Spesiasi adalah pembentukan dua atau lebih spesies dari satu spesies yang telah ada atau telah punah. Proses ini sangat terkait dengan evolusi, terjadi secara bertahap, sedikit demi sedikit, namun pasti.
Individu dalam suatu populasi awalnya dapat berkembang biak secara bebas. Namun, ketika terhalang oleh tempat yang berlainan, mereka akan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, mengembangkan alat, cara, dan waktu reproduksi yang berbeda. Hal ini memicu terjadinya Isolasi Reproduksi.
Kecepatan spesiasi bergantung pada ukuran geografis. Daerah yang luas cenderung meningkatkan kecepatan spesiasi, sementara penyempitan area justru meningkatkan risiko kepunahan suatu jenis.
Model-Model Spesiasi
1. Spesiasi Alopatrik (Allopatric Speciation)
Terjadi karena adanya Isolasi Geografis—terpisahnya populasi oleh penghalang fisik. Hal ini mencegah pertukaran gen (gene flow). Contoh klasiknya adalah variasi Burung Finch di Kepulauan Galapagos yang berevolusi terpisah dari induknya di Benua Amerika Selatan.
2. Spesiasi Simpatrik
Terjadi di antara dua kelompok dalam lingkungan yang sama tanpa penghalang fisik. Hal ini terjadi melalui mekanisme isolasi sebelum dan sesudah perkawinan.
a. Isolasi Sebelum Perkawinan (Pre-mating Isolation)
Menghalangi terjadinya pembuahan. Terdiri dari:
1) Isolasi Temporal: Perbedaan waktu kawin. Contoh: Drosophila pseudobscura (sore) vs Drosophila pseusimilis (pagi).
2) Isolasi Ekologi: Habitat berbeda meski di daerah yang sama. Contoh: Katak Bufo woodhousei (air tenang) vs Bufo americanus (kubangan air hujan).
3) Isolasi Perilaku: Ritual kawin yang unik. Contoh: Burung Bower Australia yang menghias sarang untuk menarik betina.
4) Isolasi Mekanik: Struktur alat kelamin tidak sesuai. Contoh: Perbedaan bentuk bunga pada Salvia apiana dan Salvia mellifera.
5) Isolasi Gamet: Ketidaksesuaian fisiologis sel telur dan sperma, umum terjadi pada ikan di perairan terbuka.
b. Isolasi Sesudah Perkawinan (Post-mating Isolation)
Mencegah hibrida berkembang menjadi organisme fertil:
1) Kematian Zigot: Zigot tidak berkembang normal. Contoh: Hibridisasi pada beberapa genus Rana (katak).
2) Perusakan Hibrid: Generasi pertama hidup, tapi keturunan berikutnya mandul atau cacat. Contoh: Pada spesies tanaman kapas.
3) Sterilitas Hibrid: Keturunan sehat tapi mandul. Contoh: Mule (keledai x kuda), Zebroid (zebra x kuda), dan Tiglon (macan x singa).