
  • B. Hipotensi
  • C. Sklerosis dan penyakit jantung koroner
  • D. Leukemia
  • E. Thalasemia

Jawaban: C

Pembahasan:
Hipertensi kronis dapat menyebabkan pengerasan pembuluh arteri (sklerosis) dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

Soal 88: Seorang pasien mengalami pendarahan internal akibat pecahnya bekuan darah yang tersangkut di pembuluh kecil. Kondisi ini disebut…

  • A. Trombus dan embolus
  • B. Hemofilia
  • C. Varises
  • D. Polisetemia
  • E. Sklerosis

Jawaban: A

Pembahasan:
Trombus adalah bekuan darah yang menempel pada dinding pembuluh, jika lepas disebut embolus. Embolus yang tersangkut di pembuluh kecil dapat menimbulkan pendarahan internal.

Soal 89: Seorang pria mengalami pembengkakan dan rasa nyeri di sekitar anus akibat pembuluh vena melebar. Faktor penyebab utama kondisi ini adalah kurang serat, kurang minum, dan terlalu banyak duduk. Kondisi ini disebut…

  • A. Varises
  • B. Hemoroid
  • C. Sklerosis
  • D. Jantung koroner
  • E. Thalasemia

Jawaban: B

Pembahasan:
Hemoroid adalah pelebaran pembuluh vena di sekitar anus yang disebabkan oleh faktor pola makan rendah serat, kurang minum, banyak duduk, dan kurang olahraga.

Soal 90: Seorang pasien dengan riwayat infeksi HIV menunjukkan penurunan sistem kekebalan tubuh. Dampak ini membuat tubuhnya lebih rentan terhadap infeksi. Penyakit yang dialami pasien ini adalah…

  • A. AIDS
  • B. Leukemia
  • C. Anemia
  • D. Sickle Cell Anemia
  • E. Hemofilia

Jawaban: A

Pembahasan:
AIDS disebabkan oleh infeksi virus HIV yang menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga pasien lebih mudah terinfeksi penyakit lain.

Soal 91: Seorang pasien mengeluhkan nyeri dada setelah olahraga. Dokter menyarankan pemeriksaan non-invasif untuk melihat struktur jantung dan aliran darah tanpa operasi. Alat yang paling tepat digunakan adalah…

  • A. Operasi bypass jantung
  • B. Elektrokardiograf (Echocardiography/ECG)
  • C. Angioplasti
  • D. Transplantasi jantung
  • E. Pacemaker

Jawaban: B

Pembahasan:
Echocardiography menggunakan gelombang ultrasonik untuk melihat struktur jantung, gerakan dinding ventrikel, katup, dan aliran darah tanpa operasi. Cocok untuk kasus nyeri dada non-invasif.

Soal 92: Seorang pasien mengalami penyumbatan pada arteri koroner. Dokter memutuskan untuk membuat jalur baru dari pembuluh darah sehat menuju jantung agar aliran darah kembali lancar. Prosedur ini disebut…

  • A. Angioplasti
  • B. Operasi bypass jantung
  • C. Transplantasi jantung
  • D. Pacemaker
  • E. Radioaktif scanning

Jawaban: B

Pembahasan:
Operasi bypass jantung dilakukan dengan mencangkok pembuluh darah sehat untuk mengalirkan darah ke jantung melewati arteri yang tersumbat.

Soal 93: Seorang pasien sedang menjalani pemindaian jantung menggunakan bahan radioaktif. Tujuan utama pemeriksaan ini adalah…

  • A. Membuka arteri yang tersumbat
  • B. Mengontrol detak jantung dengan impuls listrik
  • C. Mengetahui aliran darah di arteri jantung dan fungsi ventrikel
  • D. Menggantikan jantung pasien dengan jantung donor
  • E. Mengetahui ukuran dan gerakan katup jantung

Jawaban: C

Pembahasan:
Pemindaian menggunakan radioaktif dilakukan untuk melihat aliran darah di arteri jantung dan fungsi ventrikel, membantu memeriksa nyeri dada atau hasil terapi jantung.

Soal 94: Seorang pasien mengalami penyumbatan plak di arteri jantung. Dokter memasukkan kateter berbalon untuk melebar arteri tersebut. Prosedur ini dinamakan…

  • A. Operasi bypass jantung
  • B. Angioplasti
  • C. Transplantasi jantung
  • D. Pacemaker
  • E. Elektrokardiografi

Jawaban: B

Pembahasan:
Angioplasti dilakukan dengan memasukkan balon melalui kateter ke arteri yang tersumbat. Balon digelembungkan untuk menekan plak sehingga arteri melebar dan aliran darah lancar.

Soal 95: Seorang pasien jantung mengalami gagal jantung dan dokter memutuskan untuk mengganti jantung pasien dengan organ donor yang sehat. Prosedur ini adalah…

  • A. Pacemaker
  • B. Transplantasi jantung
  • C. Angioplasti
  • D. Operasi bypass jantung
  • E. Elektrokardiografi

Jawaban: B

Pembahasan:
Transplantasi jantung adalah prosedur penggantian jantung pasien dengan jantung sehat dari donor, dilakukan jika jantung pasien tidak bisa berfungsi lagi.

Soal 96: Seorang pasien dengan detak jantung tidak teratur dipasang alat kecil di bawah kulit dekat jantung untuk memberi impuls listrik ringan. Alat ini disebut…

  • A. Elektrokardiograf (ECG)
  • B. Pacemaker
  • C. Kateter angioplasti
  • D. Transplantasi jantung
  • E. Radioaktif scanner

Jawaban: B

Pembahasan:
Pacemaker ditanam permanen di dada pasien untuk membantu mengontrol detak jantung dengan impuls listrik ringan.

Soal 97: Seorang pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan cepat lelah dan sesak napas saat beraktivitas ringan. Dokter mencurigai adanya gangguan pada fungsi pompa jantung dan kelainan pada katup jantung. Untuk menegakkan diagnosis, dokter membutuhkan metode pemeriksaan yang dapat memperlihatkan ukuran ruang jantung, gerakan dinding ventrikel, serta kondisi dan fungsi katup jantung secara langsung tanpa melakukan pembedahan.

  • A. Elektrokardiografi (Echocardiography/ECG)
  • B. Angioplasti
  • C. Operasi bypass jantung
  • D. Transplantasi jantung
  • E. Pacemaker

Jawaban: A

Pembahasan:
Echocardiography memungkinkan dokter melihat ukuran dan gerakan dinding ventrikel, anatomi dan gerakan katup, serta arah aliran darah tanpa operasi invasif.

Soal 98: Seorang pasien penderita penyakit jantung koroner telah menjalani operasi bypass jantung karena adanya penyempitan pada arteri koroner. Beberapa minggu setelah operasi, dokter ingin memastikan bahwa pembuluh darah baru yang dipasang benar-benar berfungsi dengan baik dan aliran darah menuju otot jantung sudah kembali lancar. Untuk itu diperlukan suatu metode pemeriksaan yang dapat memperlihatkan aliran darah pada pembuluh koroner secara langsung. Untuk memeriksa apakah aliran darah melalui arteri jantung pasien tersebut sudah lancar, metode pemeriksaan yang paling tepat adalah …

  • A. Pacemaker
  • B. Pemindaian radioaktif
  • C. Transplantasi jantung
  • D. Angioplasti
  • E. Elektrokardiografi

Jawaban: B

Pembahasan:
Pemindaian radioaktif (misalnya thallium scan atau PET scan jantung) dapat menunjukkan daerah otot jantung yang mendapat atau kekurangan aliran darah. Setelah bypass, pemeriksaan ini digunakan untuk menganalisis apakah darah sudah mengalir dengan baik melalui pembuluh koroner. Pacemaker dan transplantasi adalah tindakan terapi, bukan pemeriksaan. Angioplasti adalah tindakan membuka pembuluh, bukan alat evaluasi pasca-operasi. EKG hanya merekam aktivitas listrik jantung, bukan aliran darah.

Soal 99: Seorang pasien mengalami arteri koroner tersumbat dan dokter ingin membuka arteri tanpa operasi besar. Alat berupa balon dimasukkan ke arteri untuk menekan plak. Prosedur ini disebut…

  • A. Transplantasi jantung
  • B. Angioplasti
  • C. Operasi bypass jantung
  • D. Pacemaker
  • E. Elektrokardiografi

Jawaban: B

Pembahasan:
Angioplasti menggunakan balon pada kateter untuk membuka arteri yang tersumbat oleh plak, sehingga aliran darah kembali lancar tanpa operasi besar.

Soal 100: Seorang pria berusia 65 tahun sering merasa pusing, mudah lelah, dan beberapa kali hampir pingsan saat berjalan. Pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) menunjukkan bahwa detak jantungnya jauh lebih lambat dari normal. Dokter menjelaskan bahwa impuls listrik yang mengatur denyut jantung pasien tidak bekerja dengan baik, sehingga irama jantung menjadi terlalu lambat dan tidak mampu memompa darah secara optimal ke seluruh tubuh. Untuk mengatasi kondisi ini, dokter memutuskan menanam sebuah alat kecil di bawah kulit dada pasien yang mampu mengirimkan impuls listrik ringan secara teratur ke otot jantung. Alat ini akan membantu…

  • A. Mempercepat aliran darah dalam arteri
  • B. Mengatur kembali irama denyut jantung agar normal
  • C. Meningkatkan kadar oksigen dalam darah
  • D. Memperkuat kontraksi otot jantung secara mekanik
  • E. Menghambat kerja sistem saraf simpatik

Jawaban: B

Pembahasan:
Alat yang ditanamkan adalah pacemaker. Fungsinya adalah memberikan impuls listrik buatan untuk menggantikan atau membantu sistem penghantar impuls jantung yang bermasalah sehingga denyut jantung kembali teratur dan tidak terlalu lambat. Pacemaker tidak secara langsung meningkatkan oksigen darah atau memperkuat otot, tetapi mengatur ritme listrik jantung.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama