Soal 1: Di Indonesia dikenal banyak varietas kelapa, seperti kelapa hijau, kelapa gading, dan kelapa kopyor. Perbedaan rasa, warna sabut, dan tekstur air kelapa disebabkan oleh perbedaan susunan gen yang mengatur enzim pembentuk senyawa kimia di buah!
Perbedaan rasa dan warna buah kelapa tersebut menunjukkan?- A. Adanya spesiasi akibat isolasi reproduksi antar populasi kelapa
- B. Adaptasi morfologi terhadap kondisi lingkungan yang berbeda
- C. Keanekaragaman tingkat gen dalam spesies yang sama
- D. Evolusi yang menghasilkan spesies baru dari kelapa asli
- E. Keanekaragaman tingkat ekosistem dalam satu wilayah pantai
Jawaban: C
Pembahasan:
Semua varietas kelapa masih satu spesies. Variasi yang muncul merupakan akibat dari perbedaan genotipe yang menyebabkan variasi fenotipe (rasa, warna, tekstur).
Soal 2 :Perhatikan pernyataan berikut ini!
- 1). Sistem klasifikasi Linnaeus membagi makhluk hidup berdasarkan persamaan morfologi yang tampak luar.
- 2). Sistem klasifikasi filogenetik menyusun takson berdasarkan kesamaan bentuk luar tanpa mempertimbangkan garis evolusi.
- 3). Kladogram digunakan untuk menunjukkan hubungan kekerabatan evolusioner antarorganisme.
- 4). Burung dan reptil dikelompokkan dalam satu klade karena memiliki nenek moyang yang sama.
- 5). Kesamaan karakter pada makhluk hidup selalu menunjukkan kedekatan kekerabatan evolusi. Manakah pernyataan yang tepat dari pernyataan di atas?
Jawaban: A
Pembahasan:
(1) Benar → Sistem Linnaeus menggunakan ciri morfologi dan anatomi yang tampak luar (fenotip).
(2) Salah → Sistem filogenetik mempertimbangkan garis evolusi dan keturunan, bukan hanya bentuk luar.
(3) Benar → Kladogram menggambarkan hubungan evolusioner antartakson (organisme).
(4) Benar → Burung dan reptil berada dalam satu klade karena memiliki nenek moyang evolusioner yang sama.
(5) Salah → Kesamaan karakter belum tentu menunjukkan hubungan evolusi; bisa terjadi karena konvergensi evolusi (adaptasi serupa, bukan keturunan yang sama).
Soal 3:
Sebuah perusahaan obat menemukan bahwa bakteri Streptomyces yang dikembangkan di laboratorium ternyata tahan terhadap antibiotik yang dibuatnya sendiri. Setelah diteliti, ditemukan gen resA yang dapat menonaktifkan antibiotik dengan cara mengubah struktur kimianya melalui enzim khusus. Penemuan ini membuat para peneliti tertarik untuk memodifikasi gen resA agar bisa digunakan pada bakteri lain penghasil antibiotik, supaya bakteri tersebut tidak mati karena racun antibiotik yang mereka hasilkan sendiri.
- A. Gen resA merupakan bentuk resistensi alami yang bermanfaat dalam aplikasi bioteknologi industri.
- B. Resistensi bakteri terhadap antibiotik selalu berdampak negatif bagi manusia.
- C. Transfer gen resA ke bakteri lain dapat meningkatkan efisiensi produksi antibiotik.
- D. Resistensi antibiotik hanya terjadi karena mutasi spontan, bukan akibat tekanan seleksi.
- E. Contoh tersebut menunjukkan bahwa mekanisme resistensi dapat dimanfaatkan secara terarah dalam bioteknologi.
Jawaban: C
Pembahasan:
🔵 A benar: Banyak bakteri penghasil antibiotik (misalnya Streptomyces) memiliki mekanisme resistensi alami agar tidak mati oleh antibiotik yang mereka hasilkan. Ini merupakan strategi adaptif yang dapat dimanfaatkan industri.
🔵 B salah: Tidak semua resistensi berdampak negatif. Dalam bioteknologi, resistensi dapat digunakan untuk melindungi sel inang dari produk metabolit toksik.
🔵 C benar: Dengan menambahkan gen resistensi, produksi antibiotik dapat meningkat karena bakteri produsen tidak mengalami stres akibat senyawa yang mereka hasilkan.
🔵 D salah: Resistensi tidak hanya muncul karena mutasi, tetapi juga karena transfer gen horizontal dan tekanan seleksi akibat penggunaan antibiotik yang berlebihan.
🔵 E benar: Studi ini menggambarkan pemanfaatan resistensi secara terarah dan bermanfaat untuk produksi antibiotik skala besar — contoh nyata hubungan antara resistensi dan peranan positif bakteri.
Soal 4:
Penelitian menunjukkan bahwa Rhizobium leguminosarum mampu bersimbiosis dengan tanaman polongan melalui pembentukan bintil akar. Dalam bintil akar tersebut, bakteri memperoleh karbohidrat dari tanaman dan menyediakan nitrogen hasil fiksasi untuk tanaman. Proses ini sangat bergantung pada struktur khusus bakteri berupa enzim nitrogenase yang hanya dapat bekerja dalam kondisi anaerob. Oleh karena itu, bakteri tersebut memiliki pigmen leghemoglobin yang membantu mengikat oksigen agar tidak mengganggu kerja enzim tersebut.
Di sisi lain, Lactobacillus bulgaricus berperan penting dalam fermentasi susu menjadi yoghurt. Bakteri ini memiliki struktur dinding sel tebal dari peptidoglikan (Gram positif) yang melindunginya dari kondisi asam selama proses fermentasi.
Sementara itu, Pseudomonas aeruginosa dikenal sebagai bakteri oportunistik yang mampu membentuk biofilm, suatu lapisan pelindung yang tersusun atas polisakarida dan protein. Struktur ini membuat bakteri lebih tahan terhadap antibiotik dan sistem imun inang.
Berdasarkan kasus tersebut, manakah pernyataan yang paling tepat?
| Pernyataan | Benar | Salah |
|---|---|---|
| Kemampuan Rhizobium leguminosarum dalam melakukan fiksasi nitrogen sangat bergantung pada keberadaan pigmen leghemoglobin yang berfungsi menyediakan oksigen bagi enzim nitrogenase agar reaksi dapat berjalan optimal. | ||
| Ketahanan Lactobacillus bulgaricus terhadap lingkungan asam selama fermentasi disebabkan oleh struktur membran plasmanya yang mengandung lapisan lipid ganda tebal yang mampu menetralkan pH asam. | Kemampuan Pseudomonas aeruginosa untuk bertahan terhadap antibiotik berkaitan dengan struktur biofilm yang dihasilkannya, di mana lapisan polisakarida dan protein berfungsi sebagai penghalang difusi senyawa antimikroba. | |
Jawaban: salah, salah, benar
Pembahasan:
🔵 Pernyataan 1 : salah, karena pigmen leghemoglobin justru mengikat oksigen agar kondisi di sekitar enzim nitrogenase tetap anaerob, karena nitrogenase akan rusak bila terpapar oksigen. Jadi fungsi leghemoglobin adalah menjaga lingkungan tetap rendah oksigen, bukan menyediakannya..
🔵 Pernyataan 2 : salah, Ketahanan terhadap asam bukan karena lapisan lipid membran, melainkan karena dinding sel tebal dari peptidoglikan khas bakteri Gram positif yang melindungi sitoplasma dari perubahan pH ekstrem.
🔵 pernyataan 3 : benar, Biofilm membentuk matriks pelindung yang menghambat penetrasi antibiotik dan melindungi bakteri di dalamnya. Hal ini menjadikan bakteri lebih resisten terhadap pengobatan serta mampu bertahan lebih lama di lingkungan inang.
Soal 5: Perhatikan artikel berikut!
Di Inggris, populasi semut merah menurun drastis akibat berkurangnya domba yang merumput di padang rumput; domba sebelumnya menjaga rumput tetap pendek, preferensi habitat semut merah.
Sementara itu, kelangkaan semut merah menyebabkan kepunahan spesies kupu-kupu besar yang memakan telur semut merah sebagai bagian dari siklus hidupnya.
Gangguan rantai makanan akibat hilangnya satu spesies juga dapat bersifat menyeluruh di ekosistem: ketika populasi berang-berang laut menurun, populasi bulu babi—makanan favorit berang-berang laut—dapat meledak. Akibatnya, populasi bulu babi yang gemar memakan rumput laut dapat mengurangi hutan rumput laut, mengancam banyak spesies laut yang bergantung pada habitat ini.
- A. Penurunan populasi domba mengubah struktur habitat semut merah, menunjukkan adanya hubungan tidak langsung antara produsen dan konsumen tingkat tinggi.
- B. Kepunahan kupu-kupu besar menunjukkan adanya ketergantungan spesifik antarspesies yang dapat menyebabkan efek domino ekologi.
- C. Ledakan populasi bulu babi akibat menurunnya berang-berang laut merupakan contoh interaksi kompetisi antarspesies.
- D. Menjaga keberadaan spesies kunci seperti berang-berang laut dapat menjadi solusi untuk menstabilkan keseimbangan ekosistem laut.
- E. Upaya konservasi hanya perlu difokuskan pada penyelamatan spesies yang punah terlebih dahulu, bukan pada spesies lain yang masih banyak populasinya.
Jawaban: A, B dan D
Pembahasan:
🔵 A benar : karena domba (herbivora) memengaruhi tinggi rumput (produsen) yang menentukan habitat semut merah (serangga), menunjukkan interaksi tidak langsung.
🔵 B benar : kupu-kupu besar bergantung pada semut merah untuk siklus hidupnya — ini adalah contoh spesifik mutualisme/parasitisme yang menunjukkan efek domino ketika satu spesies hilang.
🔵 C salah : ledakan populasi bulu babi bukanlah kompetisi, tetapi akibat hilangnya predator alami (predation imbalance).
🔵 D benar : berang-berang laut adalah spesies kunci (keystone species), menjaga keseimbangan komunitas laut; pelestariannya adalah solusi ekologi.
🔵 E salah : konservasi harus bersifat holistik; penyelamatan satu spesies tidak efektif tanpa mempertahankan jaringan interaksi ekosistemnya
Soal 6: Perhatikan infografis berikut ini!
Berdasarkan informasi pada infografis tersebut, manakah pernyataan berikut yang menunjukkan keterkaitan antara permasalahan, interaksi antar komponen ekosistem, dan solusi pelestarian ekosistem secara menyeluruh?Pilihan jawaban benar lebih dari satu.
- A. Kerusakan habitat menyebabkan berkurangnya sumber makanan satwa, sehingga perlu dilakukan rehabilitasi dan restorasi habitat untuk menjaga rantai makanan tetap seimbang.
- B. Perburuan liar yang mengurangi populasi predator puncak dapat mengganggu keseimbangan populasi herbivora, sehingga dibutuhkan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku perburuan.
- C. Konflik antara satwa dan manusia terjadi akibat perluasan lahan pertanian ke hutan, sehingga solusi terbaik adalah menambah jumlah satwa di penangkaran tanpa memperbaiki habitat aslinya.
- D. Perdagangan ilegal satwa langka tidak berpengaruh langsung terhadap ekosistem karena jumlah satwa yang diambil biasanya sedikit.
- E. Pemantauan satwa dengan GPS membantu memahami pola pergerakan satwa sehingga dapat digunakan untuk mengelola kawasan konservasi secara lebih efektif.
Jawaban: A, B dan E
Pembahasan:
🔵 A benar: menggambarkan hubungan antara kerusakan habitat (permasalahan) dengan keseimbangan rantai makanan (interaksi ekosistem) serta rehabilitasi habitat (solusi).
🔵 B benar: menyoroti perburuan (permasalahan) yang memengaruhi interaksi populasi predator–mangsa (komponen biotik) dan penegakan hukum (solusi).
🔵 C salah: solusi hanya berupa penangkaran tanpa memperbaiki habitat tidak menyelesaikan akar masalah ekosistem.
🔵 D salah: pernyataan tidak tepat karena setiap pengambilan satwa langka berdampak langsung terhadap stabilitas populasi dan fungsi ekosistem.
🔵 E benar: menunjukkan peran teknologi (GPS) dalam pengelolaan interaksi ruang hidup satwa sebagai solusi berbasis data.
Soal 7:
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dalam jangka panjang dapat menurunkan aktivitas enzim lipase pankreas. Penurunan aktivitas enzim ini menyebabkan lemak tidak terurai sempurna menjadi asam lemak dan gliserol. Akibatnya, terjadi penumpukan trigliserida dalam lumen usus dan sebagian besar lemak dibuang bersama feses. Kondisi ini juga memengaruhi penyerapan vitamin larut lemak (A, D, E, dan K), yang bergantung pada keberadaan asam lemak bebas hasil kerja lipase.
Selain itu, pada pengamatan mikroskopik ditemukan adanya perubahan struktur sekresi sel asinar pankreas yang bertanggung jawab menghasilkan enzim pencernaan, termasuk lipase, amilase, dan tripsinogen.
- A. Penurunan aktivitas lipase menghambat pemecahan lemak hasil emulsifikasi menjadi asam lemak dan gliserol, namun tidak memengaruhi pembentukan misel (kumpulan kecil tetesan lemak) oleh garam empedu.
- B. Perubahan struktur sel asinar menyebabkan terganggunya sekresi hormon insulin sehingga kadar glukosa darah meningkat.
- C. Ketidaksempurnaan hidrolisis lemak mengganggu penyerapan vitamin larut lemak yang penting bagi metabolisme tubuh.
- D. Penurunan aktivitas amilase mengakibatkan gangguan pencernaan protein di usus halus karena tidak diubah menjadi asam amino
- E. Kekurangan lipase menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dalam darah karena lemak tidak diserap secara efisien.
Jawaban: C
Pembahasan:
🔵 A Tidak tepat, karena lipase memecah lemak (hidrolisis), sedangkan garam empedu yang berfungsi untuk emulsifikasi dan pembentukan misel.
🔵 B Tidak tepat, Sel asinar menghasilkan enzim (fungsi eksokrin), bukan insulin yang dihasilkan oleh sel pulau Langerhans (fungsi endokrin).
🔵 C Tepat, Teks secara eksplisit menyatakan bahwa lemak yang tidak terurai sempurna (hidrolisis) menyebabkan gangguan penyerapan vitamin larut lemak (A, D, E, K), yang memang bergantung pada produk hasil kerja lipase.
🔵 D Tidak tepat, Amilase mencerna karbohidrat. Pencernaan protein dilakukan oleh tripsin dan enzim lain.
🔵 E Tidak tepat. Lemak yang tidak diserap dibuang bersama feses. Hal ini menyebabkan malabsorpsi lemak, yang tidak serta merta meningkatkan kadar kolesterol darah.
Soal 8:
Penelitian pada sel otot mamalia menunjukkan bahwa aktivitas enzim isocitrat dehidrogenase menurun drastis akibat kekurangan ion Mg²⁺. Kondisi ini menyebabkan akumulasi senyawa sitrat di dalam mitokondria. Di sisi lain, kadar NADH dan ATP meningkat secara tidak normal. Para peneliti berhipotesis bahwa perubahan ini menghambat laju siklus Krebs dan respirasi sel secara keseluruhan.
Analisis berikut yang paling tepat untuk menjelaskan fenomena tersebut adalah …- A. Kekurangan Mg²⁺ menghambat konversi isositrat menjadi α-ketoglutarat sehingga akumulasi NADH menstimulasi enzim sitrat sintase.
- B. Kekurangan Mg²⁺ menyebabkan akumulasi sitrat karena terhambatnya dekarboksilasi oksidatif yang membutuhkan koenzim A.
- C. Peningkatan NADH menghambat enzim dehidrogenase lain dalam siklus Krebs, menurunkan laju pembentukan FADH₂.
- D. Kekurangan Mg²⁺ mempercepat reaksi oksidatif pada siklus Krebs karena meningkatkan ketersediaan substrat oksaloasetat
- E. Penurunan aktivitas isocitrat dehidrogenase meningkatkan kebutuhan oksigen untuk mempertahankan pembentukan ATP
Jawaban: C
Pembahasan:
Mg²⁺ diperlukan untuk aktivitas enzim isocitrat dehidrogenase (mengubah isositrat → α-ketoglutarat + NADH + CO₂). Kekurangan Mg²⁺ → akumulasi sitrat dan peningkatan NADH. NADH yang menumpuk akan menghambat enzim dehidrogenase lain (umpan balik negatif) → penurunan pembentukan FADH₂ dan melambatnya siklus Krebs.
Soal 9:
Dalam percobaan laboratorium, dua kelompok sel ragi diberi substrat glukosa yang sama, tetapi kelompok pertama diberi tambahan oksaloasetat (OAA), sedangkan kelompok kedua diberi tambahan α-ketoglutarat. Setelah 10 menit, kadar ATP kelompok pertama meningkat lebih cepat, sementara kelompok kedua menunjukkan peningkatan kadar CO₂ yang lebih tinggi namun ATP tidak meningkat signifikan.
Penjelasan yang tepat mengenai percobaan di atas adalah..- A. OAA mempercepat siklus Krebs dengan menyediakan akseptor asetil-CoA sehingga laju pembentukan ATP meningkat
- B. α-ketoglutarat memperlambat siklus Krebs karena bertindak sebagai inhibitor kompetitif terhadap enzim sitrat sintase
- C. Penambahan OAA meningkatkan glikolisis karena memperbanyak NAD⁺ yang dihasilkan dalam mitokondria
- D. Penambahan α-ketoglutarat menyebabkan penurunan aktivitas dehidrogenase karena menghambat oksidasi asetil-CoA
- E. OAA memperlambat siklus Krebs karena menghambat konversi malat menjadi fumarat
Jawaban: C
Pembahasan:
OAA adalah senyawa penerima asetil-CoA di awal siklus Krebs. Penambahan OAA → meningkatkan laju pembentukan sitrat → mempercepat keseluruhan siklus → menghasilkan lebih banyak NADH/FADH₂ → meningkatkan sintesis ATP melalui fosforilasi oksidatif.
Sebaliknya, α-ketoglutarat lebih berperan di tahap dekarboksilasi yang menghasilkan CO₂, tetapi tidak langsung mempercepat produksi ATP.
Soal 10:
Peneliti menemukan bahwa tanaman bayam yang tumbuh pada intensitas cahaya rendah mengalami penurunan produksi NADPH dan ATP secara signifikan. Analisis mikroskop elektron menunjukkan adanya kerusakan pada tilakoid grana. Ketika tanaman tersebut diberi cahaya buatan dengan panjang gelombang 680 nm dan 700 nm secara bergantian, aktivitas fotosintesis kembali meningkat.
Berdasarkan data tersebut, bagian manakah yang paling mungkin mengalami gangguan pada tanaman bayam sebelum perlakuan cahaya?
- A. Fotosistem II yang berperan dalam fotolisis air dan pembentukan O₂
- B. Fotosistem I yang mengubah NADP⁺ menjadi NADPH
- C. Kompleks sitokrom yang memfasilitasi perpindahan elektron antara kedua fotosistem.
- D. Stroma kloroplas yang menjadi tempat pembentukan glukosa
- E. Enzim Rubisco yang mengkatalisis fiksasi CO₂ pada siklus Calvin
Jawaban: C
Pembahasan:
Kerusakan pada tilakoid grana menunjukkan gangguan pada Fotosistem II (PSII), yang terletak di grana dan berperan penting dalam reaksi terang—khususnya dalam pemecahan air (fotolisis) dan penghasilan elektron, proton, serta O₂. Cahaya dengan panjang gelombang 680 nm menstimulasi PSII (P680), sedangkan 700 nm untuk PSI (P700). Karena cahaya tersebut memulihkan aktivitas fotosintesis, masalah awalnya terjadi pada PSII.
Soal 11:
Seorang pasien mengalami luka sayat cukup dalam di tangan. Dalam beberapa menit, darah berhenti keluar karena terbentuk gumpalan di area luka. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar ion kalsium (Ca²⁺) dan vitamin K pasien berada pada batas normal. Namun, kadar trombosit sedikit menurun dan terdapat kelainan pada salah satu faktor pembekuan plasma, yaitu faktor VIII. Kondisi ini menyebabkan proses pembentukan benang fibrin berlangsung lebih lambat dari normal.
- A. Penurunan faktor VIII menghambat aktivasi protrombin menjadi trombin
- B. Trombosit berperan penting dalam membentuk tromboplastin yang memulai proses koagulasi
- C. Ion Ca²⁺ berfungsi mengubah fibrinogen menjadi fibrin secara langsung
- D. Vitamin K diperlukan dalam pembentukan faktor protrombin di hati
- E. Lambatnya pembentukan fibrin menyebabkan fase hemostasis berlangsung lebih cepat
Jawaban: A, B, dan D
Pembahasan:
🔵 A benar: Faktor VIII berperan dalam jalur intrinsik pembekuan darah untuk mengaktifkan faktor X. Kekurangannya menyebabkan aktivasi protrombin menjadi trombin terhambat.
🔵 B benar: Trombosit melepaskan tromboplastin (faktor III) yang memicu proses koagulasi, sehingga kekurangan trombosit dapat memperlambat pembekuan.
🔵 C salah: Ion Ca²⁺ tidak mengubah fibrinogen langsung menjadi fibrin; yang melakukan itu adalah trombin.
🔵 D benar: Vitamin K berperan dalam sintesis protrombin di hati, yang sangat penting untuk tahap awal koagulasi.
🔵 E salah: Lambatnya pembentukan fibrin justru membuat hemostasis berlangsung lebih lama, bukan lebih cepat.
Soal 12:
Sebuah penelitian membandingkan sistem respirasi antara penduduk yang hidup di dataran tinggi dengan penduduk dataran rendah.
Penduduk dataran tinggi cenderung memiliki jumlah alveolus lebih banyak, dinding alveolus lebih tipis, dan kepadatan kapiler paru yang lebih tinggi. Selain itu, kadar hemoglobin mereka juga lebih tinggi.
Kondisi tersebut membantu tubuh mereka tetap memperoleh oksigen cukup meskipun tekanan parsial oksigen di udara lebih rendah.
- A. Peningkatan jumlah alveolus memperluas permukaan difusi gas sehingga efisiensi pertukaran oksigen meningkat.
- B. Dinding alveolus yang lebih tipis mempercepat proses difusi oksigen ke dalam darah.
- C. Jumlah kapiler darah yang lebih padat meningkatkan kontak udara dengan darah untuk pertukaran gas optimal.
- D. Penebalan dinding alveolus berfungsi mencegah kehilangan uap air pada udara dingin dataran tinggi.
- E. Kadar hemoglobin yang lebih tinggi mengurangi kebutuhan difusi oksigen di paru-paru.
Jawaban: A, B, dan C
Pembahasan:
🔵 A Benar : semakin banyak alveolus, semakin luas area pertukaran gas.
🔵 B Benar : dinding tipis mempercepat difusi karena jarak lebih pendek antara udara dan darah.
🔵 C Benar : banyak kapiler memperbesar area kontak udara–darah, meningkatkan efisiensi respirasi.
🔵 D Salah : penebalan alveolus justru menurunkan efisiensi pertukaran gas.
🔵 E Salah : kadar hemoglobin tinggi meningkatkan kapasitas pengangkutan oksigen, bukan mengurangi kebutuhan difusi.
Soal 13:
Seorang pasien bernama Arman, 42 tahun, mengalami pembengkakan pada kaki dan wajah serta penurunan jumlah urin. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya protein dan sel darah merah dalam urin. Dokter menduga terjadi peradangan pada glomerulus ginjal (glomerulonefritis).
Ginjal Arman melalui pemeriksaan ultrasonografi tampak normal secara bentuk, namun terdapat penurunan tekanan filtrasi glomerulus akibat kerusakan dinding kapiler yang berpori. Kondisi ini menghambat proses penyaringan darah dan mengakibatkan zat yang seharusnya tidak keluar (protein) ikut terbuang melalui urin.
Berdasarkan studi kasus di atas, tentukan pernyataan berikut benar (B) atau salah (S)!
| Pernyataan | Benar | Salah |
|---|---|---|
| Kerusakan pada glomerulus menyebabkan protein keluar bersama urin karena proses filtrasi terganggu. | ||
| Pembengkakan pada tubuh Arman disebabkan oleh meningkatnya reabsorpsi air di tubulus distal. | Struktur kapiler glomerulus yang berpori semestinya berfungsi menyaring molekul kecil seperti ion dan glukosa. | |
Jawaban: benar, salah, benar
Pembahasan:
🔵 Pernyataan 1 : benar, karena Kerusakan dinding kapiler glomerulus mengakibatkan protein (yang seharusnya tidak lolos) ikut tersaring ke urin
🔵 Pernyataan 2 : salah, Pembengkakan terjadi karena retensi cairan dalam jaringan akibat penurunan filtrasi, bukan karena peningkatan reabsorpsi
🔵 Pernyataan 3 : Benar, karena Kapiler glomerulus memang berpori dan berfungsi untuk menyaring molekul kecil seperti ion dan glukosa.
Soal 14:
Seorang atlet sepak bola mengalami benturan keras di bagian belakang kepala saat bertanding. Setelah kejadian itu, ia mengeluh pandangannya kabur dan kesulitan mengenali arah datangnya bola. Pemeriksaan dokter menunjukkan tidak ada kerusakan pada mata, namun terdapat gangguan pada salah satu bagian otak yang mengatur fungsi penglihatan.
Manakah pernyataan yang benar mengenai keterkaitan antara struktur otak dengan organ pengindera yang mengalami gangguan pada kasus di atas?Pilihan jawaban benar lebih dari satu
- A. Lobus oksipital bertanggung jawab mengolah impuls dari retina mata.
- B. Saraf optikus membawa impuls dari retina ke lobus frontalis untuk diterjemahkan menjadi gambar.
- C. Kerusakan pada lobus oksipital menyebabkan gangguan persepsi visual meskipun struktur mata normal.
- D. Refleks pupil tetap berfungsi karena diatur oleh medula oblongata.
- E. Korteks visual primer menerima dan menafsirkan rangsangan dari reseptor cahaya di retina.
Jawaban: A, C, dan E
Pembahasan:
🔵 A Benar : Lobus oksipital memang berfungsi mengolah impuls visual yang dikirim dari retina melalui saraf optikus dan thalamus (korpus genikulatum lateral).
🔵 B salah : Saraf optikus memang membawa impuls dari retina, tetapi bukan ke lobus frontalis, melainkan ke lobus
🔵 C Benar : Ini menjelaskan langsung keterkaitan antara struktur otak (lobus oksipital) dan fungsi penglihatan (persepsi visual).
🔵 D Salah : Refleks pupil tetap berfungsi karena diatur oleh medula oblongata.
🔵 E benar : Korteks visual primer (V1) memang bagian dari lobus oksipital yang menerima impuls dari retina.
Namun, kalimat ini tidak menjelaskan hubungan dengan gangguan akibat benturan kepala, sehingga opsi C tetap lebih tepat karena menjelaskan keterkaitan langsung antara kerusakan dan gangguan penglihatan.
Soal 15:
Penyakit Sklerosis Multipel (Multiple Sclerosis) terjadi karena sistem imun menyerang selubung mielin pada neuron di otak dan sumsum tulang belakang. Akibatnya, impuls saraf tidak dapat dihantarkan dengan baik sehingga penderita mengalami kelemahan otot, gangguan koordinasi, bahkan kehilangan keseimbangan.
Berdasarkan gambar dan kasus di atas, manakah pernyataan yang tepat mengenai keterkaitan struktur neuron dan fungsinya?
- A. Selubung mielin berfungsi mempercepat penghantaran impuls saraf
- B. Kerusakan mielin menyebabkan impuls bergerak lebih lambat atau bahkan terhenti
- C. Badan sel neuron berperan dalam regenerasi selubung mielin setelah rusak
- D. Akson yang kehilangan mielin akan meningkatkan kecepatan impuls karena berkurang hambatan listrik
- E. Dendrit tetap dapat menghantarkan impuls dengan cepat meskipun akson kehilangan mielin
Jawaban: A dan B
Pembahasan:
🔵 A Benar : Selubung mielin adalah lapisan isolator yang menutupi akson neuron. Ia berfungsi mempercepat konduksi impuls dengan cara impuls “melompat” dari satu nodus Ranvier ke nodus berikutnya, disebut konduksi saltatori.
🔵 B benar : Pada sklerosis multipel, selubung mielin rusak (demielinisasi) sehingga sinyal listrik bocor atau hilang. Akibatnya impuls saraf melambat atau berhenti, yang menjelaskan munculnya gejala motorik dan sensorik.
🔵 C salah : Badan sel (soma) berfungsi mengatur aktivitas metabolisme neuron, bukan memperbaiki mielin.
Yang berperan dalam pembentukan dan regenerasi mielin adalah sel glia.
🔵 D Salah : Justru tanpa mielin, kecepatan impuls menurun drastis, karena hambatan listrik meningkat akibat tidak adanya isolasi.
🔵 E salah : Dendrit hanya menerima impuls (input) dari neuron lain, bukan menghantarkan impuls utama ke arah sinaps. Kecepatan penghantaran impuls bergantung pada akson dan keberadaan mielin, bukan dendrit. Jadi kehilangan mielin tetap mengganggu fungsi neuron secara keseluruhan.
Soal 16: Perhatikan ilustrasi berikut!
Seorang siswa yang sedang berpidato di depan umum merasakan jantungnya berdebar cepat, tangan berkeringat, dan napas menjadi lebih cepat. Kondisi ini berkaitan dengan aktivitas hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal medula.
- A. Adrenalin meningkatkan denyut jantung dan aliran darah ke otot
- B. Noradrenalin menurunkan tekanan darah untuk menenangkan tubuh
- C. Adrenalin meningkatkan kadar glukosa darah untuk suplai energi cepat
- D. Noradrenalin mempersempit pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah
- E. Insulin meningkatkan penyerapan glukosa sehingga tubuh menjadi rileks
Jawaban: A, C, dan D
Pembahasan:
Saat seseorang mengalami stres atau ketakutan, medula adrenal mensekresikan adrenalin dan noradrenalin. Adrenalin mempercepat denyut jantung dan meningkatkan kadar glukosa darah, sedangkan noradrenalin menyebabkan vasokonstriksi untuk menaikkan tekanan darah.
Soal 17:
Seorang wanita mengalami gangguan pada serviks akibat lesi pra-kanker (displasia). Dokter menemukan bahwa lendir serviks menjadi sangat kental dan pH-nya menurun drastis.
Kondisi ini dapat memengaruhi fungsi reproduksi secara langsung.
- A. Sperma sulit menembus lendir serviks untuk menuju uterus
- B. Proses implantasi terganggu karena embrio gagal menempel di serviks
- C. Lendir serviks kehilangan fungsi protektif terhadap infeksi
- D. Transportasi sperma ke tuba falopi terhambat
- E. Sekresi hormon FSH dari hipofisis menurun akibat gangguan serviks
Jawaban: A, C, dan D
Pembahasan:
🔵 Serviks menghasilkan lendir servikal yang pada masa subur menjadi encer dan basa untuk memudahkan sperma masuk.
🔵 Jika lendir menjadi kental dan asam, maka sperma sulit menembus (A), transportasi ke tuba falopi terhambat (D), dan perlindungan terhadap infeksi menurun (C).
🔵 Implantasi terjadi di uterus, bukan di serviks (B salah). Serviks tidak berhubungan langsung dengan sekresi FSH (E salah).
Soal 18: Perhatikan gambar berikut ini!
Berdasarkan keterkaitan struktur dan fungsinya, organ yang berperan langsung dalam pematangan dan penyaluran sperma sebelum ejakulasi ditunjukkan oleh nomor ….- A. 1, 2, dan 3
- B. 1, 4, dan 5
- C. 2, 3, dan 6
- D. 3, 4, dan 5
- E. 4, 5, dan 6
Jawaban: A
Pembahasan:
🔵 Testis (1) menghasilkan sperma melalui proses spermatogenesis.
🔵 Epididimis (2) merupakan tempat sperma disimpan dan dimatangkan.
🔵 Vas deferens (3) menyalurkan sperma menuju uretra saat ejakulasi.
→ Ketiga organ ini bekerja berurutan dalam jalur sperma sebelum bercampur dengan cairan dari kelenjar aksesoris.
🔵 (4) dan (5) menghasilkan cairan semen, bukan jalur utama sperma.
🔵 (6) hanya berperan saat ejakulasi, bukan pematangan.
Soal 19: Perhatikan artikel berikut!
Penelitian menunjukkan bahwa beberapa spesies bakteri laut dari genus Vibrio mampu memanfaatkan cahaya bioluminesensi sebagai hasil dari aktivitas enzim luciferase yang melibatkan reaksi oksidasi reduksi dengan substrat FMNH₂ dan aldehid rantai panjang. Energi kimia yang dilepaskan diubah menjadi cahaya biru yang membantu bakteri berinteraksi secara mutualistik dengan ikan laut dalam.
Berdasarkan artikel tersebut, pernyataan yang paling tepat mengenai hubungan proses metabolisme sel dan keanekaragaman hayati adalah …
- A. Reaksi bioluminesensi merupakan proses katabolisme karena menghasilkan energi dalam bentuk cahaya
- B. Bioluminesensi menunjukkan bahwa setiap organisme memiliki mekanisme metabolisme yang identik dalam menghasilkan energi
- C. Aktivitas enzim luciferase menggambarkan bentuk anabolisme karena menyusun molekul FMNH₂ menjadi energi cahaya
- D. Fenomena bioluminesensi memperlihatkan adaptasi evolusioner yang berakar pada variasi jalur metabolik antarspesies
- E. Bioluminesensi pada Vibrio termasuk proses respirasi aerob karena melibatkan oksigen dalam pembentukan ATP
Jawaban: D
Pembahasan:
🔵 A salah : bukan reaksi katabolisme karena Selubung mielin adalah lapisan isolator yang menutupi akson neuron. Ia berfungsi mempercepat konduksi impuls dengan cara impuls “melompat” dari satu nodus Ranvier ke nodus berikutnya, disebut konduksi saltatori.
🔵 B salah : bioluminesensi menunjukkan keberagaman mekanisme metabolik antarspesies
🔵 C salah : Bioluminesensi justru menguraikan (mengoksidasi) FMNH₂ → melepaskan energi → cahaya.
🔵 D benar : Bioluminesensi adalah hasil evolusi spesifik yang hanya dimiliki beberapa organisme..
🔵 E salah : eaksi luciferase memang melibatkan oksigen, tapi bukan untuk pembentukan ATP, melainkan untuk oksidasi substrat → cahaya
Soal 20: Dalam sebuah percobaan, beberapa siswa mengukur frekuensi pernapasan per menit pada saat berbeda.
| Kondisi tubuh | Frekuensi napas (kali/menit) |
|---|---|
| Istirahat | 16 |
| Setelah berjalan 5 menit | 22 |
| Setelah berlari 5 menit | 32 |
| Setelah duduk kembali 5 menit | 18 |
Beberapa siswa melakukan percobaan untuk mengetahui pengaruh aktivitas terhadap frekuensi pernapasan.
Berdasarkan data di atas, kesimpulan yang paling tepat adalah...
- A. Frekuensi pernapasan tidak dipengaruhi oleh aktivitas karena nilainya selalu berubah secara acak.
- B. Aktivitas fisik seperti berlari meningkatkan kebutuhan oksigen sehingga frekuensi napas meningkat.
- C. Setelah berlari, frekuensi napas menurun drastis karena tubuh berhenti memerlukan oksigen.
- D. Frekuensi napas paling rendah saat berjalan karena otot tidak bekerja maksimal.
- E. Aktivitas fisik menurunkan frekuensi napas karena tubuh menghemat energi.
Jawaban: B
Pembahasan:
Ketika seseorang beraktivitas berat (seperti berlari), otot memerlukan lebih banyak energi sehingga kebutuhan oksigen meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sistem pernapasan bekerja lebih cepat, menyebabkan frekuensi napas naik. Setelah aktivitas berhenti, frekuensi napas berangsur turun mendekati kondisi normal.



