/> 85 SOAL DAN PEMBAHASAN SISTEM GERAK

85 SOAL DAN PEMBAHASAN SISTEM GERAK

Soal 1: Seorang peneliti mengamati jaringan tulang rawan pada mikroskop. Didapatkan hasil seperti gambar berikut :

Setelah di teliti lebih lanjut jaringan ini memiliki ciri-ciri jaringan yang halus, transparan, dan memiliki matriks homogen. Lokasi jaringan ini kemungkinan besar adalah…
  • A. ujung hidung
  • B. ruas-ruas tulang belakang
  • C. tendon
  • D. daun telinga
  • E. ligamentum

Jawaban: A

Pembahasan:
Ciri jaringan yang halus, transparan, dan memiliki matriks homogen → itu adalah tulang rawan hialin.
Tulang rawan hialin terdapat pada:
• ujung hidung,
• persendian (sendi sinovial),
• ujung tulang rusuk yang menempel pada tulang dada,
• laring, trakea, dan bronkus.

Soal 2: Seorang dokter ingin memperbaiki cedera pada tulang rawan di persendian lutut pasien. Pasien mengeluhkan nyeri saat bergerak, terutama saat menekuk atau meluruskan lutut, dan dokter menemukan bahwa kerusakan terjadi pada tulang rawan yang menutupi ujung tulang femur dan tibia. Berdasarkan kasus di atas, jenis tulang rawan yang perlu menjadi fokus perbaikan adalah…

  • A. tulang rawan hialin
  • B. tulang rawan elastik
  • C. tulang rawan fibrosa
  • D. tulang rawan hyalin dan elastik
  • E. tulang rawan subkondral

Jawaban: A

Pembahasan:
Tulang rawan yang menutupi epifisis (ujung tulang) pada sendi sinovial, termasuk femur dan tibia, adalah tulang rawan hialin. Ini disebut juga articular cartilage. Berfungsi:
Mengurangi gesekan,
Menahan tekanan,
Memungkinkan pergerakan lutut yang halus.

Soal 3: Seorang pelatih olahraga mengamati bahwa beberapa siswanya cepat merasa lelah saat berlari jarak jauh. Padahal sebelum dan sesudah melakukan olahraga biasanya dilakukan pemanasan dan pendinginan dengan menarik napas dalam-dalam. Pemanasan dan pendinginan dilakukan untuk mempersiapkan energi, menjaga aliran oksigen tetap lancar, dan membantu tubuh mengurangi rasa lelah. Rasa lelah tersebut disebabkan ….

  • A. produksi CO2 yang berlebihan dari proses fermentasi
  • B. penimbunan asam laktat akibat kekurangan O2
  • C. penimbunan alkohol sebagai produk sampingan fermentasi
  • D. meningkatnya proses respirasi akibat kebutuhan energi yang meningkat
  • E. meningkatnya kebutuhan O2 untuk respirasi sel

Jawaban: B

Pembahasan:
Penimbunan asam laktat terjadi ketika otot bekerja keras tetapi suplai oksigen tidak mencukupi. Dalam kondisi ini, sel otot melakukan respirasi anaerob (tanpa oksigen) yang menghasilkan asam laktat sebagai produk sampingan. Penumpukan asam laktat di jaringan otot menyebabkan rasa lelah dan nyeri setelah aktivitas berat.

Soal 4: Seorang ilmuwan sedang meneliti tiga jenis tulang rawan dari organisme berbeda untuk mengetahui fungsi masing-masing jaringan terhadap tekanan mekanik. Ia menguji ketiga jaringan tersebut dengan cara menekuk, menekan, dan meregangkannya. Dari hasil pengamatan, ia mencatat bahwa:
Salah satu jaringan tampak transparan dan halus, memberikan permukaan yang licin pada persendian.
Jaringan lain menunjukkan kelenturan tinggi karena banyak mengandung serabut elastin.
Jaringan terakhir terlihat kurang lentur namun sangat kuat menahan tekanan, karena banyak mengandung serabut kolagen tebal.
Berdasarkan data analisis tersebut, pernyataan yang benar mengenai sifat fisik tulang rawan hialin, elastik, dan fibrosa adalah….

  • A. hialin halus dan lentur, elastik kaku, fibrosa sangat elastik
  • B. hialin transparan dan halus, elastik lentur, fibrosa kurang lentur
  • C. hialin fibrosa, elastik homogen, fibrosa bercabang-cabang
  • D. hialin berserat bercabang, elastik homogen, fibrosa halus
  • E. semua jenis tulang rawan memiliki matriks homogen

Jawaban: B

Pembahasan:
🔵 Hialin: matriks tampak homogen, halus, agak transparan; fleksibel tetapi tidak se-elastik elastik.
🔵 Elastik: kaya serabut elastik, sehingga paling lentur (mis. daun telinga, epiglotis).
🔵 Fibrosa: banyak serabut kolagen tipe I tersusun rapat; paling kuat dan kaku, sehingga kurang lentur (mis. discus intervertebralis).

Soal 5: Seorang ahli anatomi membandingkan beberapa jenis tulang rawan untuk menentukan jaringan yang paling sesuai berfungsi sebagai penyokong dan peredam tekanan kuat pada cakram intervertebralis. Ia mencatat bahwa jaringan pada bagian tersebut mampu menahan tekanan besar, memiliki kekuatan tarik yang tinggi, tetapi kurang lentur. Berdasarkan analisis hubungan antara ciri struktur dan fungsinya, jenis jaringan tulang rawan yang dimaksud memiliki ciri khas….

  • A. Halus, transparan, matriks homogen
  • B. Lentur, matriks dengan serabut bercabang
  • C. Kurang lentur, banyak serabut kolagen
  • D. Elastis, membentuk daun telinga
  • E. Mengandung sel-sel darah

Jawaban: C

Pembahasan:
Jaringan tulang rawan di cakram intervertebralis adalah Tulang Rawan Fibrosa. Ciri khasnya adalah banyaknya serabut kolagen tebal dalam matriksnya, yang memberikan kekuatan tarik luar biasa dan membuatnya kurang lentur dibandingkan jenis tulang rawan lain.

Soal 6: Seorang ilmuwan ingin meneliti penyebab tulang mudah patah pada pasien dengan defisiensi mineral. Berdasarkan pengetahuanmu tentang struktur tulang dan mineral penting yang menyusunnya, analisislah mineral mana yang paling mungkin berperan langsung dalam kekerasan tulang dan menyebabkan tulang mudah patah jika kekurangannya terjadi...

  • A. serabut kolagen
  • B. kalsium fosfat dan magnesium fosfat
  • C. air dan glikogen
  • D. protein plasma
  • E. fosforilasi ATP

Jawaban: B

Pembahasan:
Tulang memiliki dua komponen utama:
Matriks organik (kolagen) → memberi kelenturan
Matriks anorganik (mineral) → terutama kalsium fosfat dan magnesium fosfat untuk kekerasan tulang.
Defisiensi mineral-mineral ini menyebabkan tulang rapuh dan mudah patah.
Jadi mineral yang berperan langsung dalam kekerasan tulang adalah kalsium fosfat dan magnesium fosfat.

Soal 7: Dalam sebuah penelitian, dua kelompok pasien dibandingkan:
Kelompok A kekurangan kalsium dan fosfat.
Kelompok B memiliki kadar kalsium normal, tetapi mengalami kerusakan serabut kolagen karena gangguan produksi protein.
Setelah dilakukan uji kekuatan tulang, diketahui bahwa:
Tulang kelompok A mudah patah saat diberi tekanan tinggi.
Tulang kelompok B tidak patah, tetapi mudah bengkok dan tidak kembali ke bentuk semula.
Berdasarkan data tersebut, faktor manakah yang paling berpengaruh terhadap kekerasan dan kelenturan tulang pada kedua kelompok tersebut?

  • A. Kekerasan tulang dipengaruhi kolagen, kelenturan dipengaruhi mineral
  • B. Kelenturan tulang dipengaruhi mineral, kekerasan dipengaruhi air
  • C. Kekerasan dipengaruhi kalsium-fosfat, kelenturan dipengaruhi kolagen
  • D. Kekerasan dipengaruhi glikogen, kelenturan dipengaruhi ATP
  • E. Kekerasan dan kelenturan hanya dipengaruhi oleh periosteum

Jawaban: C

Pembahasan:
Mineral (kalsium fosfat dan magnesium fosfat) memberi kekerasan dan kekuatan tekan pada tulang → sehingga kekurangan mineral pada kelompok A membuat tulang mudah patah. Serabut kolagen memberi kelenturan dan kekuatan tarik → kerusakan kolagen pada kelompok B membuat tulang mudah bengkok dan kehilangan elastisitas.

Soal 8: Periosteum adalah lapisan tipis yang menutupi permukaan tulang dan memiliki beberapa fungsi penting, termasuk menyediakan nutrisi, oksigen, dan tempat perlekatan jaringan pengikat serta saraf. Jika lapisan periosteum mengalami kerusakan, fungsi-fungsi ini akan terganggu. Seorang pasien mengalami cedera pada periosteum. Berdasarkan artikel di atas, apa kemungkinan dampak yang paling langsung terhadap tulang?

  • A. Tulang menjadi tidak elastis
  • B. Tulang kehilangan sebagian mineral
  • C. Nutrisi dan oksigen ke tulang terganggu
  • D. Osteosit mati karena kolagen hilang
  • E. Tulang tidak dapat mengeras

Jawaban: C

Pembahasan:
• Periosteum adalah selaput jaringan ikat yang membungkus tulang (kecuali pada permukaan sendi).
• Fungsinya antara lain:
1. Menyediakan pembuluh darah untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen ke tulang.
2. Menjadi tempat melekatnya otot dan tendon.
3. Berperan dalam pertumbuhan dan perbaikan tulang.
Jika periosteum cedera, suplai darah dan nutrisi ke jaringan tulang akan terganggu → akibatnya tulang akan sulit memperbaiki diri dan proses metabolisme sel tulang (osteosit) juga terganggu.

Soal 9: Tulang keras atau osteon adalah jaringan ikat khusus yang juga menjadi salah satu komponen sistem gerak. Tulang keras disebut juga tulang sejati. Sifat tulang keras kaku dan keras. Tulang keras memiliki sifat elastis karena serabut kolagen yang terdapat pada matriks tulang membantu tulang menahan tekanan dan kembali ke bentuk semula. Berdasarkan artikel di atas, tulang keras memiliki sifat elastis. Faktor manakah yang paling berperan dalam memberikan sifat elastis pada tulang keras? Jelaskan alasanmu.

  • A. Kandungan kalsium fosfat yang tinggi
  • B. Serabut kolagen pada matriks tulang
  • C. Osteosit yang aktif membelah
  • D. Periosteum yang menempel pada tendon
  • E. Magnesium fosfat dalam lakuna

Jawaban: B

Pembahasan:
Tulang keras tersusun atas dua komponen utama:
• Kalsium fosfat → memberikan kekerasan dan kekuatan tekan.
• Serabut kolagen → memberikan sifat elastis dan kekuatan tarik.
Sehingga elastisitas tulang bukan karena kalsium fosfat, melainkan karena adanya serabut kolagen dalam matriksnya.

Soal 10: Seorang peneliti ingin meningkatkan penyembuhan patah tulang dengan menstimulasi pertumbuhan jaringan tulang baru. Proses penyembuhan tulang melibatkan pembentukan osteoblas yang kemudian menjadi osteosit untuk memperbaiki dan memperkuat tulang yang patah. Berdasarkan artikel di atas, strategi manakah yang paling tepat untuk meningkatkan penyembuhan patah tulang? Jelaskan alasan pilihan Anda.

  • A. Menambahkan kolagen untuk meningkatkan elastisitas tulang
  • B. Memperbanyak pembuluh limfa di tulang
  • C. Mengurangi kadar mineral agar tulang tidak keras
  • D. Memperkuat periosteum dengan jaringan ikat tambahan
  • E. Merangsang aktivitas osteoblas untuk membentuk osteosit baru Memperbanyak pembuluh limfa di tulang

Jawaban: E

Pembahasan:
• Osteoblas adalah sel pembentuk tulang baru yang berperan dalam proses penyembuhan patah tulang dengan mensekresikan matriks tulang (osteoid) dan kemudian mengalami kalsifikasi.
• Kolagen memang penting (opsi A), tetapi bukan strategi utama.
• Mengurangi kadar mineral (opsi C) justru melemahkan tulang.
• Periosteum (opsi D) berperan dalam pertumbuhan tulang, tetapi bukan dengan menambah jaringan ikat tambahan.
• Pembuluh limfa (opsi E) tidak berperan langsung dalam pembentukan tulang baru, melainkan dalam sistem imun.

Soal 11: Seorang mahasiswa kedokteran sedang melakukan penelitian tentang bagaimana pembuluh darah dan saraf tersusun di dalam jaringan tulang yang padat dan kuat. Ia mengamati adanya saluran Havers yang menjadi jalur utama bagi pembuluh darah dan saraf untuk menyalurkan nutrisi ke sel tulang. Berdasarkan hasil pengamatannya, jaringan tulang apakah yang sedang ia teliti, dan apa fungsi utama dari struktur tersebut?

  • A. Menambahkan kolagen untuk meningkatkan elastisitas tulang
  • B. Memperbanyak pembuluh limfa di tulang
  • C. Mengurangi kadar mineral agar tulang tidak keras
  • D. Memperkuat periosteum dengan jaringan ikat tambahan
  • E. Menyalurkan pembuluh darah dan saraf sehingga osteosit menerima nutrisi dan oksigen

Jawaban: E

Pembahasan:
Saluran Havers terdapat pada tulang kompak dan berfungsi sebagai jalur bagi pembuluh darah dan saraf. Melalui saluran ini, nutrisi dan oksigen disalurkan ke osteosit sehingga sel tulang tetap hidup. Jika tidak ada saluran Havers, sel tulang akan kekurangan nutrisi dan mengalami kerusakan.

Soal 12: Perhatikan gambar berikut ini!

Osteosit dalam tulang kompak terhubung satu sama lain melalui saluran kecil yang memungkinkan pertukaran nutrisi dan limbah. Saluran ini ditunjukan oleh nomor….

  • A. 1
  • B. 2
  • C. 3
  • D. 4
  • E. 5

Jawaban: E

Pembahasan:Kanalikuli

Soal 13: Seorang pasien mengalami penurunan jumlah eritrosit dan leukosit akibat paparan zat kimia berbahaya yang merusak jaringan pada bagian dalam tulang panjangnya. Hasil pemeriksaan menunjukkan gangguan terjadi pada jaringan penghasil sel darah. Berdasarkan kondisi tersebut, bagian manakah yang kemungkinan besar mengalami kerusakan, dan bagaimana dampaknya terhadap fungsi tubuh?

  • A. Sumsum merah, sehingga proses pembentukan sel darah terganggu dan transportasi oksigen menurun
  • B. Sumsum kuning, sehingga cadangan lemak tubuh berkurang
  • C. Kanalikuli, sehingga komunikasi antar sel tulang terganggu
  • D. Osteosit, sehingga kepadatan tulang menurun
  • E. Tulang spongiosa, sehingga kemampuan menopang berat badan berkurang

Jawaban: A

Pembahasan:
Sumsum tulang merah berperan penting dalam hematopoiesis, yaitu proses pembentukan sel-sel darah seperti eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih), dan trombosit. Jika sumsum merah rusak, tubuh tidak dapat memproduksi sel-sel darah secara optimal. Akibatnya, kadar eritrosit menurun sehingga pengangkutan oksigen ke jaringan tubuh berkurang, dan kekurangan leukosit menyebabkan penurunan daya tahan tubuh terhadap infeksi.Sementara itu, sumsum kuning hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan lemak, bukan penghasil sel darah.

Soal 14: Seorang pendaki gunung kekurangan asupan makanan selama beberapa hari. Karena cadangan glukosa dan glikogen dalam tubuhnya menipis, tubuh mulai memanfaatkan sumber energi lain yang tersedia. Pemeriksaan menunjukkan bahwa tubuhnya mulai memecah cadangan lemak yang tersimpan di sumsum kuning tulang kompak. Ahli fisiologi sedang menganalisis mekanisme metabolisme yang berlangsung pada kondisi tersebut. Berdasarkan kondisi tersebut, proses yang terjadi pada sumsum kuning adalah….

  • A. Aktivasi lemak dalam sumsum kuning untuk menghasilkan energi
  • B. Pembentukan eritrosit untuk meningkatkan pasokan oksigen
  • C. Penimbunan kembali lemak sebagai persediaan energi
  • D. Penguatan matriks tulang oleh osteosit
  • E. Penyerapan kalsium oleh osteoblas

Jawaban: A

Pembahasan:
• Sumsum kuning pada tulang kompak terutama tersusun dari jaringan lemak.
• Fungsi utamanya adalah menyimpan lemak sebagai cadangan energi.
• Jika tubuh mengalami kekurangan energi kronis, lemak dalam sumsum kuning dapat dipecah menjadi asam lemak dan gliserol untuk diubah menjadi energi.
Pilihan lainnya tidak sesuai:
• A. Membentuk eritrosit → fungsi sumsum merah, bukan kuning.
• B. Menyimpan kalsium → fungsi tulang, bukan sumsum kuning.
• D. Menghubungkan osteosit → dilakukan kanalikuli, bagian dari struktur tulang.
• E. Membentuk kanalikuli → juga bagian dari jaringan tulang, bukan sumsum kuning.

Soal 15: Perhatikan gambar berikut ini!

Seorang pasien mengalami gangguan pada saluran Havers akibat penyumbatan pembuluh darah mikroskopis di dalamnya. Setelah beberapa waktu, jaringan tulang di sekitar saluran tersebut menunjukkan tanda-tanda kerusakan dan osteosit mulai mati. Berdasarkan kasus tersebut, fungsi utama saluran Havers yang terganggu akibat penyumbatan tersebut!

  • A. Menyimpan lemak dalam sumsum kuning
  • B. Menyalurkan nutrisi dan oksigen ke sel tulang (osteosit)
  • C. Menghasilkan jaringan tulang rawan baru
  • D. Mengatur sekresi hormon pertumbuhan
  • E. Penyerapan kalsium oleh osteoblas

Jawaban: B

Pembahasan:
A. Menyimpan lemak dalam sumsum kuning: Lemak disimpan dalam rongga sumsum (terutama sumsum kuning) di bagian tengah tulang, bukan di saluran Havers.
C. Menghasilkan jaringan tulang rawan baru: Fungsi pembentukan tulang (ossifikasi) dilakukan oleh sel osteoblas. Fungsi regenerasi tulang rawan (jika ada) dilakukan oleh kondroblas, bukan saluran Havers.
D. Mengatur sekresi hormon pertumbuhan: Sekresi hormon pertumbuhan diatur oleh kelenjar pituitari (hipofisis), meskipun hormon tersebut memengaruhi pertumbuhan tulang. Saluran Havers tidak memiliki fungsi endokrin (sekresi hormon).
E. Mengontrol penyerapan kalsium di usus: Penyerapan kalsium di usus dikontrol oleh Vitamin D (kalsitriol) dan hormon paratiroid, bukan oleh saluran Havers.

Soal 16: Perhatikan gambar berikut ini!

Jika kanalikuli mengalami kerusakan, osteosit tidak dapat saling berkomunikasi. Hal ini akan berdampak pada…

  • A. Produksi sumsum merah
  • B. Transportasi nutrisi antar osteosit
  • C. Penumpukan sel lemak di sumsum kuning
  • D. Pembentukan sel darah putih di sumsum merah
  • E. Proses pengapuran tulang

Jawaban: B

Pembahasan:
Kanalikuli adalah saluran kecil yang menghubungkan osteosit sehingga berfungsi sebagai jalur transportasi nutrisi dan sinyal antar osteosit

Soal 17: Perhatikan gambar berikut ini!

Seorang pasien mengalami obesitas dan penumpukan lemak abnormal di sumsum kuning. Hal ini dapat menyebabkan… …

  • A. Kekurangan sel darah karena sumsum merah terdesak
  • B. Osteosit rusak karena nutrisi berlebih
  • C. Saluran Havers tersumbat oleh lemak
  • D. Produksi tulang rawan meningkat
  • E. Osteoklas bekerja lebih cepat

Jawaban: A

Pembahasan:
Penumpukan sel lemak di sumsum kuning dapat menekan sumsum merah, sehingga produksi sel darah menurun.

Soal 18: Perhatikan gambar berikut ini!

Jika seorang dokter ingin mengambil sampel jaringan yang aktif membentuk sel darah merah, bagian tulang manakah yang sebaiknya diambil?

  • A. Periosteum
  • B. Tulang kompak
  • C. Tulang spons pada ujung tulang
  • D. Lubang tengah tulang
  • E. Epifisis tulang betis

Jawaban: C

Pembahasan:
Tulang spons pada ujung tulang (epifisis) mengandung sumsum merah yang berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah (hematopoiesis). Tulang kompak hanya memberi kekuatan, periosteum melapisi tulang, dan lubang tengah (medula) mengandung sumsum kuning, terutama penyimpanan lemak

Soal 19: Dalam proses belajar anatomi, seorang siswa melakukan pengamatan terhadap struktur tulang pada lengan manusia. Ia mencatat bahwa tulang tersebut berbentuk memanjang, memiliki bagian tengah yang berlubang, dan tersusun dari jaringan kompak di bagian luar serta rongga berisi sumsum di bagian dalam. Guru menjelaskan bahwa bentuk dan struktur tersebut membuat tulang memiliki fungsi yang tidak hanya sebagai penyangga tubuh, tetapi juga berkaitan dengan gerakan dan proses fisiologis penting lainnya.
Berdasarkan analisis bentuk dan struktur tersebut, fungsi tulang pipa yang paling tepat adalah…

  • A. Menyimpan kalsium saja
  • B. Memberi perlindungan pada organ dalam
  • C. Mempermudah pergerakan tubuh dan pembentukan sel darah
  • D. Tempat menempel otot tanpa fungsi lain
  • E. Menghasilkan hormon pertumbuhan

Jawaban: C

Pembahasan:
Bentuk memanjang dan berlubang memudahkan pergerakan (fungsi mekanik) dan menyediakan ruang untuk sumsum tulang yang menghasilkan sel darah (fungsi fisiologis).

Soal 20: Tulang pipa memiliki bentuk memanjang dengan rongga di tengahnya. Ujung tulang tersusun dari tulang spons, sedangkan lapisan luar berupa tulang kompak. Tulang pipa dilapisi periosteum dan berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah. Contoh tulang pipa adalah tulang paha, tulang betis, tulang lengan, dan tulang jari. Seorang siswa sedang mempelajari tulang pipa. Ia ingin mengetahui fungsi lapisan tulang kompak pada tulang pipa. Berdasarkan artikel di atas, fungsi lapisan tulang kompak adalah…

  • A. Menyimpan sel darah merah
  • B. Memberikan kekuatan dan ketahanan terhadap benturan
  • C. Membantu proses pertumbuhan tulang di ujung tulang
  • D. Melindungi sumsum tulang di bagian tengah
  • E. Menyerap guncangan dari aktivitas sehari-hari

Jawaban: B

Pembahasan:
Lapisan tulang kompak (disebut juga compact bone atau tulang keras) adalah bagian luar tulang yang padat dan kuat. Lapisan ini berfungsi memberikan kekuatan mekanik pada tulang sehingga tulang tidak mudah patah saat menahan beban atau mengalami benturan.
Sementara itu:
A. Salah → sel darah merah dibentuk di sumsum tulang merah, bukan di tulang kompak.
C. Salah → pertumbuhan tulang terjadi di lempeng epifisis (di ujung tulang), bukan karena lapisan tulang kompak.
D. Sebagian benar, tetapi fungsi utama melindungi sumsum tulang dilakukan oleh keseluruhan struktur tulang, bukan hanya tulang kompak.
E. Salah → penyerapan guncangan terutama dilakukan oleh tulang spons di ujung tulang, bukan oleh tulang kompak.

Soal 21: Seorang pasien mengalami gangguan produksi sel darah merah karena kerusakan pada sumsum tulang merah. Dokter perlu menentukan bagian tulang yang paling mungkin mengalami kerusakan pertama kali. Untuk menganalisis hal tersebut, peserta didik diminta menghubungkan lokasi sumsum tulang merah dengan struktur penyusunnya. Berdasarkan analisis tersebut, bagian tulang manakah yang paling terdampak langsung?

  • A. Periosteum
  • B. tulang kompak
  • C. tulang spons
  • D. rongga sumsum tulang
  • E. ujung tulang

Jawaban: C

Pembahasan:
Sumsum tulang merah berada di tulang spons (spongiosa), terutama di epifisis tulang panjang & tulang datar. “Rongga sumsum tulang” (medullary cavity) → berisi sumsum kuning, bukan sumsum merah. Jadi kalau sumsum merah rusak → bagian yang terdampak langsung = tulang spons.

Soal 22: Tulang pipa memiliki beberapa bagian dengan fungsi berbeda. Periosteum berperan dalam pertumbuhan dan penyembuhan tulang, lapisan tulang kompak memberi kekuatan, sedangkan tulang spons terdapat di ujung tulang dan membantu meringankan beban tulang. Seorang atlet mengalami patah tulang pada bagian ujung tulang paha setelah menerima benturan keras. Berdasarkan struktur dan fungsi tulang pipa, analisislah bagian tulang yang paling mungkin mengalami cedera dan menjadi sumber rasa nyeri awal pada kondisi tersebut. Bagian yang mengalami cedera adalah….

  • A. tulang kompak
  • B. tulang spons
  • C. periosteum
  • D. rongga sumsum tulang
  • E. tulang rawan

Jawaban: B

Pembahasan:
Ujung tulang paha termasuk bagian epifisis, yaitu bagian ujung dari tulang pipa. Di bagian ini, tersusun atas tulang spons (spongiosa) yang berongga dan berisi sumsum tulang merah.
Fungsi utama tulang spons adalah:
Meringankan bobot tulang.
Menahan tekanan dari berbagai arah.
Menjadi tempat pembentukan sel darah merah.
Ketika patah tulang terjadi di ujung tulang paha, berarti bagian yang paling mungkin mengalami cedera adalah tulang spons, karena bagian ini menyusun ujung tulang.

Soal 23: Tulang pipa memiliki beberapa bagian dengan fungsi berbeda. Periosteum berperan dalam pertumbuhan dan penyembuhan tulang, lapisan tulang kompak memberi kekuatan, sedangkan tulang spons terdapat di ujung tulang dan membantu meringankan beban tulang. Seorang atlet mengalami patah tulang pada bagian ujung tulang paha setelah menerima benturan keras. Berdasarkan struktur dan fungsi tulang pipa, analisislah bagian tulang yang paling mungkin mengalami cedera dan menjadi sumber rasa nyeri awal pada kondisi tersebut. Bagian yang mengalami cedera adalah….

  • A. Periosteum mengalami penebalan
  • B. Tulang kompak terlalu tipis
  • C. Rongga sumsum tulang tidak berfungsi dengan baik
  • D. Tulang spons mengalami pengerasan
  • E. Ujung tulang memadat

Jawaban: D

Pembahasan:
Cedera di ujung tulang paha terjadi pada bagian epifisis, yang tersusun atas tulang spons. Bagian inilah yang paling mungkin mengalami kerusakan awal saat terjadi benturan keras.

Soal 24: Periosteum adalah lapisan jaringan ikat tipis yang menyelimuti bagian luar tulang. Lapisan ini kaya akan pembuluh darah, saraf, dan sel-sel khusus seperti osteoblast yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perbaikan tulang. Ketika seseorang mengalami cedera pada periosteum—misalnya akibat trauma, benturan keras, atau peradangan—pasokan nutrisi menuju tulang dapat terganggu. Selain itu, aktivitas osteoblast dalam membentuk jaringan tulang baru juga dapat menurun. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menghambat pertumbuhan tulang secara optimal, terutama pada anak dan remaja yang masih mengalami perkembangan.

  • A. Tulang menjadi mudah patah karena kehilangan kekuatan
  • B. Produksi sel darah merah menurun
  • C. Proses pertumbuhan tulang terganggu
  • D. Tulang spons menjadi keras dan padat
  • E. Rongga sumsum tertutup

Jawaban: C

Pembahasan:
Jika seseorang mengalami cedera pada periosteum, efek jangka panjang yang mungkin terjadi adalah terganggunya aktivitas osteoblast. Hal ini menyebabkan:
Berkurangnya kemampuan tulang membentuk jaringan baru
Melambatnya proses penebalan dan pemanjangan tulang
Gangguan perbaikan tulang ketika terjadi kerusakan atau mikrofraktur
Risiko deformitas atau pertumbuhan tulang yang tidak optimal, terutama pada anak/remaja
Jadi, cedera periosteum berdampak langsung pada proses pertumbuhan tulang.

Soal 25:Seorang dokter sedang menjelaskan jenis-jenis tulang kepada pasien. Ia menunjuk sebuah tulang yang pipih, berbentuk pelat, dan memiliki fungsi melindungi organ vital. Dokter tersebut menambahkan bahwa bagian dalam tulang ini menjadi tempat pembentukan sel darah merah dan putih. Berdasarkan ciri-ciri tersebut, analisislah jenis tulang yang dimaksud. Tulang apakah itu?

  • A. Tulang pergelangan tangan
  • B. Tulang rusuk
  • C. Tulang rahang
  • D. Ruas tulang belakang
  • E. Tulang paha

Jawaban: B

Pembahasan:
Tulang rusuk merupakan tulang pipih yang melindungi organ vital (paru-paru dan jantung) dan merupakan tempat pembentukan sel darah.

Soal 26: Perhatikan gambar berikut!

Tulang pada gambar yang ditandai memiliki sifat ringan tetapi kuat, berisi sumsum merah, dan mampu menahan beban yang cukup berat. Fungsi utamanya adalah …
  • A. Sebagai penghubung otot dan tempat pembentukan sel darah
  • B. Sebagai tempat pembentukan sel darah dan menyokong gerakan tubuh
  • C. Sebagai pelindung organ vital
  • D. Sebagai tulang tak beraturan untuk menahan tekana
  • E. Menjadi tempat pembentukan sel darah sekaligus menopang struktur tubuh

Jawaban: B

Pembahasan:
Bagian tulang yang memiliki sifat ringan tetapi kuat, berisi sumsum merah, dan mampu menahan beban cukup berat adalah tulang spons (spongy bone) yang umumnya terdapat pada tulang panjang, terutama di epifisis (ujung tulang).
Ciri-ciri tersebut menunjukkan fungsi utama dari tulang spons, yaitu:
Tempat pembentukan sel darah (hematopoiesis)
Sumsum merah di dalam rongga tulang spons berfungsi membentuk sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.
Menyokong pergerakan dan beban tubuh
Struktur berongga membuat tulang ringan tetapi kuat, sehingga mampu menerima beban dan menopang aktivitas tubuh tanpa menjadi terlalu berat.

Soal 27: Perhatikan gambar berikut!

Jika seorang atlet mengalami patah tulang pada bagian yang ditandai sebagai tulang pendek, kemungkinan yang dialami adalah …
  • A. Penurunan produksi sel darah merah dan kesulitan menahan beban tubuh
  • B. Kesulitan melindungi organ vital dan produksi sel darah menurun
  • C. Gangguan fungsi gigi dan rahang
  • D. Penurunan stabilitas dan fleksibilitas gerakan karena tulang pendek berfungsi sebagai penopang gerak halus
  • E. Hilangnya kemampuan bergerak seluruh anggota tubuh

Jawaban: D

Pembahasan:
Atlet yang mengalami patah tulang pendek akan mengalami penurunan stabilitas pergelangan dan gangguan gerakan halus, karena tulang pendek berperan dalam keseimbangan, tumpuan, dan gerakan kecil pada pergelangan.

Soal 28: Perhatikan gambar berikut!

Seorang pemain bola basket mengalami cedera pada bagian yang ditandai sebagai tulang pendek. Ia mengeluhkan sulit melakukan gerakan menggenggam bola dan merasa keseimbangan pergelangan tangannya menurun. Berdasarkan ciri tersebut, gangguan apa yang paling mungkin terjadi akibat cedera tulang pendek tersebut?
  • A. Gangguan produksi sel darah merah
  • B. Penurunan kelenturan otot lengan atas
  • C. Hilangnya fungsi perlindungan organ vital
  • D. Penurunan stabilitas dan ketepatan gerakan halus pergelangan tangan
  • E. Tidak dapat melakukan gerakan lari dan melompat

Jawaban: D

Pembahasan:
Tulang pendek (karpal/tarsal) berfungsi memberikan stabilitas dan memungkinkan gerakan halus pada pergelangan tangan dan kaki. Jika mengalami cedera, pasien akan kesulitan melakukan gerakan presisi seperti menggenggam, menahan tekanan, atau menjaga keseimbangan sendi. Oleh karena itu, gangguan yang paling logis adalah penurunan stabilitas dan gerakan halus pergelangan tangan.

Soal 29: Seorang pasien mengalami anemia dan gangguan pada sistem peredaran darah. Untuk mengetahui penyebabnya, dokter memeriksa bagian tulang yang berperan dalam produksi sel darah. Dokter kemudian menunjukkan tulang pipih berbentuk pelat dan tulang pendek pada tubuh pasien. Berdasarkan kondisi tersebut, analisislah mengapa kedua jenis tulang tersebut menjadi fokus pemeriksaan dokter!

  • A. Tulang pipih melindungi organ, tulang pendek memperkuat tubuh
  • B. Keduanya adalah pusat pembentukan sel darah untuk mengatasi anemia
  • C. Tulang pipih untuk gerak, tulang pendek untuk metabolisme
  • D. Tulang pendek untuk melindungi organ, tulang pipih untuk menyimpan lemak
  • E. Keduanya mengandung sumsum merah yang berfungsi menghasilkan sel darah sebagai bagian dari sistem hematopoiesis

Jawaban: E

Pembahasan:
Tulang pipih dan tulang pendek mengandung sumsum merah, tempat utama pembentukan sel darah merah dan putih.

Soal 30: Seorang siswa mengamati gambar tengkorak manusia dan menemukan bahwa bagian tulang yang melindungi otak terdiri atas tulang dahi (frontal), tulang kepala belakang (oksipital), dan tulang pelipis (temporalis). Tulang-tulang ini saling berhubungan membentuk rongga yang sangat kokoh dan tidak mudah bergeser, berfungsi sebagai pelindung struktur yang sangat vital. Berdasarkan struktur dan hubungan antar-tulang pada artikel tersebut, fungsi apakah yang paling logis dan sesuai secara anatomi sehingga bentuk dan susunan tulang tersebut dibuat sangat kokoh dan tidak fleksibel?

  • A. Menyokong wajah dan memudahkan gerakan rahang
  • B. Mengelilingi dan melindungi otak dari benturan
  • C. Menjadi tempat menempel otot lidah dan leher
  • D. Membentuk rongga hidung dan rongga mata
  • E. Menyimpan cadangan kalsium dan fosfor

Jawaban: B

Pembahasan:
Tulang tengkorak bagian kepala membentuk rongga kranial, yaitu ruang tertutup tempat otak berada.
Rongga ini harus kaku dan kokoh agar mampu:
Menahan benturan
Melindungi jaringan otak yang sangat lembut
Mencegah perubahan bentuk akibat tekanan luar

Soal 31: Tulang tengkorak terdiri atas tulang kepala dan tulang wajah. Tulang kepala meliputi tulang ubun-ubun, tulang baji, dan tulang dahi. Tulang wajah meliputi tulang rahang atas, rahang bawah, dan tulang hidung. Seorang siswa ingin membuat tabel klasifikasi tulang tengkorak. Manakah pernyataan yang tepat untuk memasukkan tulang baji?

  • A. Tulang kepala – melindungi otak
  • B. Tulang wajah – membentuk rongga hidung
  • C. Tulang wajah – menempelkan otot lidah
  • D. Tulang kepala – menyokong rahang bawah
  • E. Tulang wajah – membentuk pipi

Jawaban: A

Pembahasan:
Tulang kepala – melindungi otak → BENAR Cocok karena tulang baji adalah tulang kepala dan berperan membentuk dasar tengkorak yang melindungi otak.
B. Tulang wajah – membentuk rongga hidung → SALAH
Rongga hidung dibentuk oleh tulang hidung, maksila, dan beberapa tulang kecil lainnya, bukan tulang baji.
C. Tulang wajah – menempelkan otot lidah → SALAH
Fungsi ini terkait tulang hioid, bukan tulang baji.
D. Tulang kepala – menyokong rahang bawah → SALAH
Rahang bawah disokong oleh tulang temporal (tempat sendi TMJ), bukan oleh tulang baji.
E. Tulang wajah – membentuk pipi → SALAH
Pipi dibentuk oleh tulang zygomatic, bukan tulang baji.Melindungi jaringan otak yang sangat lembut
Mencegah perubahan bentuk akibat tekanan luar


Soal 32: Perhatikan gambar berikut!

Jika tulang Y mengalami cedera, kegiatan berikut manakah yang paling terganggu
  • A. Melindungi otak dari benturan
  • B. Mengunyah makanan
  • C. Membentuk rongga mata
  • D. Menyimpan cadangan mineral
  • E. Menopang tulang tengkorak bagian belakang

Jawaban: B

Pembahasan:
Tulang X adalah tulang rahang atas dan tulang Y adalah tulang rahang bawah yang berfungsi untuk menguyah makanan.


Soal 33: Perhatikan gambar berikut!

Jika seseorang mengalami cedera pada bagian yang berwarna kuning, bagian mana yang terkena, dan kemungkinan dampaknya terhadap tubuh adalah…
  • A. Vertebra servical; kesulitan menoleh leher
  • B. Vertebra torasik; nyeri punggung dan kesulitan membungkuk
  • C. Vertebra lumbaris; kesulitan membungkuk dan menahan berat badan
  • D. Sacrum; gangguan pada pelvis dan kesulitan berjalan
  • E. Coccyx; gangguan saat duduk

Jawaban: C

Pembahasan:
Bagian kuning adalah vertebra lumbaris (pinggang). Lumbaris menyokong berat tubuh bagian atas dan memungkinkan gerak membungkuk. Cedera di sini memengaruhi kemampuan menahan beban dan fleksibilitas tubuh bagian bawah

Soal 34: Perhatikan gambar berikut!

Bagian mana yang jika mengalami patah akan paling berisiko menimbulkan kelumpuhan pada tubuh bagian bawah?
  • A. servical
  • B. Totasik
  • C. lumbalis
  • D. Sacrum
  • E. Coccyx

Jawaban: C

Pembahasan:
Vertebra lumbar (pinggang) melindungi bagian sumsum tulang belakang yang meneruskan saraf ke kaki. Cedera di sini dapat menyebabkan kelumpuhan atau gangguan gerak pada tubuh bagian bawah.

Soal 35: Seorang atlet mengalami cedera saat jatuh duduk dan merasakan nyeri di tulang ekor. Berdasarkan artikel, ruas mana yang kemungkinan patah

  • A. Vertebra servical
  • B. Vertebra Totasik
  • C. Vertebra lumbalis
  • D. Sacrum
  • E. Coccyx

Jawaban: E

Pembahasan:
Tulang ekor (coccyx) terdiri dari 4 ruas dan terletak paling bawah. Cedera akibat benturan saat duduk biasanya mengenai tulang ini.

Soal 36: Seorang pasien mengalami kecelakaan dan vertebra servicalnya patah. Dokter memperingatkan kemungkinan komplikasi neurologis. Mengapa patah pada servical lebih berisiko dibanding lumbaris?

  • A. Servical lebih kecil sehingga mudah patah
  • B. Lumbaris hanya menyokong berat badan
  • C. Lumbaris hanya menyokong berat badan
  • D. Coccyx lebih fleksibel sehingga tidak berbahaya
  • E. Servical dekat dengan otak dan sumsum tulang belakang atas yang mengontrol pernapasan dan gerak seluruh tubuh

Jawaban: E

Pembahasan:
Servical melindungi sumsum tulang belakang bagian atas yang mengontrol pernapasan, tangan, dan tubuh. Cedera di sini bisa menyebabkan kelumpuhan atau gangguan fungsi vital.

Soal 37: Tulang rusuk sejati melekat langsung pada tulang dada, sedangkan tulang rusuk palsu hanya melekat tidak langsung. Tulang rusuk melayang tidak melekat pada tulang dada sama sekali. Rongga dada yang dibentuk oleh tulang rusuk, tulang dada, dan tulang belakang berfungsi melindungi paru-paru dan jantung. Seorang siswa melihat seorang pasien yang mengalami patah tulang rusuk melayang. Berdasarkan artikel di atas, bagian manakah dari tulang rusuk yang kemungkinan patah, dan apa risiko yang paling mungkin terjadi?

  • A. Rusuk sejati, risiko cedera jantung langsung
  • B. Rusuk palsu, risiko kesulitan bernapas ringan
  • C. Rusuk melayang, risiko cedera organ internal rendah tetapi nyeri saat bergerak
  • D. Semua rusuk, risiko langsung kehilangan daraha
  • E. Rusuk melayang, risiko trauma pada otot dan jaringan lunak sekitar dada

Jawaban: E

Pembahasan:
usuk melayang memang tidak melekat ke sternum, tetapi tetap melindungi bagian samping dan belakang tubuh. Bila rusuk melayang patah, risiko terbesar adalah trauma otot & jaringan lunak, bukan organ internal (karena letaknya jauh dari jantung dan paru-paru).

Soal 38: Perhatikan gambar tulang berikut!

Perhatikan gambar tulang dada dan tulang rusuk di atas. Bagian yang berlabel X melekat langsung pada tulang dada, sedangkan bagian Y tidak melekat sama sekali. Label X dan Y kemungkinan adalah:
  • A. X = rusuk sejati, Y = rusuk melayang
  • B. X = rusuk palsu, Y = rusuk sejati
  • C. X = rusuk melayang, Y = rusuk palsu
  • D. X = rusuk sejati, Y = rusuk palsu
  • E. X dan Y rusuk sejati

Jawaban: A

Pembahasan:
Rusuk sejati melekat langsung pada sternum, sedangkan rusuk melayang tidak melekat sama sekali.

Soal 39 Rongga dada yang dibentuk oleh tulang rusuk, tulang dada, dan tulang belakang melindungi organ vital seperti paru-paru dan jantung. Seorang peneliti ingin membuat model 3D rongga dada manusia. Mengapa penting bagi tulang rusuk untuk memiliki bagian yang melayang dan bagian yang melekat langsung pada sternum?

  • A. Agar tulang dada lebih kuat menahan tekanan luar
  • B. Agar rongga dada fleksibel saat bernapas
  • C. Agar tulang belakang lebih mudah bergerak
  • D. Agar jantung berada di luar rongga dada
  • E. Agar Y rusuk sejati

Jawaban: B

Pembahasan:
Tulang rusuk sejati dan palsu yang melekat, serta rusuk melayang yang fleksibel, memungkinkan rongga dada mengembang saat inspirasi dan mengecil saat ekspirasi.

Soal 40. Perhatikan gambar berikut!

Jika seseorang mengalami patah pada prosesus xiphoideus, fungsi apa yang kemungkinan terganggu?
  • A. Proteksi paru-paru dan jantung secara signifikan
  • B. Gerakan pernapasan sebagian karena tulang ini menjadi titik pengikat otot perut
  • C. Aliran darah ke tulang rusuk sejati
  • D. Tidak ada dampak karena prosesus xiphoideus tidak memiliki fungsi
  • E. Stabilitas dinding anterior abdomen karena melekatnya beberapa otot penting

Jawaban: E

Pembahasan:
Xiphoid = titik perlekatan otot penting (diaphragma, rectus abdominis).
Cedera → ganggu stabilitas dinding abdomen & gerak napas.

Soal 41. Seorang dokter sedang menjelaskan pada mahasiswa bahwa tulang panjang manusia pada awalnya tersusun dari tulang rawan. Osteoblas muncul di bagian tengah diafisis dan epifisis, kemudian membentuk sistem Havers, mengeraskan tulang, dan meninggalkan daerah cakraepifisis yang bertanggung jawab untuk pertumbuhan tulang panjang. Jika terjadi gangguan pada aktivitas osteoblas di cakraepifisis, kemungkinan yang terjadi adalah …

  • A. Tulang menjadi lebih tebal tetapi memendek
  • B. Tulang gagal memanjang sehingga tubuh terlihat pendek
  • C. Rongga sumsum tulang tidak terbentuk
  • D. Osteoklas tidak mampu menghancurkan tulang tengah
  • E. Matriks tulang tidak mengeras di seluruh tulang

Jawaban: B

Pembahasan:
Cakraepifisis adalah tulang rawan yang memungkinkan pertumbuhan panjang tulang. Jika osteoblas di sini terganggu, tulang tidak bisa memanjang → tubuh lebih pendek.

Soal 42. Osifikasi desmal terjadi pada tulang pipih, misalnya tulang tengkorak, dimana tulang terbentuk langsung dari membran mesenkim tanpa melalui tahap tulang rawan. Sel mesenkim berdiferensiasi menjadi osteoblas, membentuk matriks, dan akhirnya menjadi tulang keras. Seorang bayi lahir dengan kelainan langit-langit mulut karena tulang pipih tengkorak tidak menyatu sempurna. Hal ini menunjukkan gangguan pada …

  • A. Osifikasi kondral
  • B. Osifikasi desmal
  • C. Aktivitas osteoklas di diafisis
  • D. Pembentukan cakraepifisis
  • E. Pembentukan sumsum tulang

Jawaban: B

Pembahasan:
Tulang pipih, termasuk langit-langit, terbentuk melalui osifikasi desmal. Gangguan proses ini menyebabkan tulang tidak menyatu sempurna

Soal 43. Perhatikan gambar berikut ini!

Bagian yang diberi tanda X pada gambar berfungsi untuk …
  • A. Menghasilkan osteoklas untuk membentuk rongga sumsum
  • B. Membentuk matriks tulang yang keras
  • C. Menyediakan daerah pertumbuhan tulang panjang
  • D. Menyediakan pembuluh darah untuk nutrisi tulang
  • E. Mengubah osteosit menjadi osteoblas

Jawaban: C

Pembahasan:
X menunjukkan cakraepifisis, yaitu tulang rawan yang tidak mengeras, memungkinkan tulang bertambah panjang.

Soal 44. Seorang anak mengalami patah tulang pada diafisis humerus. Setelah penyembuhan, dokter menemukan tulang memendek dibandingkan sisi yang sehat. Pemeriksaan menunjukkan aktivitas osteoblas di cakraepifisis terganggu. Fenomena ini menunjukkan bahwa …

  • A. Pertumbuhan tulang memanjang tergantung pada cakraepifisis
  • B. Osteoklas hanya berperan pada tulang pipih
  • C. Penebalan tulang terjadi di epifisis
  • D. Rongga sumsum tidak terbentuk
  • E. Matriks tulang hanya tersusun di tulang rawan

Jawaban: A

Pembahasan:
Cakraepifisis adalah pusat pertumbuhan tulang panjang. Jika osteoblasnya terganggu, tulang tidak memanjang.

Soal 45. Perhatikan gambar berikut!

Jika fungsi osteoklas terganggu, kemungkinan efek yang terjadi adalah …
  • A. Tulang menjadi lebih rapuh karena matriks tulang tidak terbentuk
  • B. Rongga sumsum tidak terbentuk sehingga sumsum tulang berkurang
  • C. Tulang gagal memanjang karena cakraepifisis tidak berfungsi
  • D. Osteoblas tidak bisa membentuk osteosit
  • E. Sistem Havers tidak terbentuk sama sekali

Jawaban: B

Pembahasan:
Osteoklas menghancurkan tulang bagian tengah untuk membentuk rongga sumsum. Jika terganggu, rongga tidak terbentuk → sumsum tulang berkurang.

Soal 46. Terdapat beberapa komponen yang menunjang fungsi sendi agar dapat bergerak dengan lancar dan terlindungi dari benturan. Setiap komponen memiliki peran spesifik: tulang rawan hialin menutupi ujung tulang, cairan sinovial berfungsi sebagai pelumas, ligamen menjaga stabilitas tulang, kapsul sendi membentuk rongga sendi, dan bursa mengurangi gesekan antar jaringan. Seorang atlet mengalami cedera lutut akibat benturan keras saat bermain sepak bola. Dokter menemukan kerusakan pada jaringan yang menutupi ujung tulang persendian. Komponen sendi manakah yang paling mungkin mengalami kerusakan?

  • A. Ligamen
  • B. Kapsul sendi
  • C. Tulang rawan hyalin
  • D. Bursa
  • E. cairan sinovial

Jawaban: C

Pembahasan:
Tulang rawan hialin melapisi ujung tulang persendian dan berfungsi melindungi tulang dari benturan keras

Soal 47. Seorang pasien mengeluh nyeri dan kaku pada sendi lutut, terutama saat bergerak. Pemeriksaan menunjukkan bahwa gesekan antar jaringan meningkat karena volume cairan pelumas berkurang. Komponen sendi manakah yang mengalami gangguan?

  • A. Ligamen
  • B. Bursa
  • C. kapsul sendi
  • D. Cairan sinovial
  • E. Tulang rawan hyalin

Jawaban: D

Pembahasan:
Cairan sinovial berfungsi sebagai pelumas sendi; jika jumlahnya berkurang, gesekan meningkat dan menyebabkan nyeri.

Soal 48. Rina mempelajari sendi pada tubuh manusia. Ia menemukan bahwa sebagian tulang tengkorak tidak dapat digerakkan, sedangkan tulang rusuk memiliki gerakan yang terbatas karena dihubungkan dengan tulang dada oleh jaringan tertentu." Berdasarkan artikel di atas, jenis sendi pada:
1. Tulang tengkorak adalah …
2. Tulang rusuk dengan tulang dada adalah …

  • A. Sinartrosis sinfibrosis; Sinartrosis sinkondrosis
  • B. Sinartrosis sinkondrosis; Amfiartrosis simfisis
  • C. Sinartrosis sinfibrosis; Amfiartrosis sindesmosis
  • D. Amfiartrosis simfisis; Sinartrosis sinfibrosis
  • E. Amfiartrosis sindesmosis; Sinartrosis sinkondrosis

Jawaban: B

Pembahasan:
Tulang tengkorak
→ Tidak dapat digerakkan
→ Sinartrosis
→ Lebih tepatnya sinartrosis sinfibrosis
→ Ini sesuai opsi A dan C Tulang rusuk–tulang dada (kosta-sternum)
→ Dihubungkan tulang rawan hialin
→ Jenis sendi: Sinartrosis sinkondrosis (bukan amfiartrosis!)


Soal 49. Seorang dokter menjelaskan kepada pasien bahwa gerakan tulang tertentu sangat terbatas karena tulang dihubungkan oleh jaringan tulang rawan serabut berbentuk cakram. Sendi yang dijelaskan dokter tersebut termasuk …

  • A. Sinartrosis sinfibrosis
  • B. Sinartrosis sinkondrosis
  • C. Amfiartrosis sindesmosis
  • D. Amfiartrosis simfisis
  • E. Sinartrosis sindesmosis

Jawaban: D

Pembahasan:
“Jaringan tulang rawan serabut berbentuk cakram” → ini ciri khas simfisis.
Simfisis termasuk amfiartrosis, yaitu sendi dengan gerakan terbatas.
Contoh: symphysis pubis, antar ruas tulang belakang (diskus intervertebralis).

Soal 50. Budi mengalami cedera saat bermain basket. Dokter mengatakan bahwa persendian yang mengalami cedera adalah jenis sendi yang memungkinkan gerak ke segala arah. Sendi manakah yang kemungkinan cedera pada Budi?

  • A. Sendi engsel
  • B. Sendi pelana
  • C. Sendi peluru
  • D. sendi putar
  • E. Sendi luncur

Jawaban: C

Pembahasan:
Sendi yang dapat bergerak ke segala arah adalah sendi peluru (ball and socket joint).

Soal 51. Seorang atlet melakukan gerakan naik turun seperti mengayuh sepeda pada lututnya. Gambar yang benar menunjukan persendian yang terlibat dalam gerakan ini?

Jawaban: D

Pembahasan:
Gerakan pada lutut dalam mengayuh sepeda melibatkan sendi engsel yang di gambarkan oleh D.

Soal 52. perhatikan gambar berikut!

Seorang penari balet menekuk dan mengangkat kaki ke segala arah di panggul seperti pada gambar. Sendi manakah yang memungkinkan gerakan tersebut?
  • A. Sendi engsel
  • B. Sendi pelana
  • C. Sendi peluru
  • D. sendi putar
  • E. Sendi luncur

Jawaban: C

Pembahasan:
Gerakan pada panggul melibatkan sendi peluru yang memungkinkan gerakan ke segala arah.

Soal 53. Seorang dokter meminta pasien menggerakkan tangan memutar, meluruskan siku, dan menekuk lutut. Jenis sendi yang digunakan pasien secara berurutan adalah…

  • A. Peluru, engsel, engsel
  • B. Engsel, peluru, pelana
  • C. Kondiloid, engsel, peluru
  • D. Putar, pelana, engsel
  • E. Pelana, engsel, putar

Jawaban: A

Pembahasan:
Gerakan memutar tangan → peluru
Meluruskan siku → engsel
Menekuk lutut → engsel

Soal 54. Filamen tipis tersusun atas aktin, tropomiosin, dan troponin. Troponin memiliki tiga subunit: troponin I (mengikat aktin), troponin T (mengikat tropomiosin), dan troponin C (mengikat Ca²⁺). Tropomiosin menutupi situs aktif aktin yang berikatan dengan jembatan silang miosin. Jika terjadi mutasi pada gen yang menyandi troponin C sehingga troponin C tidak dapat mengikat ion kalsium, apa kemungkinan dampak langsung terhadap kontraksi otot rangka?

  • A. Filamen tipis menjadi lebih panjang
  • B. Tropomiosin tetap menutupi situs aktif aktin, sehingga kontraksi otot terhambat
  • C. Kepala miosin tidak bisa menghidrolisis ATP
  • D. Jumlah filamen tebal bertambah
  • E. Ion kalsium menumpuk di sarkoplasma namun tidak dapat memulai pembentukan jembatan silang

Jawaban: B

Pembahasan:
Tanpa Ca²⁺, troponin tidak menggeser tropomiosin dari situs aktif aktin, sehingga jembatan silang miosin-aktin tidak terbentuk, dan kontraksi terhambat

Soal 55. Seorang pasien menderita hipokalemia (kadar K⁺ rendah). Ion K⁺ penting untuk potensial membran otot. Bagaimana hipokalemia bisa memengaruhi interaksi filamen aktin–miosin?

  • A. Sel otot mengalami depolarisasi spontan sehingga jembatan silang terbentuk berlebihan
  • B. Impuls saraf sulit memicu depolarisasi, sehingga pelepasan Ca²⁺ berkurang dan jembatan silang jarang terbentuk
  • C. Tropomiosin bergeser meski tanpa Ca²⁺, menyebabkan kontraksi terus-menerus
  • D. Kepala miosin terlepas dari ATP sehingga tidak bisa melakukan power stroke
  • E. Serat otot berhenti memproduksi protein aktin sehingga filamen tipis tidak berfungsi

Jawaban: B

Pembahasan:
Hipokalemia membuat membran sel otot lebih hiperpolarisasi, sehingga lebih sulit depolarisasi. Akibatnya:
Impuls saraf sulit memicu pelepasan Ca²⁺ dari retikulum sarkoplasma.
Tropomiosin tetap menutupi aktin
Jembatan silang aktin–miosin berkurang
Kontraksi otot menjadi lemah

Soal 56. Jika tropomiosin mengalami kerusakan sehingga selalu menutupi situs aktif aktin, efek paling langsung terhadap kontraksi otot adalah..

  • A. Kontraksi tetap normal karena kepala miosin bisa mengikat ATP
  • B. Kontraksi terhambat karena kepala miosin tidak bisa membentuk jembatan silang
  • C. Filamen tipis akan memendek secara otomatis
  • D. Filamen tebal menjadi lebih pendek
  • E. Ion kalsium tidak diperlukan lagi untuk memindahkan tropomiosin

Jawaban: B

Pembahasan:
Tropomiosin menutupi situs aktif aktin, mencegah kepala miosin membentuk jembatan silang. Kontraksi tidak terjadi

Soal 57. Seorang siswa mengamati irisan otot rangka di bawah mikroskop. Ia melihat adanya serabut berbentuk silinder panjang dengan banyak inti sel di tepi. Mengapa inti sel pada otot rangka berada di tepi, bukan di tengah?

  • A. Untuk memberi ruang bagi mitokondria
  • B. Agar tidak mengganggu kontraksi miofibril
  • C. Karena inti sel berfungsi dalam menyimpan energi
  • D. Untuk memperkuat struktur protein aktin
  • E. Karena bagian tengah sel dipenuhi miofibril untuk fungsi kontraksi

Jawaban: E

Pembahasan:
Otot rangka (otot lurik) memiliki struktur yang sangat padat karena sebagian besar ruang di dalam selnya dipenuhi oleh miofibril, yaitu struktur yang berperan langsung dalam proses kontraksi. Miofibril tersusun dari filamen aktin dan miosin yang bekerja melakukan pemendekan sarkomer.
Karena miofibril memenuhi hampir seluruh bagian tengah sel, maka inti sel harus terdorong ke bagian tepi agar tidak mengganggu proses kontraksi

Soal 58. Bayangkan seorang atlet mengalami kelelahan otot akibat penggunaan energi yang tinggi. Jika ATP habis, maka apa yang akan terjadi pada interaksi aktin dan miosin?

  • A. Jembatan silang tidak dapat terbentuk
  • B. Jembatan silang terbentuk tetapi tidak dapat terlepas → otot kaku
  • C. Tropomiosin menutupi tempat aktif secara permanen
  • D. Troponin C tidak mampu mengikat Ca²⁺
  • E. Kepala miosin tidak dapat melepaskan diri dari aktin sehingga otot tetap dalam keadaan tegang

Jawaban: B

Pembahasan:
Kontraksi otot terjadi karena interaksi antara aktin dan miosin melalui proses jembatan silang (cross-bridge). Pada siklus ini:
ATP diperlukan untuk:
Melepaskan kepala miosin dari aktin setelah kontraksi,
Mengembalikan kepala miosin ke posisi semula (recovery stroke),
Menyediakan energi untuk siklus kontraksi selanjutnya.
Jika ATP habis, maka:
Kepala miosin tetap menempel pada aktin,
Jembatan silang tidak dapat terlepas,
Otot menjadi kaku karena miosin tidak bisa “melepaskan diri”.
Kondisi ini mirip dengan rigor mortis (kaku mayat), di mana ATP tidak tersedia sehingga ikatan aktin–miosin "mengunci".

Soal 59. Jika suatu obat mampu menghambat aktivitas enzim ATPase pada kepala miosin, bagaimana dampaknya pada kontraksi otot?

  • A. Otot akan berkontraksi lebih cepat
  • B. Energi untuk melepas ikatan aktin–miosin tidak tersedia, kontraksi berhenti
  • C. Tropomiosin akan tetap menutupi tempat aktif aktin
  • D. Ion kalsium tidak dapat diserap oleh retikulum sarkoplasma
  • E. Kepala miosin tidak mendapatkan energi sehingga tidak dapat melakukan gerakan mengayun untuk kontraksi

Jawaban: E

Pembahasan:
ATP tidak dapat dipecah, sehingga tidak ada energi yang bisa dipakai kepala miosin.
Kepala miosin tidak dapat mengayun dan tidak dapat melakukan kontraksi.
Siklus kontraksi tidak berlangsung, sehingga otot tidak bisa bekerja normal.

Soal 60. Pada penyakit rigor mortis (kaku mayat), otot menjadi kaku setelah kematian. Hal ini terjadi karena…

  • A. Ion Ca²⁺ tidak keluar dari retikulum sarkoplasma
  • B. ATP tidak tersedia sehingga jembatan silang aktin-miosin tidak bisa terlepas
  • C. Tropomiosin selalu menutupi aktin
  • D. Ion Ca²⁺ keluar dari retikulum sarkoplasma tetapi tidak bisa dipompa kembali sehingga otot tetap berkontraksi
  • E. Troponin tidak mampu berikatan dengan aktin

Jawaban: B

Pembahasan:
Setelah kematian, mitokondria berhenti menghasilkan ATP.
Tanpa ATP, pompa Ca²⁺ (Ca²⁺-ATPase) pada retikulum sarkoplasma tidak bisa bekerja, sehingga ion Ca²⁺ yang sudah keluar tidak dapat dipompa kembali ke retikulum sarkoplasma.
Ca²⁺ yang tetap berada di sitoplasma membuat troponin terus terikat Ca²⁺, tropomiosin menyingkir, sehingga jembatan silang aktin–miosin terus terbentuk.
Karena tidak ada ATP, ikatan aktin–miosin tidak bisa terlepas, menyebabkan otot menjadi kaku → inilah yang disebut rigor mortis.

Soal 61. Seorang atlet angkat beban sedang melakukan latihan bicep curl. Saat mengangkat barbel ke atas, otot bisep tampak menonjol dan memendek, sementara otot trisep tampak meregang. Sebaliknya, saat barbel diturunkan perlahan, otot trisep justru bekerja lebih dominan. Berdasarkan artikel di atas, mekanisme kerja otot bisep dan trisep saat mengangkat dan menurunkan barbel berturut-turut adalah....

  • A. Fleksi – Ekstensi
  • B. Ekstensi – Fleksi
  • C. Abduksi – Adduksi
  • D. Supinasi – Pronasi
  • E. Eversi – Inversi

Jawaban: A

Pembahasan:
Saat barbel diangkat, otot bisep berkontraksi sehingga terjadi fleksi (lengan menekuk). Saat barbel diturunkan, otot trisep bekerja sehingga terjadi ekstensi (lengan melurus).

Soal 62. Saat mengangguk menunduk untuk membaca buku, otot leher bagian depan berkontraksi, sedangkan otot leher bagian belakang meregang. Sebaliknya, ketika mendongakkan kepala untuk melihat ke langit, otot belakang leher bekerja.

  • A. Depresi – Elevasi
  • B. Fleksi – Ekstensi
  • C. Supinasi – Pronasi
  • D. Abduksi – Adduksi
  • E. Eversi – Inversi

Jawaban: B

Pembahasan:
Menundukkan kepala (mengangguk untuk membaca) → gerakan fleksi pada leher, karena kepala bergerak membungkuk ke depan.
Mendongakkan kepala (melihat ke langit) → gerakan ekstensi, karena kepala bergerak ke belakang.

Soal 63. Seorang anak berusia 12 tahun terjatuh dari sepeda dan mengalami patah tulang pada lengan. Setelah diperiksa di rumah sakit, dokter menyatakan bahwa tulang yang patah tidak menembus kulit, tetapi tampak pada hasil rontgen tulangnya patah menjadi dua bagian. Tangan anak itu dipasang gips agar tulangnya bisa menyatu kembali. Berdasarkan kasus di atas, jenis fraktura yang dialami anak tersebut adalah….

  • A. Fraktura sederhana
  • B. Fraktura terbuka
  • C. Fraktura greenstick
  • D. Fraktura comminuted
  • E. Fraktura impaksi

Jawaban: A

Pembahasan:
Kulit tidak robek, sehingga bukan fraktura terbuka.
Tulang patah total menjadi dua bagian, sehingga bukan greenstick (patah sebagian, khas anak).
Bukan comminuted karena itu patah menjadi banyak serpihan.
Bukan impaksi karena tidak ada keterangan tulang saling menancap.

Soal 64. Perhatikan gambar berikut!

Jika anak tersebut mengalami fraktura terbuka, langkah pertolongan pertama yang paling tepat adalah….
  • A. Segera menutup luka dengan perban steril sebelum dibawa ke rumah sakit
  • B. Memijat area sekitar patah tulang agar tulang kembali ke posisi semula
  • C. Membiarkan tulang yang mencuat keluar agar dapat dilihat dokter dengan jelas
  • D. Memberikan kompres hangat di sekitar luka untuk mengurangi rasa sakit
  • E. Menarik tulang yang keluar agar masuk kembali dan tidak terlihat

Jawaban: A

Pembahasan:
Pada fraktura terbuka, tulang patah menembus kulit, sehingga risiko infeksi sangat tinggi.
Pertolongan pertama yang tepat adalah:
Menutup luka dengan perban atau kain steril, untuk mencegah masuknya kuman.
Imobilisasi (menahan agar tidak bergerak), kemudian segera membawa ke fasilitas kesehatan.

Soal 65. Jika seseorang mengalami fraktura comminuted, kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi adalah….

  • A. Tulang cepat menyambung karena patahannya banyak
  • B. Otot dan jaringan di sekitar tulang mengalami kerusakan akibat fragmen tulang
  • C. Tidak ada rasa sakit karena patahannya kecil
  • D. Tulang mencuat keluar dari kulit sehingga mudah diobati
  • E. Fraktur comminuted tidak menimbulkan komplikasi sama sekali

Jawaban: B

Pembahasan:
Fraktura comminuted adalah patah tulang yang terpecah menjadi banyak fragmen.
Fragmen tulang yang tajam dapat merusak otot, pembuluh darah, dan jaringan lunak di sekitarnya, sehingga risiko komplikasi tinggi.

Soal 66. JSeorang siswa melakukan observasi terhadap postur tubuh temannya. Ia menemukan bahwa tulang punggung temannya melengkung ke depan sehingga punggung bagian atas tampak membulat. Jika dikaitkan dengan artikel, kelainan apa yang kemungkinan besar dialami siswa tersebut?

  • A. lordosis
  • B. skoliosis
  • C. kifosis
  • D. osteoporosis
  • E. Fraktura

Jawaban: C

Pembahasan:
Tulang melengkung ke depan adalah kifosis

Soal 67. Jika skoliosis tidak ditangani dengan tepat, dampak fisiologis yang paling mungkin terjadi adalah…

  • A. Menurunnya elastisitas otot wajah
  • B. Gangguan fungsi paru-paru dan jantung
  • C. Gangguan sistem endokrin
  • D. Pengeroposan tulang pinggul
  • E. Menurunnya kepadatan darah

Jawaban: B

Pembahasan:
Skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang melengkung ke samping. Jika derajat kelengkungannya berat dan tidak ditangani, lengkungan itu dapat:
Menekan rongga dada, sehingga ruang untuk paru-paru berkurang → kapasitas vital menurun → kesulitan bernapas.
Menekan jantung atau mengganggu posisi normalnya → mengurangi efektivitas pemompaan darah.

Soal 68. Kelainan tulang belakang sering dipengaruhi oleh kebiasaan postur tubuh. Menurut artikel, manakah dari berikut ini yang dapat memperburuk lordosis?

  • A. Membawa beban berat di punggung
  • B. Duduk membungkuk terlalu lama
  • C. Berdiri dengan perut menonjol ke depan
  • D. Tidur tengkurap dalam waktu lama
  • E. Mengangkat beban dengan kedua tangan

Jawaban: C

Pembahasan:
Lordosis adalah kelainan tulang belakang di mana punggung bawah (lumbar) melengkung terlalu ke depan. Kebiasaan yang mendorong panggul maju dan perut menonjol akan memperparah lengkungan tersebut.
Berdiri dengan perut menonjol ke depan menambah lengkungan lumbar sehingga memperburuk lordosis.

Soal 69. Jika seorang pasien mengalami patah pada bagian yang digunakan untuk duduk dan menopang berat tubuh saat duduk, tulang panggul manakah yang mengalami cedera? A. Ilium B. Pubis C. Ischium D. Sacrum E. Coccyx

  • A. ilium
  • B. Pubis
  • C. Ishcium
  • D. Sacrum
  • E. Coccyx

Jawaban: C

Pembahasan:
Bagian tulang panggul yang menjadi tumpuan utama saat duduk adalah ischium, tepatnya pada area tuberositas ischii. Struktur inilah yang menahan sebagian besar berat tubuh ketika seseorang duduk. Ilium dan pubis tidak berfungsi sebagai tempat duduk, sedangkan sacrum dan coccyx berada lebih ke belakang dan bukan penopang utama.

Soal 70. Seorang dokter menemukan bayi dengan tulang kaki tampak lemas, dan hasil riwayat medis menunjukkan ibunya positif sifilis saat hamil. Berdasarkan artikel, bayi tersebut kemungkinan mengalami…

  • A. rakitis
  • B. nekrosa
  • C. layuh semu
  • D. mikrosefalia
  • E. polio

Jawaban: C

Pembahasan:
Layuh semu (pseudoparalysis) adalah kondisi pada bayi di mana tungkai tampak lemas, tidak digerakkan, atau seperti lumpuh, tetapi bukan karena kerusakan saraf.
Kondisi ini sangat khas pada sifilis kongenital (penularan sifilis dari ibu ke janin). Infeksi sifilis dapat menyebabkan peradangan pada tulang bayi (osteokondritis), sehingga bayi merasakan nyeri bila anggota tubuh digerakkan. Akibatnya, bayi tampak layu, pasif, dan seolah-olah mengalami kelumpuhan.

Soal 71. Jika seorang anak mengalami rakitis sejak kecil, kemudian tumbuh menjadi wanita dewasa, dampak jangka panjang yang paling berbahaya menurut artikel adalah…

  • A. Risiko lebih tinggi mengalami kanker tulang
  • B. Kesulitan saat persalinan karena panggul kecil
  • C. Gangguan sistem saraf pusat
  • D. Tulang mudah mengalami fraktur terbuka
  • E. Tulang kurang kokoh

Jawaban: B

Pembahasan:
Rakitis adalah kelainan tulang pada anak akibat kekurangan vitamin D, kalsium, atau fosfat yang menyebabkan tulang menjadi lunak dan pertumbuhannya tidak normal. Jika terjadi pada masa kanak-kanak dan tidak ditangani, rakitis dapat menyebabkan deformitas tulang permanen.Salah satu deformitas jangka panjang yang serius pada anak perempuan adalah panggul menjadi sempit (pelvis kecil dan tidak normal).

Soal 72. Seorang atlet sepak bola mengalami benturan keras pada lututnya. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui sendi lutut bergeser dari posisi normal dan menimbulkan rasa sakit yang sangat hebat. Berdasarkan artikel di atas, gangguan sendi yang dialami atlet sepak bola tersebut termasuk….

  • A. Terkilir
  • B. Dislokasi
  • C. Ankilosis
  • D. Artritis reumatoid
  • E. Gout artritis

Jawaban: B

Pembahasan:
Dislokasi adalah kondisi ketika tulang bergeser dari posisi normal pada sendi akibat trauma atau benturan keras.
Ciri-cirinya sesuai dengan soal:
Terjadi setelah benturan keras
Sendi bergeser dari posisi normal
Muncul nyeri hebat dan tidak bisa digerakkan dengan baik

Soal 73. Seorang pasien mengalami pembengkakan pada sendi jari-jari kaki karena adanya endapan asam urat. Gangguan ini disebut….

  • A. Osteoartritis
  • B. Gout Artritis
  • C. Artritis Reumatoid
  • D. Dislokasi
  • E. Ankilosis

Jawaban: B

Pembahasan:
Gout Artritis (asam urat) adalah peradangan pada sendi akibat penumpukan kristal asam urat. Gejalanya biasanya berupa:
Pembengkakan sendi, terutama jempol kaki
Rasa nyeri hebat, kemerahan, hangat
Menyerang secara tiba-tiba (serangan akut)

Soal 74. Jika seseorang mengalami gout artritis, maka cara pencegahan agar tidak semakin parah adalah….

  • A. Menghindari makanan tinggi purin
  • B. Mengurangi aktivitas fisik sama sekali
  • C. Membiarkan sendi tidak digunakan
  • D. Melakukan olahraga berat agar sendi tidak kaku
  • E. Menggunakan gips untuk mengunci sendi

Jawaban: A

Pembahasan:
Gout artritis terjadi karena penumpukan kristal asam urat di sendi, sehingga langkah pencegahan utama agar tidak semakin parah adalah mengontrol kadar asam urat dalam tubuh.

Soal 75. Seorang pasien mengalami kelemahan otot secara bertahap hingga sulit mengangkat tangan. Dokter menemukan adanya gangguan sistem imun yang menyerang sambungan saraf dan otot. Berdasarkan data tersebut, gangguan otot yang dialami pasien adalah…

  • A. Atrofi otot
  • B. Distrofi otot
  • C. Miastenia gravis
  • D. kaku leher
  • E. tetanus

Jawaban: C

Pembahasan:
Miastenia gravis adalah penyakit autoimun yang menyebabkan antibodi menyerang reseptor asetilkolin di neuromuscular junction. Akibatnya, sinyal saraf tidak tersampaikan dengan baik ke otot, sehingga otot menjadi lemah secara bertahap, terutama otot mata, wajah, dan lengan.

Soal 76. Dalam sebuah eksperimen, seekor tikus disuntik dengan toksin Clostridium tetani. Otot tikus tersebut terus berkontraksi dan tidak dapat rileks. Mekanisme yang tepat yang terjadi pada kasus tersebut adalah…

  • A. Sel saraf tidak mampu mengeluarkan asetilkolin
  • B. Ion kalsium terus dilepaskan sehingga otot berkontraksi tanpa henti
  • C. Serabut otot kehilangan kemampuan membentuk ATP
  • D. Gangguan genetik pada protein kontraktil aktin dan miosin
  • E. Kekurangan oksigen sehingga otot tidak dapat relaksasi

Jawaban: C

Pembahasan:
Miastenia gravis adalah penyakit autoimun di mana sistem imun menyerang sambungan saraf–otot (neuromuscular junction), sehingga impuls saraf sulit diteruskan ke otot. Akibatnya muncul kelemahan otot bertahap, terutama pada otot yang sering digunakan seperti lengan, mata, dan wajah.

Soal 77. Jika seorang pasien terkena penyakit polio, maka akibat yang paling mungkin terjadi pada ototnya adalah…

  • A. Atrofi otot karena tidak mendapat rangsangan saraf
  • B. Hipertrofi otot karena digunakan terus-menerus
  • C. Kram karena kontraksi terus-menerus
  • D. Tetanus karena infeksi bakteri
  • E. Miastenia karena gangguan imunitas

Jawaban: A

Pembahasan:
Polio merusak neuron motorik di medula spinalis sehingga otot tidak menerima rangsangan. Otot yang tidak terstimulasi akan mengecil (atrofi). Karena itu penderita polio mengalami kelumpuhan dan otot ciut.

Soal 78. Seorang atlet sepak bola merasa otot kakinya kejang saat bertanding. Ia didiagnosis mengalami kram. Langkah paling tepat untuk mengatasi kondisi tersebut adalah…

  • A. Memberikan suntikan antibiotik
  • B. Memberikan minuman isotonik dan peregangan
  • C. Menyuntikkan hormon pertumbuhan
  • D. Memberikan obat penenang sistem saraf
  • E. Menggunakan alat bantu untuk melumpuhkan otot

Jawaban: B

Pembahasan:
Kram terjadi karena ketidakseimbangan elektrolit dan kelelahan otot. Penggantian elektrolit dengan minuman isotonik serta peregangan ringan membantu merilekskan otot dan mengurangi rasa sakit.

Soal 79. Seorang atlet futsal merasa otot kakinya sangat nyeri setelah menjalani latihan intensif tanpa istirahat yang cukup. Pelatih menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi karena selama latihan cepat tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen, sehingga otot melakukan respirasi anaerob. Berdasarkan informasi tersebut, analisislah zat apa yang paling mungkin menumpuk dalam otot sehingga menimbulkan rasa nyeri?

  • A. Glikogen
  • B. Glukosa
  • C. lemak
  • D. Asam amino
  • E. Asam laktat

Jawaban: E

Pembahasan:
Pada latihan intensif dengan suplai oksigen terbatas, sel otot melakukan respirasi anaerob. Proses ini menghasilkan asam laktat sebagai produk sampingan. Penumpukan asam laktat menyebabkan otot terasa nyeri, panas, dan pegal

Soal 80. Seorang pelatih olahraga memperhatikan bahwa seorang atlet mengeluhkan nyeri pada bagian belakang lengan atas saat melakukan gerakan meluruskan lengan setelah menekuknya. Pelatih menduga ada gangguan pada otot yang seharusnya bekerja utama pada fase tersebut. Berdasarkan analisis mekanisme kerja otot antagonis pada lengan, otot manakah yang seharusnya berkontraksi ketika atlet meluruskan lengan, dan apa alasannya?

  • A. Otot bisep, karena bisep bertugas menarik lengan ke arah fleksi saat diluruskan
  • B. Otot trisep, karena trisep berkontraksi untuk menggerakkan lengan ke arah ekstensi
  • C. Otot bisep, karena bisep dan trisep bekerja sinergis dalam setiap gerakan lengan
  • D. Otot trisep, karena trisep relaksasi ketika lengan melakukan ekstensi
  • E. Otot deltoid, karena berperan menggerakkan lengan bawah saat ekstensi siku

Jawaban: B

Pembahasan:
Otot trisep harus berkontraksi saat lengan diluruskan (ekstensi), bekerja antagonis dengan bisep yang relaksasi.

Soal 81. Saat otot menerima rangsangan dari sistem saraf, ujung saraf motorik akan melepaskan neurotransmiter asetilkolin ke celah sinapsis. Asetilkolin ini kemudian berikatan dan memicu potensial aksi pada serabut otot. Setelah itu, reaksi biokimia di dalam sel otot menghasilkan pembentukan aktomiosin yang menyebabkan otot berkontraksi. Berdasarkan artikel tersebut, manakah urutan proses yang paling tepat menggambarkan terjadinya kontraksi otot?

  • A. rangsang → otot → saraf → asetilkolin → miogen → asetil + kolin → aktomiosin → kontraksi
  • B. rangsang → otot → saraf → miogen → aktomiosin → asetilkolin → asetil + kolin → kontraksi
  • C. rangsang → otot → saraf → asetil + kolin → asetilkolin → miogen → aktomiosin → kontraksi
  • D. rangsang → otot → saraf → asetilkolin → miogen → aktomiosin → asetil + kolin → kontraksi
  • E. rangsang → saraf → otot → asetilkolin → asetil + kolin → miogen → aktomiosin → kontraksi

Jawaban: E

Pembahasan:
Proses kontraksi otot dimulai dari rangsang diterima saraf, kemudian saraf menstimulasi otot dan melepaskan asetilkolin. Asetilkolin bekerja lalu dipecah menjadi asetil + kolin, setelah itu reaksi di otot melibatkan miogen dan pembentukan aktomiosin yang akhirnya menyebabkan kontraksi.

Soal 82. Dalam sebuah percobaan fisiologi, seorang siswa mengamati otot katak yang dihubungkan dengan alat myograf. Ketika otot diberi rangsangan listrik berulang, kekuatan kontraksi otot menurun hingga akhirnya otot tidak mampu berkontraksi lagi. Guru menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena persediaan energi cepat berkurang selama kontraksi, sehingga komponen utama penyedia energi harus segera dipecah untuk menghasilkan energi bagi kerja otot. Berdasarkan analisis mekanisme kontraksi otot, sumber energi langsung yang digunakan otot untuk bergerak berasal dari…

  • A. Pemecahan molekul gula menjadi glukosa
  • B. Pemecahan glukosa menjadi glukosa fosfat
  • C. Pemecahan ATP menjadi AMP
  • D. Pemecahan ATP menjadi ADP
  • E. Pemecahan AMP menjadi ADP

Jawaban: D

Pembahasan:
Energi untuk kontraksi otot berasal dari proses pemecahan molekul ATP (Adenosin Tri Fosfat). ATP merupakan sumber energi langsung bagi sel otot. Saat otot berkontraksi, ikatan fosfat terakhir pada ATP dipecah sehingga menghasilkan ADP (Adenosin Di Fosfat) dan energi yang digunakan untuk menggerakkan filamen aktin–miosin.

Soal 83. Disajikan dua gambar miofibril:

Ketika otot berkontraksi tampak zona I mengecil, zona H hampir tidak terlihat, dan filamen aktin tampak lebih masuk ke dalam daerah miosin. Berdasarkan gambar tersebut, pernyataan yang benar adalah…
  • A. Panjang filamen aktin bertambah saat kontraksi berlangsung
  • B. Panjang filamen miosin memendek saat kontraksi
  • C. Zona I dan zona H mengecil selama kontraksi karena filamen aktin bergeser masuk ke daerah miosin
  • D. Pita A memendek ketika otot berkontraksi
  • E. Filamen aktin dan miosin saling menumpuk karena keduanya memendek

Jawaban: C

Pembahasan:
Saat otot berkontraksi:
Filamen aktin dan miosin tidak berubah panjang
Yang berubah adalah derajat tumpang tindihnya
Perubahan yang terjadi:
Zona H mengecil atau hilang → karena aktin masuk lebih jauh ke daerah miosin
Zona I menyempit → karena tumpang tindih aktin–miosin meningkat
Pita A tetap → panjang miosin tidak berubah

Soal 84. Seorang atlet mengeluhkan ototnya sulit berkontraksi dengan kuat setelah beberapa hari menjalani diet rendah mineral. Pemeriksaan menunjukkan bahwa kadar kalsium dalam darahnya menurun. Pelatih kemudian menjelaskan bahwa tanpa kalsium, proses pengikatan antara filamen otot tidak dapat berlangsung optimal. Berdasarkan kondisi tersebut, analisislah peran kalsium yang hilang sehingga kontraksi otot menjadi terganggu.

  • A. Membantu meneruskan rangsangan dari luar ke sel-sel otot
  • B. Memindahkan asetilkolin dari saraf penerima rangsang ke sel otot
  • C. Membantu degradasi ATP untuk menghasilkan energi kontraksi otot
  • D. Memecah persilangan (ikatan tumpang tindih) seperti fungsi kofaktor enzim
  • E. Mengikat troponin dan mengubah bentuknya sehingga tempat pengikatan miosin pada filamen aktin menjadi terbuka

Jawaban: E

Pembahasan:
Karena kalsium berfungsi mengikat troponin, menyebabkan tropomiosin bergeser dan situs pengikatan miosin pada aktin terbuka, sehingga kontraksi dapat terjadi.

Soal 85. Seorang atlet lari jarak menengah mengeluhkan rasa nyeri dan lelah pada otot pahanya setelah berlatih intensif tanpa jeda istirahat yang cukup. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sel ototnya mengalami proses respirasi anaerob lebih sering daripada biasanya. Berdasarkan kondisi tersebut, penyebab utama kelelahan otot yang dialami atlet adalah…

  • A. Otot mengalami kekejangan karena terus-menerus berkontraksi
  • B. Penurunan fungsi otot karena mengecil atau kehilangan kemampuan untuk berkontraksi
  • C. Adanya peningkatan asam laktat di dalam otot
  • D. Tidak berfungsinya sendi
  • E. Penimbunan senyawa asetilkolin

Jawaban: C

Pembahasan:
Ketika atlet berlatih intensif tanpa cukup oksigen (misalnya saat lari panjang dan cepat), sel otot akan melakukan respirasi anaerob. Proses ini menghasilkan asam laktat sebagai produk sampingan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama