/> HORMON GIBERELIN

HORMON GIBERELIN

Giberelin: Sang Pemacu Pertumbuhan Raksasa


Ditemukan pertama kali pada tahun 1930 oleh ilmuwan Jepang, Eiichi Kurosawa (sering dikaitkan dengan jamur Gibberella fujikuroi). Awalnya diamati pada penyakit "Bakanae" (padi bodoh) di mana padi tumbuh terlalu cepat dan tinggi namun rapuh.

🧪 Apa itu GA?

Giberelin atau Asam Giberelat (GA) adalah senyawa diterpenoid. Hingga kini, ditemukan lebih dari 110 jenis GA (GA1, GA2, dst). Namun, GA3 adalah yang paling populer dan sering digunakan dalam dunia pertanian.

Struktur Kimia GA1

📍 Lokasi Sintesis Utama:
Buah • Biji (terutama yang belum masak) • Tunas • Daun Muda • Ujung Akar

🌟 Fungsi Penting Giberelin

🌱 1. Perkecambahan & Dormansi

Giberelin memecah masa tidur (dormansi) biji dengan merangsang enzim Amilase. Amilase mengubah cadangan makanan (amilum) menjadi glukosa sebagai bahan bakar energi untuk bertunas.

Fakta Penelitian: Perendaman biji Jati pada 10 ppm GA3 selama 24 jam mampu meningkatkan persentase kecambah hingga 60%!

📏 2. Pemanjangan Ruas Batang

Ini adalah efek GA yang paling terlihat. Tanaman kerdil bisa tumbuh normal (3x lipat) jika diberi giberelin. Pada tanaman kubis, pemberian GA menyebabkan batang memanjang luar biasa (*bolting*).

🍇 3. Rekayasa Buah & Bunga

  • Partenokarpi: Menghasilkan buah tanpa biji (seperti pada jeruk Clementine).
  • Ukuran Maksimal: Memperbesar ukuran buah anggur secara signifikan.
  • Pembungaan: Merangsang bunga pada tanaman berhari panjang.

💼 Giberelin di Dunia Komersial

Di dunia hortikultura, GA3 adalah standar rutin untuk memproduksi anggur 'Thompson Seedless' agar buahnya besar dan panjang. Selain itu, GA3 digunakan secara luas oleh pecinta tanaman hias untuk mengatasi kekerdilan genetik pada tanaman buncis dan jagung.

💰

Sumber: Biology Dictionary & Jurnal Penelitian Pertanian Terapan

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama